Duh, Akibat Keputihan Bisa Mandul!

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Jun 14, 2019 Waktu baca: 2 menit
Duh, Akibat Keputihan Bisa Mandul!

Beberapa jenis penyakit akan menimbulkan komplikasi atau penyulit apabila itu berlangsung lama dan tak kunjung sembuh, begitu pula dengan keputihan pada wanita. Apabila tidak diobati dengan baik ada beberapa masalah penyakit akibat keputihan yang harus diwaspadai.

Penyakit akibat keputihan pada wanita masih erat kaitannya dengan sistem reproduksi dan juga sistem perkemihan karena letaknya yang berdekatan, sebagian dapat berlangung ringan, namun ada juga yang berbahaya bahkan sampai menyebabkan kemandulan (infertilitas).

Maksud dari keputihan di sini adalah keputihan yang tidak normal (penyakit), sedangkan kalau keputihan normal maka tidak menimbulkan masalah apa-apan. Ingin tahu beda keputihan yang normal dan yang tidak? silahkan baca: Keputihan Normal vs Penyakit

Daftar Penyakit Akibat dari Keputihan yang Berlebihan yang Tidak Diobati Dengan Baik:

  • Vaginitis Bakteri (Bacterial vaginitis)
  • Vaginitis Jamur
  • Radang panggul (Pelvic inflammatory disease)
  • Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Vaginitis Bakteri (Bacterial vaginitis)

Vaginitis bakteri berarti iritasi dan peradangan yang terjadi selaput vagina. Masalah ini disebabkan oleh pertumbuhan bakteri yang berlebih. Bakteri Gardnerella merupakan penyebab yang paling sering.

Gejala umum dari vaginitis bakteri termasuk rasa nyeri, kemerahan, gatal pada area kewanitaan, berbau busuk dan keputihan bisanya berwarna kekuningan, dan lain-lain.

Vaginitis Jamur

Sama seperti di atas, tapi kalau yang ini disebabkan oleh infeksi jamur. Gejalanya berupa keputihan berwarna putih seperti gumpalan susu dan gatal di area kewanitaan. Gejala tambahan berupa kemerahan atau rasa sakit di jalan lahir, serta ruam pada pangkal paha.

Untungnya penyakit ini lebih mudah diobati yaitu dengan krim oles atau supositoria yang mengandung obat antijamur, serta obat antijamur oral.

Radang Panggul

Radang panggul berarti terjadinya infeksi pada organ reproduksi wanita yang berada di dalam panggul. Penyakit radang panggul biasanya disebabkan oleh penyakit menular seksual, seperti infeksi gonore atau klamidia. Inilah penyakit akibat keputihan yang paling berbahaya karena sering menyebabkan kemandulan.

Gejala penyakit radang panggul termasuk keputihan, nyeri perut bagian bawah, demam, nyeri selama "hubungan", mual, muntah, nyeri punggung bawah, dan perdarahan menstruasi yang berat.

Pengobatan untuk penyakit radang panggul berupa antibiotik, dan paracetamol atau obat anti-inflamasi nonsteroid untuk rasa sakit dan demam. Terkadang operasi diperlukan untuk mengeringkan infeksi yang telah membentuk nanah (abses) pada panggul. Lebih lanjut silahkan baca: Radang Panggul Akibat Keputihan Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih akibat keputihan terjadi ketika bakteri dari cairan keputihan masuk ke uretra, dan kemudian menyebar ke kandung kemih lalu bisa naik ke ginjal. Sekitar 30 persen dari wanita mengalami infeksi saluran kemih pada beberapa waktu selama hidup mereka, tetapi infeksi saluran kemih sangat jarang pada laki-laki.

Gejala infeksi saluran kemih termasuk rasa sakit saat buang air kecil, peningkatan frekuensi kencing (sering kencing), dorongan konstan untuk buang air kecil (anyang-anyangan), darah dalam urin, demam, dan nyeri perut bagian bawah. Gejala tambahan apabila infeksi menyebar ke ginjal termasuk nyeri punggung, nyeri pinggang, meriyang dan muntah.

Pengobatan infeksi saluran kemih melupti banyak minum air putih, obat penghilang rasa sakit, dan antibiotik. Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi saluran kemih mungkin memerlukan operasi, untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi. Lebih lanjut silahkan baca: Infeksi Saluran Kemih Dengan mengetahui berbagai komplikasi akibat keputihan tersebut saya berharap Anda lebih care terhadap diri sendiri, khususnya masalah keputihan pada wanita sehingga secepatnya bisa mendapatkan pengobatan dengan tuntas.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Vaginal discharge color guide: Causes and when to see a doctor. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/322232.php)
Vaginal Discharge: Causes, Treatments, and Colors. Healthline. (https://www.healthline.com/symptom/vaginal-discharge)
Vaginal Discharge: Causes, Types, Diagnosis and Treatment. WebMD. (https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app