Buta Warna Parsial - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 350.528 orang

Mata manusia mampu mendeteksi sekitar satu juta warna. Mata normalgt;dapat merefleksikan benda dengan baik dari bentuk hingga warnanya sehingga kita dapat melihat benda seperti aslinya. Hal tersebut terkait dengan Fotoreseptor pada mata.

Sel-sel Fotoreseptor di dalam mata terdiri atas dua jenis, yaitu sel-sel batang dan sel-sel kerucut. Pada manusia, terdapat sekitar 7 juta sel kerucut dan kurang lebih 125 juta sel batang untuk setiap mata.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

sel-sel kerucut peka terhadap intensitas cahaya yang tinggi dan perbedaan panjang gelombang sehingga berperan dalam proses penglihatan di siang hari atau di tempat-tempat terang. Di dalam sel-sel kerucut terdapat pigmen Fotosensitif yang disebut Iodopsin.

Berdasarkan bentuknya, Iodopsin dibagi 3, masing-masing peka terhadap panjang gelombang cahaya yang berbeda. Ketiga jenis Iodopsin tersebut peka terhadap warna merah, biru dan hijau.

Nama-nama tersebut diberikan berdasarkan warna cahaya yang diserap oleh sel-sel kerucut. Jika ketiga sel kerucut tersebut mendapatkan stimulasi yang sama, maka kita akan melihat warna putih.

Cacat dalam persepsi warna telah dikenal selama berabad-abad. Sementara banyak gangguan yang mempengaruhi fungsi maupun struktur retina dapat mengganggu deteksi warna, dan juga menyebabkan masalah penglihatan lainnya. Obat-obatan tertentu seperti digitalis juga dapat mengganggu persepsi warna.  

Apa perbedaan antara Buta Warna Parsial dan Buta Warna Total?

Buta warna dapat disebabkan oleh faktor keturunan atau juga bisa disebabkan oleh suatu kelainan (penyakit) atau trauma yang terjadi selama masa hidup seseorang. Berdasarkan klasifikasinya buta warna dikelompokan menjadi 3 macam yaitu Monochromacy dimana penglihatan seseorang benar-benar hitam putih.

Yang kedua adalah Dichromacy yang mana terjadi kerusakan berat pada semua sel kerucut (Iodopsin) seperti yang disebutkan di atas sehingga kemampuan seseorang untuk mendeteksi warna apapun sangat kurang.

Sedangkan yang dimaksud dengan Buta Warna Parsial (Anomalous trichromacy) adalah keadaan dimana salah satu dari 3 sel kerucut (Iodopsin) seperti yang disebutkan di atas mengalami kerusakan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Intinya, yang membedakan antara Buta Warna Parsial dan Buta Warna Total adalah pada Buta Warna Total.

Seseorang betul-betul kehilangan kemampuannya untuk mendeteksi warna, sedangkan pada seseorang dengan kelainan Buta Warna Parsial, mereka dapat mendeteksi warna, namun persepsi mata mereka tentang warna-warna kurang baik. Baik itu terlihat seperti tertukar antara warna yang satu dengan yang lain atau tidak bisa mendeteksi 1 atau 2 warna sama sekali. 

Tipe-tipe pada Anomalous trichromacy

Seperti yang diketahui sebelumnya Anomalous trichromacy (Buta Warna Parsial) terjadi karena faktor keturunan. Buta Warna Parsial lebih sering ditemukan dibandingkan dengan Buta Warna Total. Berdasarkan kerusakan pada sel kerucutnya, Anomalous trichromacy dikelompokan menjadi 3 tipe, yaitu :

  • Protanomaly
    Protanomaly adalah buta warna parsial derajat ringan. Pada Protanomaly terjadi kelainan pada sel kerucut (Iodopsin) merah, sehingga terjadi kekurangan dalam mendeteksi warna merah.

    Kelainan sel kerucut pada Protanomaly dekat dengan sel kerucut (Iodopsin) hijau, sehingga kadang-kadang terjadi persepsi yang salah antara warna merah dan hijau.

  • Protanomaly adalah buta warna yang terjadi karena faktor keturunan, umumnya berhubungan dengan Kromsom x (artinya bisa diturunkan oleh ayah maupun ibu). Karena berhubungan dengan Kromsom x, Protanomaly juga lebih banyak ditemukan pada pria dibandingkan dengan wanita, sekitar 1 dari 100 laki-laki di dunia menderita kelainan ini.

    Pada buta warna total dikenal dengan istilah Protanopia. Yang membedakan antara Protanopia dan Protanomaly adalah adanya satu bagian pada sel kerucut pada mata yang disebut dengan L-cone (disebut Long cone bagian pada sel kerucut yang mendeteksi warna merah) hilang pada protanopia, sedangkan pada protanomaly masih bisa ditemukan, namun L-cone tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
  • Deuteranomaly
    Deuteranomaly juga merupakan kelainan buta warna parsial derajat ringan. Pada Deuteranomaly terjadi kelainan pada sel kerucut (Iodopsin) hijau, sehingga terjadi kekurangan dalam mendeteksi warna hijau.

  • Kelainan ini juga berhubungan dengan Kromosom x, dibandingkan dengan Protanomaly, Deuteranomaly lebih sering ditemukan, prevalensinya adalah 1 diantara 20 orang.
  • Trianomaly (kelainan pada warna biru) 
  • Trianomaly adalah keadaan genetik yang langka, dimana warna yang tidak dapat dideteksi bervariasi antara hijau-biru, kuning-merah-merah muda. Berbeda dengan 2 kelainan sebelumnya, Trianomaly terjadi karena adanya kelainan pada kromosom no 7.  

Apakah pengobatan Buta Warna Parsial sama dengan Buta Warna Total?

Umumnya tidak ada pengobatan yang paling ampuh untuk menyembuhkan buta warna baik itu Buta Warna Total ataupun Buta Warna Parsial. American Optometric Association melaporkan lensa kontak pada satu mata dapat meningkatkan kemampuan untuk membedakan warna, meskipun tidak ada yang dapat membuat Anda benar-benar melihat warna seperti orang normal pada umumnya.

Berdasarkan tingkat keparahan dan kerusakan pada retina, tentu saja Buta Warna Parsial memiliki prognosis yang lebih baik dibandingkan dengan Buta Warna Total.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit