ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Cetyl Myristoleate: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Nov 10, 2020 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 2 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Cetyl myristoleate adalah obat untuk mengatasi osteoarthritis. Tersedia dalam bentuk kaplet dan krim untuk kulit;
  • Manfaat cetyl myristoleate juga dapat membantu mengatasi bursitis, asam urat, rheumatoid arthritis, fibromyalgia, hingga cedera olahraga;
  • Cetyl myristoleate bertindak sebagai pelumas sendi dan agen anti-inflamasi yang mampu mengurangi nyeri pada tulang dan sendi;
  • Dosis cetyl myristoleate adalah 2 x sehari 1 kapsul. Untuk sediaan krim dioleskan 3-4 x sehari pada bagian tubuh yang sakit;
  • Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan cetyl myristoleate saat hamil atau merencanakan kehamilan, maupun sedang menyusui
  • Klik untuk mendapatkan cetyl myristoleate berupa Fleximuv atau obat otot, tulang, dan sendi lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Cetyl myristoleate adalah asam lemak yang secara alami ditemukan pada beberapa hewan seperti sapi, tikus, berang-berang, dan paus. Berkat perkembangan teknologi, jenis lemak ini kini tersedia dalam bentuk suplemen maupun krim untuk kulit.

Cetyl myristoleate dikenal dengan banyak nama, yaitu CMO, Cis-9-cetylmyristoleate, dan asam lemak cetylated. Zat ini disebut-sebut sebagai obat untuk mengatasi sejumlah kondisi kesehatan, terutama osteoarthritis.

Mengenai Cetyl Myristoleate

Golongan

Tanpa resep dokter

Kemasan

  • Kaplet
  • Krim

Kandungan

Cetyl Myristoleate

Manfaat Cetyl Myristoleate

Cetyl myristoleate muncul di pasaran sebagai suplemen pada tahun 1991. Zat ini pertama kali diekstraksi dari tikus albino milik National Institures of Health Swiss yang resisten terhadap arhtirits.

Suplemen tersebut banyak digunakan untuk mengobati sejumlah masalah kesehatan, seperti:

  • Bursitis;
  • Asam urat;
  • Osteoarthritis;
  • Rheumatoid arthritis;
  • Fibromyalgia;
  • Cedera olahraga.

Cetyl myristoleate bertindak sebagai pelumas sendi dan agen anti-inflamasi. Tak hanya itu, zat yang dikenal dengan CMO ini juga mampu menekan jalur siklooksigenase dan lipoksigenase dari metabolisme asam arakidonat. 

Berkat kedua cara kerja itulah, cetyl myristoleate dapat mengurangi produksi hormon pencetus nyeri, seperti prostaglandin dan leukotrien, sehingga nyeri tulang dan sendi dapat berkurang. Jika digunakan dengan benar, obat ini bahkan mampu mengurangi risiko kerusakan sendi lebih lanjut.

Menurut studi dalam Jounral of Rheymatology tahun 2004, para ahli menemukan bahwa krim mengandung cetyl myristoleate dapat membantu meningkatkan fungsi tulang dan sendi pada penderita osteoarthritis lutut. Setelah menggunakan obat secara rutin, pasien tampak lebih stabil menjaga keseimbangan, mampu naik-turun tangga, dan lebih mudah bangkit dari duduk.

Efek samping Cetyl Myristoleate

Sejauh ini, belum diketahui kemungkinan efek samping yang muncul akibat penggunaan cetyl myristoleate. Jika muncul tanda-tanda yang tak biasa atau perburukan gejala, segera periksakan diri ke dokter.

Dosis Cetyl Myristoleate

Dosis cetyl myristoleate bisa jadi berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung dari usia, jenis kelamin, tingkat keparahan penyakit, dan kebutuhan masing-masing orang.

Dosis cetyl myristoleate berdasarkan jenis sediaannya meliputi:

  • Kaplet: 2 x sehari 1 kapsul;
  • Krim: 3-4 x sehari, dioleskan secukupnya pada bagian tubuh yang sakit.

Diskusikan lebih lanjut dengan dokter mengenai dosis obat yang tepat dan sesuai kondisi Anda.

Interaksi Cetyl Myristoleate

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, obat tidak dapat bekerja dengan maksimal atau bahkan menimbulkan racun yang membahayakan tubuh.

Sejauh ini, belum ditemukan kemungkinan interaksi cetyl myristoleate dengan obat-obatan lainnya. Beri tahukan dokter mengenai obat-obatan yang sedang Anda konsumsi untuk mencegah potensi interaksi obat.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan cetyl myristoleate adalah sebagai berikut:

  • Beri tahukan dokter jika Anda memiliki riwayat alergi obat atau penyakit tertentu;
  • Sampaikan pada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, maupun herbal apa pun;
  • Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan cetyl myristoleate saat hamil atau merencanakan kehamilan, maupun sedang menyusui.

Artikel terkait:


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Very Well Health. The Health Benefits of Cetyl Myristoleate. (https://www.verywellhealth.com/the-benefits-of-cetyl-myristoleate-89434). 24 Juli 2020.
Journal of Rheumatology. Effect of a cetylated fatty acid topical cream on functional mobility and quality of life of patients with osteoarthritis. (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15088305/). April 2004.
Kaiser Foundation Health Plan of Washington. Cetyl Myristoleate. (https://wa.kaiserpermanente.org/kbase/topic.jhtml?docId=hn-2825006). 24 Maret 2015.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app