Gigantisme : Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Update terakhir: Apr 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.070.934 orang

Gigantisme adalah kelainan pertumbuhan pada anak-anak yang menyebabkan anak menjadi lebih tinggi dibanding teman seusianya. Pertumbuhan dari tinggi dan berat badan di atas rata-rata jarang terjadi dan ditemukan pada masa remaja yang menyebabkan peningkatan tumbuh kembang yang drastis. Hormon pertumbuhan dan kelaianan pada pertumbuhan tulang menjadi faktor pemicu dari kondisi ini.

Penyebab Gigantisme

Adanya hormon pertumbuhan atau Growth hormone (GH) yang berlebihan menjadi pemicu kondisi ini. Hormon pertumbuhan di sekresi melalui kelenjar hipofisis yang kadarnya tidak selalu sama setiap hari. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Hormon pertumbuhan menstimulasi perkembangan hormon lain yang bermanfaat untuk masa pertumbuhan anak-anak seperti efeknya pada hati dangt;otak. 

Hormon pertumbuhan di otak dikendalikan oleh hipotalamus untuk mengirim senyawa neuropeptida ke kelenjar dan membentuk GHRH (Growth Hormone Releasing Hormone).

Selain karena pengaruh hormon, munculnya gigantisme disebabkan oleh tumbuhnya sel tumor pada kelenjar hipofisis. Pengaruh makanan yang tidak sehat seperti makanan kaleng, makanan cepat saji meningkatkan resiko pertumbuhan sel tumor.

Penyebab lain dari gigantism adalah adanya kelainan jaringan endokrin atau McCune-Albright Syndrome, Nuerofibromatosis, neoplasia multipel, dan Carney Complex.

Gejala Gigantisme

Gejala yang dapat ditemukan pada anak-anak atau remaja dengan Gigantisme antara lain

  1. Pembesaran pada tangan dan kaki
  2. Tinggi badan melebihi usia teman sebaya
  3. Ruas jari tangan yang tebal.
  4. Pembesaran dagu dan dahi.
  5. Wajah terlihat selalu berminyak
  6. Keterlambatan masa pubertas
  7. Sering berkeringat.
  8. Perubahan suara
  9. Nyeri persendian

Kondisi lebih serius yang dapat timbul dan ditemukan pada pemerikaan oleh dokter antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  1. Peningkatan glukosa darah
  2. Tekanan darah tinggi
  3. Kelainan jantung (ukuran jantung besar)

Diagnosis Gigantisme

Selain pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan serangkai pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis gigantisme. Pemeriksaan penunjang tersebut meliputi

  1. Pemeriksaan Hormon
    Pemeriksaan hormon dilakukan untuk mendeteksi kadar hormon pertumbuhan atau Growth Hormone.
  2. Pemeriksaan IGF-1
    Tes kadar IGF-1 pada kelenajr hipofisis dilakukan untuk mendiagnosis gigantisme. Peningkatan level IGF-1 memicu terjadinya gigantisme.
  3. Tes Toleransi Glukosa
    Pemeriksaan toleransi glukosa dilakukan dengan memberikan 75 gram gula dan melihat kadar GH. Jika kadar GH tidak berkurang dengan konsumsi gula, ini menjadi tanda bahwa adanya kelainan GH.
  4. Pemeriksaan CT-scan dan MRI
    Pemindaian dengan CT-scan atau MRI dapat berguna untuk mendeteksi penyebab gangguan hormon dan melihat adanya tumor hipofisis yang mungkin saja terjadi. 

Perbandingan Gigantisme dan Akromegali

Selain giganisme, terdapat gangguan pertumbuhan yang dapat terjadi yang disebut akromegali. Perbedaan antara kedua ini dalah pada akromegali terjadi pertumbuhan berlebihan anggota tubuh beserta organ lainnya yang muncul pada orang dewasa sekitar umur 40 tahun ke atas. Sedangkan pada gigantisme, kelainan hormon pertumbuhan terjadi pada masa anak-anak hingga remaja yang menimbulkan tubuh lebih besar dan lebih tinggi dibanding teman seusianya.

Penanganan pada Gigantisme

Dalam diagnosis gigantisme dokter sebelumnya akan menanyakan keluhan yang terjadi, melakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang medis. Setelah menentukan penyakit barulah dokter memilih terapi yang tepat untuk menyembuhkan kelainan ini. 

  1. Operasi
    Indikasi tindakan operasi harus dilihat dari beberapa faktor yaitu ukuran dan lokasi tumor hipofisis, usia, dan gejala medis. Metode operasi dilakukan dengan membuang sel tumor di kelenjar hipofisis. Dengan membuang sel tumor maka fungsi kelenjar hipofisis dalam pembentukan hormon dapat berfungsi baik seperti semula.
  2. Terapi Radiasi
    Terapi radiasi merupakan alternatif lain dengan menggunakan sinar gamma untuk menangani sel tumor hipofisis yang menyebabkan gigantisme.
  3. Obat-obatan
    Obat-obatan juga menjadi tatalaksana penting untuk menghambat perkembangan GH dan insulin. Jenis obat tersbut antara lain ocreotide dan lanreotide yang merupakan obat golongan analog somatostatin.
    Obat bromocriptine juga bekerja menurunkan kadar GH dan dapat dikombinasikan dengan obat golongan somatostatin. Injeksi pegvisoment dapat meneteralkan level IGF-1. 

Pencegahan Gigantisme

Gigantisme sulit dicegah karena ini berkaitan dengan perkembangan hormon secara internal. Gejala awal juga menjadi tanda bahwa orang tua perlu memeriksa kesehatan anaknya sehingga tidak semakin parah atau memicu komplikasi serius sepert insufisiensi kelenjar adrenal atau diabetes indipidus akibat kondisi ini.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit