Efek Alkohol pada Asian Flush Syndrome

Dipublish tanggal: Mar 19, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Efek Alkohol pada Asian Flush Syndrome

Apa itu Asian flush syndrome dan apa tanda-tanda yang sering muncul? 

Wajah merah yang muncul setelah mengonsumsi minuman beralkohol bukan tanda dari energi qi yang kuat atau sirkulasi darah yang baik, tetapi ini merupakan indikasi bahwa tubuh anda tidak memetabolisme alkohol dengan efisien. 

Fenomena yang dinamakan Asian flush syndrome ini paling sering dialami oleh orang asia seperti keturunan tiongkok, jepang, dan korea. 

“Bila anda orang asia dan sering mengonsumsi minuman alkohol, anda memiliki resiko lebih tinggi mengalami kanker lambung atau esophagus atau ulkus peptikum Karena instabilitas genetic pada proses asetildehida, metabolism racun pada alkohol.”, kata Dr Tan Ek Khoon, konsultan asosiasi Departemen hepatopankreatobilier dan operasi transplantasi, rumah sakit umum Singapura, anggota dari grup SingHealth.

Beberapa metode utama dimana tubuh memetabolisme atau memecahkan alkohol bergantung pada 2 enzim :

  • Alkohol dehidrogenase yang mengubah alkohol menjadi asetaldehida dan
  • Asetaldehid dehidrogenase (ALDH2) yang memecah asetaldehida ke komponen berbahaya (toksin).

Karena perbedaan genom, 80 persen dari orang asia memiliki alkohol dehidrogenase yang overaktif. Maka ini akan memecahkan alkohol menjadi asetildehida dengan sangat cepat, bahkan 100 kali lebih cepat. Selama alkohol dipecahkan lebih cepat, itulah mengapa anda harus mengurangi bahkan menghindari alkohol.

Di samping itu, banyak orang asia memiliki varian inaktif dari enzim hati ALDH2 yang disebutkan sebelumnya. Kondisi ini berarti produksi asetildehida memiliki waktu lebih lama untuk menetralisirnya dari dalam darah.

Asian Flush Syndrome Meningkatkan Resiko Pada Beberapa Penyakit Dan Kanker

Pembuatan asetaldehida menjadi penyebab pembuluh darah melebar dan wajah memerah yang disebut “asian flush syndrome”. Masalah ini bertuju pada kondisi estetik : asetaldehida lebih beracun daripada alkohol dan diketahui menjadi agen penyebab kanker.

“Asetaldehida memicu inflamasi pada saluran pencernaan bagian atas, menyebabkan kerusakan DNA, dan meningkatkan resiko salah satunya penyakit pencernaan, seperti kanker esofagus dan kanker lambung layaknya ulkus peptikum.”, kata Dr Tan.

Jika anda terkena asian flush syndrome dan mengonsumsi 2 gelas bir detiap hari, resiko anda terkena kanker esofagus meningkat 10 kali lebih tinggi dari seseorang dengan kadar ALDH2 yang normal.

Tanda Dari Asian Flush Syndrome:

  • Wajah merah
  • Detak jantung meningkat
  • Mual
  • Sakit kepala

Cara Mengatasi Asian Flush Syndrome

Salah satu cara mengatasi asian flush syndrome adalah dengan minum air putih. Departemen hepatopankreatobiliari dan operasi transplan berbagi tips lain untuk mengatasi kondisi ini.

Asian Flush Syndrome  adalah istilah yang diberikan karena fenomena yang teramati saat wajah seseorang menjadi merah setelah meminum minuman beralkohol. Kondisi ini dialami oleh orang asia seperti keturunan Tiongkok, Jepang, dan Korea.

Beberapa Cara Untuk Anda Dalam Mengatasi Asian Flush Syndrome:

Jangan mengonsumsi minuman alkohol

Kurangi jumlah alkohol. Pria memerlukan batas konsumsinya sendiri yakni 2 gelas bir per hari dan wanita 1 gelas bir per hari. 1 standar konsumsi alkohol : 1 kaleng bir (355ml/5% alkohol) atau 1 gelas wine (sekitar 150ml/12,5% alkohol)

Hindari Pesta Minuman Keras (Mabuk-mabukkan)

Pesta miras membuat kemampuan metabolisme alkohol pada tubuh akan berlebihan. Jika anda seseorang dengan asian flush syndrome, tunggu sampai merah pada wajah menghilang sebelum mengonsumsi minuman selanjutnya agar terhindar dari overload asetaldehida. Di samping itu, liver hanya memetabolisme sekitar 1 ons (30ml alkohol per jam), setara dengan kurang dari 1 kaleng bir atau 1 gelas wine.

Pilih minuman dengan kadar alkohol yang sedikit

Baca label botol. Pilihlah wine merah atau wine putih dengan kandungan alkohol kurang dari 12,5% per alkohol volum (APV). Bir, wine coolers, table wine dan sparkling wine memiliki kadar APV yang rendah daripada spirits.

Makan sebelum minum alkohol

Lambung yang penuh menjaga lapisan lambung melawan iritasi berlebih akibat alkohol. Konsumsi makanan ringan dengan karbohidrat yang tinggi seoerti keju, pizza, pasta, dan roti mencegah alkohol masuk kedalam usus kecil dengan cepat dan memperlambat penyerapan alkohol.

Minum air putih dengan alkohol secara bergantian

Alkohol bersifat diuretik, yang menimbulkan rasa haus berlebih. Kurangi rasa haus anda dengan meminum air putih tanpa kandungan alkohol. 

Minum sup setelah mabuk

Obat topical untuk wajah

FDA telah menyetujui penggunaan obat brimonidine berbentuk gel untuk mengatasi kemerahan pada wajah akibat Asian flushing syndrome.

 

 


26 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Party Safe: Alcohol Intolerance. Open Computing Facility at UC Berkeley. (https://www.ocf.berkeley.edu/~sather/party-safe-alcohol-intolerance/)
Red face after drinking alcohol: Causes and prevention. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/325619.php)
Alcohol Allergies: Symptoms, Signs, and Treatment for Reactions. Healthline. (https://www.healthline.com/health/allergies/alcohol)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app