5 Cara Aman Mendengarkan Musik Bagi Kesehatan Telinga

Dipublish tanggal: Okt 23, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Nov 7, 2019 Waktu baca: 3 menit
5 Cara Aman Mendengarkan Musik Bagi Kesehatan Telinga

Mendengarkan musik menjadi hobi bagi sebagain orang. Biasanya, hal ini dilakukan untuk membantu memperbaiki suasana hati yang sedang tak karuan. Selain itu, mendengarkan musik dengan earphone juga bisa menghilangkan rasa bosan saat Anda sedang menunggu atau mengerjakan sesuatu sendiri.

Namun yang harus diperhatikan ialah jangan sampai manfaat ini justru berubah menjadi penyebab gangguan pendengaran. Hati-hati, ada beberapa kesalahan sepele yang diam-diam membahayakan kesehatan telinga. Lantas, bagaimana cara mendengarkan musik yang aman? Intip triknya berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Cara mendengarkan musik yang aman

Mendengarkan musik memiliki banyak manfaat bagi manusia. Salah satu penelitian dalam jurnal psikologi menemukan bahwa mendengarkan musik bermanfaat untuk memperbaiki suasana hati.

Penelitian mengatakan bahwa mendengarkan musik dengan irama yang senang dan riang dalam kurun waktu 2 minggu secara konsisten dapat membuat seseorang menjadi lebih riang dan bahagia. Selain itu, mendengarkan musik juga dapat membuat seseorang menjadi lebih semangat dan fokus.

Memang mendengarkan musik memiliki banyak manfaat. Namun, tetap saja mendengarkan musik yang berlebihan dapat memberikan dampak yang negatif bagi tubuh. Alih-alih bermanfaat, mendengarkan musik bisa jadi berbahaya apabila Anda mendengarkan musik secara terus-menerus, apalagi dengan volume yang keras.

Agar hal itu tidak terjadi, berikut ini cara mendengarkan musik yang aman bagi kesehatan telinga, antara lain:

1. Dengarkan musik dalam waktu dan intensitas yang seimbang.

Ada istilah dan aturan dalam mendengarkan musik yang disebut dengan 60:60. Maksud dari aturan ini adalah Anda tidak boleh mendengarkan musik lebih dari 60 menit setiap hari. Selain itu, volume suara yang Anda dengarkan tidak boleh melebihi 60% dari volume maksimal.

Dengan mendengarkan musik menggunakan aturan ini, telinga Anda akan jadi lebih sehat. Hal ini juga dapat menyeimbangkan pendengaran Anda agar menjadi lebih baik lagi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

2. Kurangi volume suara

Tidak sedikit orang yang mendengarkan musik dengan suara yang sangat kencang, terutama saat berada di ruang umum termasuk kereta yang ramai dengan suara orang. Hal ini memang bisa membuat Anda lebih jelas mendengar alunan musik, tapi ternyata justru tidak baik dan bisa membahayakan kesehatan telinga.

Mendengarkan musik dengan volume yang terlalu keras dapat membuat telinga menjadi tidak nyaman. Bahkan, hal ini juga bisa menyebbakan sakit telinga dan pusing. Maka dari itu, Anda harus memperhatikan volume suara musik Anda agar tetap dalam volume yang wajar.

3. Pakai headphone daripada earphone

Banyak orang yang memilih untuk menggunakan earphone dibandingkan dengan headphone karena dinilai lebih praktis dan mudah dibawa kemana-mana. Namun, ternyata menggunakan headphone justru lebih baik bagi kesehatan telinga dibandingkan dengan earphone.

Headphone dapat memblokir suara dari luar saat Anda mendengarkan musik. Namun, Anda tetap harus mengatur volume agar lebih rendah tanpa mendengar suara bising. Meskipun terbilang lebih aman, Anda tetap harus membatasi penggunaan headphone, jangan sampai keseringan.

4. Pakai earplug saat datang ke konser

Bukan rahasia umum lagi bahwa suara yang ada di konser sangat kencang, karena berasal dari berbagai speaker yang menyebar di berbagai area. Supaya mendengarkan musik jadi lebih aman, Anda bisa menggunakan earplug agar tetap bisa menikmati acara musik. Earplug dapat membantu mengurangi kebisingan, bahkan bisa menurunkan suara dari jarak 15 hingga 35 desibel.

Menggunakan pelindung telinga saat mendengarkan musik akan membuat Anda memperoleh dua manfaat sekaligus. Pertama, untuk meningkatkan rasa bahagia dalam diri dan jiwa, juga menghindari segala risiko gangguan pendengaran.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

5. Tidak mendengarkan musik saat tertidur

Memang bagi sebagian orang, musik dijadikan andalan agar ia bisa tidur lebih lelap. Namun, ini bukan berarti Anda boleh mendengarkan musik sampai pagi sehingga Anda lupa melepaskan earphone. 

Gunakanlah fitur timer untuk mematikan lagu setelah durasi tertentu. Anda bisa mendengarkan lagu paling lama selama 30 menit agar kondisi telinga Anda menjadi lebih sehat dan juga tidak terganggu.

Apabila anda mengalami gangguan pendengaran tertentu, maka segera periksakan diri Anda ke dokter spesialis THT. Jangan sampai Anda mengalami gangguan pendengaran, apalagi kalau hal ini sampai memengaruhi kondisi kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan. Sebaiknya Anda selalu mendengarkan musik dengan bijak agar kesehatan telinga tetap terjaga. 

Baca Juga: Pengaruh Genre Musik Terhadap Mood Pendengar

1 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
5 ways to prevent hearing loss. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/top-10-tips-to-help-protect-your-hearing/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app