Cara Mudah Mengukur Kebugaran Jantung dan Paru Paru

Dipublish tanggal: Jul 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 16, 2019 Waktu baca: 2 menit
Cara Mudah Mengukur Kebugaran Jantung dan Paru Paru

Agar dapat beraktivitas setiap hari dengan lancar dan tubuh tetap sehat maka pastikan organ vital jantung dan paru-paru dapat bekerja dengan baik. Nah, untuk memastikan dua organ ini tetap sehat dan bugar, maka terdapat cara mudah untuk mengetahui kinerja jantung dan paru-paru. 

Sehingga anda pun tidak harus periksa ke dokter, karena sudah bisa melakukan pemeriksaan sendiri.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Kebugaran Jantung dan Paru-Paru

Kita ketahui bersama kalau kebugaran tubuh seseorang dapat diukur menggunakan berbagai cara. Mulai dari tingkat kebugaran jantung, kebugaran otot dan kebugaran paru-paru. Kebugaran pada bagian tubuh manusia ini ternyata dapat ditingkatkan dengan anda melakukan aktivitas olahraga.

Apabila anda rajin melatih kebugaran jasmani, kekuatan dan daya tahan jantung dan paru-paru akan meningkat. Hasilnya anda dapat melakukan berbagai aktivitas dengan lancar dan tidak mudah merasa lelah.

Cara Mengukur Kebugaran Jantung dan Paru-Paru

Apabila anda ingin bisa mengukur kerja jantung dan paru-paru maka anda dapat melakukan berbagai tes medis di rumah sakit. Untuk mengetahui kebugaran paru-paru maka anda bisa mencoba tes Pulmonary Function Test. Kalau mengetahui kebugaran jantung maka Anda dapat melakukan tes Ekokardiografi. Tentunya untuk melakukan tes medis tersebut Anda harus rela mengeluarkan biaya yang banyak.

Anda tidak perlu khawatir karena anda dapat mengetahui tingkat kebugaran jantung dan paru-paru lebih mudah dengan melakukan senam aerobik. Sehingga Anda tidak perlu repot pergi ke rumah sakit dan mengikuti berbagai tahapan tes medis.

Olahraga aerobic merupakan sebuah olahraga yang memiliki gerakan yang teratur dan dilakukan secara berulang-ulang serta dalam durasi tertentu. Olahraga aerobik ini seperti jogging, bersepeda, berenang, dan senam aerobik. 

Mengingat olahraga aerobik identik dengan gerakan yang berulang-ulang maka dibutuhkan asupan oksigen yang baik dan energi yang stabil. Sehingga olahraga ini sangat baik untuk menjaga kebugaran jantung dan paru-paru dapat berfungsi secara maksimal. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Setelah melakukan aktivitas olahraga aerobik maka anda dapat mengukur kebugaran jantung dan paru-paru melalui denyut jantung anda.

Cara mengukur kebugaran jantung dan paru-paru melalui latihan aerobik. Langkah pertama yang harus anda siapkan yaitu peralatan olahraga dan stopwatch. Langkah selanjutnya yaitu menghitung detak jantung ketika anda melakukan aktivitas dan denyut jantung ketika istirahat. 

Terdapat dua langkah yang dapat anda lakukan untuk mengukur detak jantung. Untuk lebih lengkapnya silahkan simak penjelasannya berikut ini.

  • Tahapan pertama silahkan mengukur detak jantung istirahat menggunakan rumus menghitung jumlah detak jantung istirahat selama 10 detik dan dikalikan 6 sehingga mendapat hasil detak jantung 1 menit.
  • Mengukur pembuluh nadi pada leher dan nadi pada pergelangan tangan. Setelah anda melakukan olahraga aerobik selama 10 menit maka silahkan melihat stopwatch dan hitung berapa banyak detak jantung selama 10 detik. Kemudian hasilnya silahkan kalikan dengan 6 untuk memperoleh hasil detak jantung selama 1 menit. Contoh, selama 10 detik anda memiliki 18 detak jantung dan dikalikan 6. Maka dalam waktu 1 menit anda memiliki 108 detak jantung.
  • Ukuran detak jantung normal dalam waktu 1 menit untuk orang dewasa yang sehat dan bugar :
  1. Umur 25 tahun : 98 sampai 146
  2. Umur 35 tahun : 98 sampai 138
  3. Umur 45 tahun : 88 sampai 131
  4. Umur 65 tahun : 78 sampai 116

Apabila Anda jarang melakukan olahraga maka Anda dapat melihat perubahan detak jantung dengan melakukan jalan kaki selama 10 menit. Kalau Anda sudah rutin berolahraga, maka Anda dapat meningkatkan durasinya menjadi lebih lama. Baru setelah itu, melakukan pengecekan detak jantung.

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Percia M, et al. (2016). Getting a professional fitness assessment. (http://www.acsm.org/public-information/articles/2016/10/07/getting-a-professional-fitness-assessment)
Mayo Clinic Staff. (2017). Fitness training: Elements of a well-rounded routine. (http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/in-depth/fitness-training/art-20044792?pg=1)
Hiwale DS. (2017). Cardiorespiratory fitness – How to measure and improve it? (http://www.healthguidance.org/entry/16833/1/Cardiorespiratory-Fitness--How-to-Measure-and-Improve-It.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app