Bolehkah Memotong Kutikula Kuku ?

Menghilangkan kutikula kuku juga bisa menyebabkan pertumbuhan kuku terhambat dan memunculkan kerutan, bintik-bintik/garis putih di kuku.
Dipublish tanggal: Agu 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Memotong kuku merupakan cara terbijak guna menjaga kebersihan dan kesehatan kuku Anda. Memotong kuku hendaknya dilakukan paling tidak dua kali dalam seminggu secara teratur. 

Namun, yang belum diketahui banyak orang adalah mengenai bolehkah memotong kutikula kuku ?

Apakah boleh memotong kutikula ?

Kutikula pada kuku Anda merupakan lapisan kulit mati dengan warna putih yang mengelilingi sisi-sisi kuku Anda, baik kuku kaki maupun tangan. 

Di kebanyakan salon, terapis akan memotong kutikula kuku Anda yang dimaksudkan untuk membentuk tampilan kuku yang tampak lebih langsing dan lebih panjang. 

Untuk melepaskan kutikula, umumnya kuku akan direndam dalam air hangat di baskom dahulu guna melemaskannya kemudian baru dipotong.

Namun, ternyata beberapa pakar kesehatan dan spesialis kulit menyepakati jika kutikula kuku sebenarnya tak perlu dipotong/dihilangkan. 

Hal tersebut justru akan beresiko terhadap komplikasi masalah kesehatan, misalnya terjadi infeksi bakteri yang bisa berakibat cantengan bahkan infeksi jamur kuku. Mengapa demikian ?

Bolehkah memotong kutikula kuku ?

Pertumbuhan kuku bermula dari kantung kecil di bawah kuku bernama matriks kuku. Di sini, kutikula berguna melindungi matriks kuku dari infeksi.

Menghilangkan kutikula kuku juga bisa menyebabkan pertumbuhan kuku terhambat dan memunculkan kerutan, bintik-bintik/garis putih di kuku.

Tips merawat kutikula

Walaupun tidak perlu dipotong, kutikula kuku tetap harus dirawat. Kutikula yang tumbuh kering kemudian mengelupas dapat mengakibatkan rasa sakit dan tidak enak dipandang. 

Maka dari itu, Anda juga perlu merawat kutikula, bukan hanya kuku Anda saja. Bagaimana caranya ? Simak di bawah ini.

1. Rendamlah di air hangat

Caranya, pertama sediakan baskom dengan air hangat, kemudian rendam ujung-ujung jari beberapa saat. Hal ini untuk melembutkan kutikula serta kulit yang kendur di sekitarnya. 

Selain itu, Anda juga bisa tambahkan 1 sendok teh jus lemon/cuka segar ke dalam air hangat tersebut untuk membantu mengelupas kulit mati.

2. Doronglah kutikula kuku ke dalam dengan menggunakan orange stick

Kutikula yang telah tumbuh terlalu tebal, tak boleh dipotong. Sebaiknya, Anda dorong saja ke dalam menggunakan alat (orange stick). Ketika kutikula sudah dilunakkan, akan lebih mudah mendorongnya kembali.

Jika Anda belum tahu, orange stick merupakan tongkat kayu/logam kecil yang dipakai guna mendorong kutikula dan membersihkan area bawah kuku. 

Alat ini tersedia di berbagai toko (toko obat/online) dengan harga relatif terjangkau/murah.

Cara menggunakannya : pakailah ujung datar alat tersebut guna mendorong kembali kutikula kuku Anda. Doronglah secara perlahan dan lembut. 

Jangan menekannya terlalu keras, karena akan menyebabkan kondisi kutikula lebih buruk dan menyakitkan.

Doronglah kutikula ke belakang hingga tampak bentuk bulan sabit putih (lunula) di bawah tiap kuku. Sebaiknya Anda tidak lakukan ini lebih dari 1 atau 2 kali sebulan, karena kutikula itu sensitif.

Kemudian, cucilah dan sterilkan orange stick yang bahan logam setelah digunakan, jika berbahan kayu harus langsung dibuang.

3. Oleskanlah pelembap kuku dan kutikula

Kutikula harus tetap dirawat dengan dijaga kelembapannya, karena kutikula yang kering dapat pecah-pecah dan mengelupas. 

Melembapkan kutikula dengan rutin dilakukan minimal 2 kali sehari yaitu ketika pagi serta malam hari sebelum Anda tidur.

Penggunaan pelembap salep/krim losion biasanya akan disarankan oleh para ahli untuk mendapat hasil yang terbaik. Ketika siang hari, bisa gunakan losion tangan yang mudah terserap serta tak membuat terasa berminyak. 

Sedangkan malam hari, pakailah salep guna menghidrasi kutikula.

4. Hindarilah kegiatan/zat yang menyebabkan kutikula kering

Kuku dan kutikula dapat mengering karena misalnya mencuci piring/terkena pembersih cat kuku/aseton terlalu sering. 

Untuk itu, pakailah sarung tangan sebelum Anda mencuci piring serta pakailah pembersih cat kuku yang tidak mengandung aseton.

5. Jauhkan tangan dari mulut

Mulut adalah bagian tubuh yang kotor karena banyak bakteri di dalamnya dan mengandung ludah yang bisa membuat kulit kering

Maka sebaiknya Anda hindari kebiasaan buruk seperti menggigit kuku/kutikula, hal itu dapat menimbulkan infeksi di area kuku dan sekitarnya.


10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Mayo Clinic Staff. (2018). Fingernails: Do’s and don’ts for healthy nails. (https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/nails/art-20044954)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app