Doctor men
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI
Doctor men
Ditinjau oleh
DR. VINA SETIAWAN
Kebiasaan Sehat

Yuk, Kurangi Efek Buruk Polusi Dengan 5 Kebiasaan Ini!

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Agu 3, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 550.031 orang

Yuk, Kurangi Efek Buruk Polusi Dengan 5 Kebiasaan Ini!

Sadar atau tidak, kualitas udara yang memburuk akhir-akhir ini merupakan buah dari kebiasaan kita sehari-hari. Sering pergi naik mobil atau motor, misalnya, adalah salah satu dari sekian banyak penyebab polusi udara meningkat, khususnya di daerah perkotaan.

Karena diawali dengan kebiasaan yang salah, kunci utama untuk meminimalisir efek buruk polusi adalah dengan mengubah kebiasaan tersebut. Lantas, kebiasaan apa saja yang dapat membantu mengatasi pencemaran udara? Berikut daftarnya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli MASKER N95 3M 8210 via HonestDocs

Gunakan masker ini untuk kegiatan sehari-hari pada waktu kepekatan polusi udara meningkat. Selain itu, masker ini dapat digunakan oleh pekerja konstruksi dan juga petugas kesehatan. GRATIS ongkir untuk minimal pembelanjaan Rp50.000!

Cara mengatasi pencemaran udara dengan mudah

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek buruk polusi udara. Bahkan, Anda pun bisa turut menyelamatkan lingkungan dari hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari.

Mulai sekarang, Anda bisa mengatasi pencemaran udara dengan cara-cara berikut:

1. Perbanyak jalan kaki dan bersepeda

Polusi udara paling banyak berasal dari asap kendaraan bermotor. Asap tersebut mengandung sulfur dioksida, 1 dari 6 polutan utama penyebab pencemaran udara.

Nah, bagi Anda yang pergi ke kantor naik motor atau mobil, coba ubah kebiasaan tersebut dengan memperbanyak jalan kaki atau bersepeda. Tentu saja, hal ini cukup sulit dilakukan jika lokasi sekolah atau kantor Anda jauh dari rumah.

Untuk menyiasatinya, Anda bisa menggunakan transportasi umum seperti bus atau kereta, kemudian lanjut jalan kaki ke kantor. Kebiasaan sederhana ini sedikit banyak bisa membantu mengatasi pencemaran udara.

Walaupun bus tetap menyemburkan asap penghasil polusi, namun setidaknya Anda turut andil dalam mengurangi jumlah kendaraan di jalanan. Alhasil, jumlah polusi pun bisa sedikit berkurang dengan langkah sederhana ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli MASKER N95 3M 8210 via HonestDocs

Gunakan masker ini untuk kegiatan sehari-hari pada waktu kepekatan polusi udara meningkat. Selain itu, masker ini dapat digunakan oleh pekerja konstruksi dan juga petugas kesehatan. GRATIS ongkir untuk minimal pembelanjaan Rp50.000!

Baca Selengkapnya: 7 Akibat Menghirup Kabut Asap yang Penting Diketahui

2. Tanam tanaman penangkal polusi

Selama ini, kita berpikir bahwa tanaman hias hanya berfungsi untuk mempercantik halaman rumah saja. Padahal, manfaat tanaman juga bisa mengatasi pencemaran udara, lho!

Bukan cuma sekedar dekorasi saja, beberapa jenis tanaman diketahui mampu menghilangkan karbon monoksida di udara. Jenis-jenis tanaman yang dapat menangkal polusi udara di antaranya:

  • Dracaena
  • Krisan
  • Lidah buaya
  • Bambu
  • Lidah mertua
  • Sirih gading (english ivy & devil's ivy)
  • Lili
  • Sri rejeki
  • Pakis
  • Spider plant

Tanaman tersebut bekerja seperti hati manusia, yaitu menyaring zat berbahaya dari polusi melalui pori-pori daunnya. Racun tersebut kemudian akan 'dicerna' oleh batang, lalu dikeluarkan ke tanah melalui akarnya.

