Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI

Gejala Diabetes Melitus - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: SEP 22, 2019 Tinjau pada SEP 22, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.608.033 orang

Siapa yang tidak pernah mendengar istilah sakit gula/ sakit kencing manis. Dalam istilah kedokteran, sakit gula disebut Diabetes Melitus/ lebih dikenal dengan sebutan diabetes

Diabetes adalah kondisi seumur hidup yang menyebabkan tingkat gula darah seseorang menjadi terlalu tinggi dengan 5  gejala utama yaitu sering merasa lapar(polifagia), sering merasa haus (polidipsi)  dan sering buang air kecil (poliuria), kehilangan berat badan, kelelahan. 

Hal ini merupakan masalah yang cukup besar karena dapat menjadi pemicu utama berbagai macam penyakit seperti gangguan saraf, penglihatan, kolesterol tinggi dan sakit jantung

Dua tipe utama Diabetes Melitus

Seperti yang diketahui sebelumnya, ada 2 tipe diabetes melitus, yakni tipe 1 dan tipe 2, yang mana tipe 1 lebih dikenal dengan diabetes bawaan lahir, atau tipe ini diturunkan dari orang tua ke anaknya. Sedangkan tipe 2 disebabkan oleh gaya hidup.            

Secara garis besar, bisa dikatakan demikian, namun diabetes tipe 2 tidak sepenuhnya disebabkan oleh gaya hidup, karena seseorang dengan riwayat keluarga yang memiliki diabetes, akan memiliki 8x resiko lebih besar untuk terserang diabetes tipe 2. 

Hal ini membuktikan bahwa diabetes tipe 2 juga dipengaruhi oleh faktor keturunan. Berikut perbedaan diabetes tipe 1 dan tipe 2 menurut mekasnisme kerjanya pada tubuh manusia.

  • diabetes tipe 1
  • diabetes tipe 2 di mana tubuh sel-sel tubuh tidak bereaksi terhadap insulin (resistensi) , ganggua pengengeluaran (sekresi) insulin, dan produksi gula darah oleh hati secara berlebihan. Pada tahap awal diabetes tipe 2, insulin dihasilkan, tapi sel tubuh tidak bisa merespon insulin dengan baik, sehingga fungsi insulin tidak normal.  Sedangkan pada tahap yang lebih lanjut, kemungkinan fungsi insulin akan menurun seiring berjalannya waktu dan pada akhirnya kelenjar penghasil insulin yakni pankreas akan mengalami kerusakan permanen.

Pada diabetes tipe 1, insulin tidak diproduksi sama sekali (defisiensi insulin) karena kelenjar yang memproduksi insulin tidak berfungsi dan kemungkinan terjadi ketosis (penumpukan asam yang berlebihan dalam tubuh) .Pada defisiensi insulin terjadi . sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin. Insulin adalah suatu hormon yang digunakan oleh tubuh untuk menurunkan gula darah dalam tubuh

Diabetes tipe 2 jauh lebih umum daripada tipe 1. Di Indonesia sekitar 12 juta orang terkena diabetes tipe 2.

Selain tipe 1 dan tipe 2 ada 1 jenis diabetes melitus yang harus Anda ketahui, yaitu diabetes yang terjadi selama masa kehamilan. Pada saat hamil trimester 2 dan trimester 3, beberapa wanita memiliki kadar glukosa darah yang sangat tinggi untuk memenuhi kebutuhan energi si kecil, sehingga terkadang tubuh mereka tidak dapat memproduksi insulin yang cukup untuk meregulasi glukosa darah.

Kondisi ini dikenal sebagai diabetes gestasional. Pada gestational diabetes, kondisi tingginya gula darah akan membaik setelah proses kelahiran.  

Apa penyebab utama Diabetes Melitus?

Pasti Semua orang setuju seseorang terkena diabetes karena terlalu banyak mengkonsumsi makanan-makanan manis.Padahal meningkatnya kadar gula dalam darah belum tentu hanya disebabkan oleh makanan-makanan manis. 

Menurut dr.Budiman Darmowidjojo, Sp.PD, diabetes melitus tidak berhubungan dengan kebanyakan makan gula. Seseorang didiagnosis diabetes ketika tubuhnya tidak cukup menghasilkan insulin atau tidak menggunakan insulin yang ada dengan benar. "Tidak benar jika penyakit ini timbul karena kebanyakan makan makanan manis," katanya.

Faktor yang menyebabkan tingginya jumlah penderita adalah karena perubahan pola makan menjadi tinggi lemak dan kurangnya aktivitas fisik.  Keterkaitan penyakit ini dengan gula mungkin berpangkal dari kenyataan penderita diabetes harus membatasi asupan gula mereka.

"Yang harus dibatasi sebenarnya bukan hanya gula, tetapi total kalori karena sebagian besar yang kita makan untuk dijadikan energi akan diubah menjadi glukosa.   

Selain itu, ada beberapa faktor resiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang menderita diabetes melitus, yaitu :  

Faktor Genetik

Penyebab diabetes yang bisa terjadi salah satu nya yaitu dikarenakan oleh ada nya faktor genetik.Perlu diingat, bukan hanya diabetes tipe 1 yang dipengaruhi oleh faktor genetik, tetapi diabetes tipe 2 juga memiliki hubungan yang erat dengan faktor keturunan.  Karena memiliki keluarga yang juga menderita penyakit diabetes maka dari memiliki kemungkinan besar untuk menderita penyakit diabetes. Oleh sebab itu jika memiliki riwayat penyakit diabetes maka ada kemungkinan juga untuk menderita penyakit diabetes jika tidak menjaga kesehatan dan juga kadar gula darah.  

Faktor Berat badan (Obesitas)

Berat badan memang bisa mempengaruhi kesehatan, karena berat badan pun bisa menjadi suatu penyakit, dan penyakit diabetes pun bisa terjadi dikarenakan oleh berat badan.  Memiliki berat badan yang berlebihan (overweight dan obesitas) memiliki kemungkinan untuk menderita penyakit diabetes salah satu nya.oleh sebab itu penyebab diabetes bisa di sebabkan oleh berat badan.  

Faktor Makanan

Penyebab diabetes pun bisa terjadi dari makanan yang di konsumsi, jika sering mengkonsumsi makan makanan yang tidak sehat seperti hal nya makanan yang mengandung lemak tinggi atau pun memiliki kadar manis dari gula yang banyak maka bisa menjadi penyebab diabetes.  Oleh sebab itu jaga asupan makanan yang baik agar tidak mengalami naik nya kadar gula darah.  

Faktor Merokok

Rokok merupakan sumber penyakit, dan rokok pun bisa menjadi penyebab diabetes juga oleh sebab itu mengapa penggunaan rokok itu di larang dan tidak baik untuk di gunakan.  

Konsumsi alkohol dan kafein

Mencegah lebih baik daripada mengobati

Seperti yang diketahui, diabetes melitus baik itu tipe 1 maupun tipe 2 tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol dengan modifikasi gaya hidup dan obat-obatan.

Pengobatan diabetes tipe 1 adalah dengan menggunakan terapi insulin yang disuntik 1- 4 kali setiap harinya. Sedangkan untuk diabetes tipe 2 bervariasi dari mengubah pola hidup, mengkonsumsi obat anti diabetes dan untuk tahap yang lebih lanjut menggunakan insulin.

Oleh karena itu, penting untuk mencegah agar dikemudian hari Anda tidak menderita diabetes melitus.Sesuai dengan faktor resiko penyebab diabetes, Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya diabetes melitus:

  • Jaga berat badan dan lingkar pinggang anda

Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor risiko penting yang dapat menyebabkan Anda terkena diabetes. Obesitas dapat meningkatkan risiko Anda 20-40 kali lebih besar untuk mengalami diabetes.  Selain berat badan, Lingkar pinggang juga merupakan salah satu indikator yang penting, karena ketika lingkar pinggang Anda lebih dari 1m untuk pria, dan 90cm untuk wanita, Anda perlu berhati-hati dalam memilih makanan.

  • Menerapkan hidup yang aktif

Gaya hidup sedenter atau gaya hidup yang tidak aktif juga berperan dalam mengembangkan risiko diabetes tipe 2. Sering menggunakan otot Anda untuk bergerak dapat meningkatkan kemampuan otot untuk menggunakan insulin dan meningkatkan metabolisme glukosa. Olah raga secara teratur 5 kali dalam seminggu dengan durasi setiap olah raga minimal 30menit.

  • Jaga asupan makan Anda Tentu, untuk dapat menghindari Anda dari diabetes, pola makan Anda harus berubah menjadi pola makan sehat dengan gizi seimbang. Terdapat 4 perubahan penting yang dapat Anda lakukan untuk mencegah diabetes tipe 2, yaitu:
  • Pilihlah karbohidrat dari biji-bijian utuh (whole grain) daripada yang sudah diproses (refined grain)
  • Kurangi konsumsi minuman manis yang tinggi kalori
  • Pilihlah sumber lemak baik seperti kacang-kacangan, alpukat, kelapa daripada lemak jahat yang dihasilkan oleh gorengan
  • Batasi daging merah dan hindari daging olahan
  • Berhenti merokok

Jika Anda perokok, sebaiknya Anda berhenti merokok segera. Merokok sangat berbahaya bagi kesehatan, termasuk juga dapat menyebabkan diabetes. Perokok lebih dapat berisiko terkena diabetes sebesar 50% atau lebih dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, dan perokok berat mempunyai risiko diabetes lebih tinggi lagi.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Dok mau tanyak..pepesan apa ya yg buat nyembuhin luka di karnakan diabetes
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit