Tes Pendengaran: Fungsi dan 2 Prosedur yang Dilakukan

Dipublish tanggal: Des 9, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Tes Pendengaran: Fungsi dan 2 Prosedur yang Dilakukan

Seiring bertambahnya usia, fungsi organ-organ tubuh mulai mengalami penurunan secara alami. Hal ini juga terjadi pada sistem pendengaran Anda, sehingga lambat laun kemampuan Anda dalam mendengar akan menurun. Selain karena faktor usia, cedera dan penyakit tertentu juga dapat memicu gangguan pendengaran. Untuk memastikan apakah pendengaran Anda masih optimal atau tidak, bisa dilakukan dengan tes pendengaran.

Sekilas tentang gangguan pendengaran

Seseorang dapat mendengar karena adanya gelombang suara yang masuk melalui telinga, kemudian diteruskan oleh saraf menuju otak. Namun, jika ada bagian tertentu pada telinga yang mengalami kerusakan, maka hal ini bisa menghambat masuknya gelombang suara sehingga terjadi gangguan pendengaran.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Gangguan pendengaran terbagi menjadi 2, yaitu tuli konduktif dan tuli sensorineural. Tuli konduktif terjadi ketika adanya gangguan pada telinga bagian tengah. 

Kondisi tersebut membuat gelombang suara tidak bisa masuk ke bagian dalam telinga. Akibatnya, tuli konduktif membuat seseorang mengalami gangguan pendengaran sementara ataupun secara permanen. 

Sementara itu, tuli sensorineural adalah adanya kerusakan pada koklea yang berada di telinga bagian dalam. Koklea ini berisi saraf-saraf pendengaran, sehingga apabila saraf tersebut rusak maka pendengaran tidak bisa normal. Biasanya, kondisi tuli sensorineural ini menyebabkan kerusakan permanen, baik pada salah satu maupun kedua telinga.

Tuli konduktif dan sensorineural dapat terjadi secara bersama-sama maupun terpisah. 

Siapa yang membutuhkan tes pendengaran?

Bila dicurigai adanya masalah pada organ pendengaran, dokter biasanya akan menganjurkan pasien untuk melakukan tes pendengaran. Umumnya, tes pendengaran ditujukan untuk kondisi berikut ini:

  • Mengalami telinga berdengung
  • Berbicara terlalu keras pada lawan bicara
  • Meminta seseorang untuk mengulang pembicaraan 
  • Sulit mendengar percakapan, terutama dalam kondisi ramai
  • Menonton televisi dengan volume yang keras
  • Memiliki kelainan maupun cacat bawaan lahir pada telinga, seperti mikrotia

Segera konsultasikan ke dokter bila Anda atau anggota keluarga mengalami salah satu kondisi tersebut. Semakin cepat dilakukan tes pendengaran, maka semakin cepat pula diketahui penyebab gangguan pendengaran yang dialami.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Baca Juga: 3 Jenis Gangguan Pendengaran dan Faktor Penyebabnya

Yang harus dipersiapkan sebelum tes pendengaran

Sebelum melakukan tes pendengaran, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Berikut ini ialah hal-hal yang harus dilakukan sebelum tes pendengaran, antara lain:

  • Beri tahukan dokter jika telinga Anda terasa sakit saat mendengar suara yang nyaring.
  • Beri tahukan dokter jika Anda sedang minum antibiotik yang berisiko merusak fungsi organ pendengaran.
  • Dokter akan melakukan pembersihkan telinga terlebih dahulu apabila teligna pasien terdapat kotoran, sehingga mengganggu pemeriksaan. Hal ini bertujuan supaya tes pendengaran berjalan dengan lancar.
  • Lepas semua aksesoris seperti anting, kacamata, dan aksesoris lainnya sebelum tes pendengaran mulai dilakukan.

Sebelum melakukan tes pendengaran, pasien kadang juga diminta untuk melakukan keramas terlebih dulu.

Prosedur tes pendengaran

Tes pendengaran memiliki banyak jenis. Masing-masing jenis tes pendengaran dilakukan sesuai dengan kondisi gangguan pendengaran yang dialami. Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter THT untuk mendapatkan tes pendengaran yang sesuai dengan kebutuhan.

Berikut ini sejumlah tes pendengaran dan prosedurnya, antara lain:

1. Tes bisik

Saat melakukan tes bisik, pasien akan diminta untuk menutup lubang telinga yang tidak dilakukan pemeriksaan. Selanjutnya, dokter akan mengucapkan beberapa kata atau huruf namun dengan suara yang pelan. Pada jarak 1 meter di belakang pasien, dokter akan membisikkan kata-kata tersebut dan meminta pasien untuk mengulangnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Cefspan 100mg cap 1

2. Tes garpu tala

Tes garpu tala adalah jenis tes pendengaran menggunakan frekuensi 512 Hz untuk mengetahui bagaimana respon pasien terhadap suara dan getaran. Tes ini dilakukan dengan membenturkan gapur tala ke benda benda yang keras, kemudian ujung garpu yang bergetar akan ditempelkan ke dahi pasien.

Jika pendengaran pasien normal, maka pasien akan mendengar suara yang keras di kedua telinganya. Namun, jika suara keras hanya terdengar di telinga yang kondisinya baik, maka pasien mengalami tuli sensorineural. Sebaliknya, jika hanya terdengar di telinga yang rusak maka pasien mengalami tuli konduktif. 

Bila Anda merasa sulit mendengar suara-suara di sekitar atau baru saja mengalami cedera di bagian telinga, segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan menyarankan tes pendengaran yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Baca Juga: Lakukan Cek Audiometri untuk Cek Fungsi Pendengaran Anda

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What? 6 Signs You Need a Hearing Test. Everyday Health. (https://www.everydayhealth.com/cold-flu-pictures/what-signs-you-need-hearing-test.aspx)
Do You Need a Hearing Test?. The National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD). (https://www.nidcd.nih.gov/health/do-you-need-hearing-test)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app