Jangan Panik! Begini Cara Aman Menyimpan ASI Perah Saat Listrik Padam

Dipublish tanggal: Agu 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Jangan Panik! Begini Cara Aman Menyimpan ASI Perah Saat Listrik Padam

Listrik padam alias mati lampu membuat cemas banyak orang, termasuk juga para ibu menyusui. Tak lagi mengkhawatirkan soal gangguan sinyal, Anda akan lebih mengkhawatirkan nasib ASI perah yang tersimpan di dalam freezer. Takutnya, simpanan ASI perah cepat mencair dan lama-lama basi. Lantas, bagaimana cara menyimpan ASI perah saat mati listrik?

Jangan buru-buru buang ASI perah saat mati lampu

ASI perah adalah air susu ibu yang dikeluarkan atau diperah, kemudian disimpan dan diminumkan kepada bayi pada saat diperlukan. ASI dapat dikeluarkan secara manual (dengan tangan) atau menggunakan pompa ASI yang lebih praktis.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES PREGNANCY & BREAST FEEDING GOLD 60CAP 1 BOTOL via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy breast feeding gold 60 1

Baca Selengkapnya: Yang Perlu Ibu Ketahui Seputar ASI Perah

Menyimpan stok ASI perah (ASIP) bisa menjadi solusi terbaik bagi ibu yang tidak dapat memberikan ASI secara langsung selama beberapa waktu. Misalnya karena ibu bekerja atau bayi harus dirawat di rumah sakit sehingga ibu tidak bisa menyusui secara langsung dan intens.

Jika disimpan dengan baik, nutrisi ASIP akan tetap terjamin sampai nanti diberikan pada bayi. Namun, bagaimana jika terjadi mati lampu alias listrik padam, apakah ini artinya ASI perah harus dibuang?

Ketika mati lampu, aliran listrik ke kulkas alias freezer tentu akan terputus. Jika terjadi dalam waktu yang lama, hal ini memang bisa menyebabkan ASIP mencair dan lambat laun tidak layak dikonsumsi. Itulah sebabnya, beberapa ibu atau Anda mungkin berencana ingin membuang stok ASI perah karena dianggap sudah tidak layak konsumsi.

Eits, tunggu dulu! Jangan buru-buru buang ASI perah ketika aliran listrik di rumah padam. Selama ASI perah hanya mencair sebagian (hanya pinggirnya saja dan masih ada kristal es), simpanan ASI perah masih bisa diselamatkan.

Melansir dari CDC, freezer masih bisa menjaga makanan tetap aman dan dingin sekitar 48 jam setelah mati lampu - asalkan dalam kondisi tetap tertutup. Sementara kulkas mampu menyimpan makanan atau minuman dingin selama sekitar 4 jam jika tidak dibuka.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES PREGNANCY & BREAST FEEDING GOLD 60CAP 1 BOTOL via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy breast feeding gold 60 1

Kecuali jika ASI perah sudah mencair seluruhnya di freezer, maka ASI cair masih bisa diberikan pada si kecil maksimal 24 jam. Lebih dari itu, stok ASI perah sebaiknya dibuang demi menjaga kesehatan si kecil.

Baca Juga: 5 Cara Menyimpan ASI Perah Agar Gizinya Tetap Terjaga

Alternatif cara menyimpan ASI perah saat listrik padam

Pada dasarnya, ASI perah yang dikemas dalam botol akan mencair dalam waktu 10-12 jam. Sementara ASI perah di dalam plastik cenderung mencair lebih cepat.

Jika perkiraan mati lampu terjadi kurang dari 10 jam, Anda tentu tidak perlu khawatir karena nantinya listrik akan kembali nyala. Setelah itu, Anda bisa segera membekukan dan menyimpan ASI perah kembali.

Namun, bagaimana jika masalah listrik padam tidak bisa diprediksi kapan akan menyala lagi? Tenang, berikut alternatif cara menyimpan ASI perah dan memperlambat waktunya mencair:

1. Berikan isolator pada botol atau kantong ASI

Supaya ASI tidak cepat mencair saat mati lampu, bungkus botol ASI perah dengan kertas koran atau isolator lainnya. Isolator ini bertindak sebagai penghalang supaya suhu ASI yang beku atau dingin tidak terganggu dengan suhu lingkungan.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES PREGNANCY & BREAST FEEDING GOLD 60CAP 1 BOTOL via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy breast feeding gold 60 1

Setelah itu, letakkan ASI perah di freezer paling belakang. Hindari membuka freezer atau kulkas terlalu sering demi menjaga suhunya tetap dingin. Dengan demikian, ASI perah bisa bertahan lebih lama dan terjamin nutrisinya.

2. Susun botol atau kantung ASI lebih rapat

Jangan buru-buru mengeluarkan ASI perah dari freezer. Alih-alih menyelamatkan stok ASIP, hal ini justru bisa membuat ASI perah cepat mencair karena terkena suhu panas lingkungan.

Biarkan stok ASI perah tetap di dalam freezer, lalu susun botol atau kantung ASIP jadi lebih rapat. Cara ini akan membuat botol atau kantung saling mendinginkan, sehingga suhunya lebih terjaga.

3. Minta bantuan keluarga atau tetangga

Jika listrik masih padam hingga tidak tahu kapan akan menyala, segera bawa seluruh stok ASI perah 'mengungsi' ke rumah keluarga yang tidak terkena efek mati lampu - bila memungkinkan.

Letakkan ASI perah di dalam kotak pendingin, lalu penuhi dengan es batu supaya suhunya tetap dingin. Cara ini dapat membantu mencegah ASI perah mencair selama di perjalanan.

Jika Anda ragu-ragu dan takut ASIP akan segera mencair dan berujung basi, sebaiknya segera berikan simpanan ASI perah untuk si kecil. Berikan stok ASI yang usianya paling muda (tanggal terbaru) supaya nutrisinya masih baik untuk bayi Anda.

Baca Juga: Syarat yang Harus Dipenuhi Sebelum Terima atau Donor ASI

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Storing and Thawing Breast Milk. WIC Breastfeeding. (Accessed via: https://wicbreastfeeding.fns.usda.gov/storing-and-thawing-breast-milk)
Breastfeeding FAQs: Safely Storing Breast Milk (for Parents). Nemours KidsHealth. (Accessed via: https://kidshealth.org/en/parents/breastfeed-storing.html)
Tips for Pumping and Storing Breast Milk in the Freezer. Verywell Family. (Accessed via: https://www.verywellfamily.com/how-to-collect-breast-milk-to-be-frozen-431742)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app