Selain tanaman hias, semua jenis tanaman di pekarangan juga bisa membantu menghalau efek buruk polusi. Hasil fotosintesis dari pohon atau tanaman dapat mengubah karbon dioksida di udara menjadi oksigen yang bermanfaat bagi manusia. Dengan demikian, udara di sekitar Anda bisa jadi lebih bersih dan mengurangi polusi udara.

Baca Juga: Berkebun Memberikan 8 Manfaat Bagi Kesehatan Fisik

3. Hindari kebiasaan membakar sampah

Membakar sampah adalah salah satu kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan di masyarakat. Cara ini sering dianggap sebagai jalan pintas untuk menyingkirkan tumpukan sampah dengan cepat. Padahal, membakar sampah justru bisa memperburuk polusi di sekitar Anda.

Ketika Anda membakar sampah, berbagai bahan kimia di dalamnya akan memuai ke udara dan memicu polusi. Menurut US Environmental Protection Agency, karbon monoksida dan formaldehida (formalin) adalah dua zat utama hasil pembakaran yang paling banyak memicu polusi dan penyakit pernapasan.

Ketimbang membakar sampah, lebih baik lakukan daur ulang atau gunakan kembali barang-barang yang masih bisa dipakai. Contohnya, gunakan kaleng bekas menjadi celengan atau pot tanaman, mengubah sampah koran menjadi kertas daur ulang, hingga memanfaatkan sisa-sisa bahan makanan menjadi pupuk kompos.

4. Berhenti merokok

Kalau diperhatikan, asap rokok memang hanya segelintir alias tidak sebanyak asap kendaraan bermotor. Namun jangan salah, asap rokok juga ikut menyumbang polusi di sekitar Anda, lho!

Gas residu dari asap rokok tak hanya mencemari udara, tapi juga dapat menempel di benda-benda di sekitar Anda. Mulai dari baju, kain, hingga karpet rumah. 

Walaupun orang lain tidak menghirup asap rokok, mereka tetap dapat menghirup racun yang menempel di baju Anda. Kondisi ini disebut dengan third-hand smoker.

Oleh karena itu, sebaiknya hentikan kebiasaan buruk yang satu ini. Tidak hanya dapat mengatasi pencemaran udara, berhenti merokok juga bisa membantu meningkatkan kesehatan Anda dan keluarga.

Baca Selengkapnya: Ikuti Cara Ini untuk Berhenti Merokok Dalam 1 Bulan

5. Hemat listrik

"Matikan lampu dan peralatan elektronik jika tidak digunakan!" Anjuran ini mungkin sudah sering Anda dengar atau bahkan Anda ucapkan sendiri kepada keluarga atau orang-orang terdekat. 

Anjuran hemat listrik ternyata tidak hanya sekadar menyelamatkan Anda dari bayaran listrik yang mahal, tapi juga membantu mengatasi pencemaran udara. Anda mungkin jadi bingung, apa hubungannya antara listrik dengan polusi?

Untuk menghasilkan tenaga listrik, setiap pembangkit listrik membutuhkan bahan bakar minyak atau batu bara. Proses tersebut berdampak pada pelepasan ozon dan sulfur dioksida di permukaan tanah, menguap, dan akhirnya mencemari udara.

Itulah mengapa, penting bagi Anda untuk selalu mematikan listrik bila tidak digunakan. Meski terlihat sederhana, kebiasaan sehari-hari ini dapat memberikan dampak besar terhadap berkurangnya polusi udara di sekitar Anda.

Referensi

Everyday Health. (2017). 7 Ways to Reduce Air Pollution.

Healthline. (2016). The Best Air-Purifying Plants for Your Home.

Scientific American. (2014). Burning Trash Bad for Humans and Global Warming.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit