Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kesehatan Mulut dan Gigi

Berbagai Penyebab Gigi Kuning

Update terakhir: DEC 5, 2019 Tinjau pada DEC 5, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.854.725 orang

Berbagai Penyebab Gigi Kuning

Kebanyakan orang bangga dan senang hati menunjukkan gigi putih mengkilat  yang dimilikinya ketika mereka tersenyum. Tapi sebaliknya banyak juga orang yang menderita, lantaran warna giginya yang tidak putih, kabanyakan karena gigi berwarna kuning, sehingga ketika tersenyum tidak PeDe.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Saking tidak PeDe-nya, ada yang mencoba menyembunyikannya dengan menutup mulut menggunakan tangan, ada juga yang tersenyum tapi hanya dibibir saja alias tidak mau menunjukkan giginya. Jangan anggap remeh masalah ini ya.. karena ini sangat mengganggu anda dalam bersosialisasi.

Senyuman 'emas' si gigi kuning

Jangan berputus asa, masalah gigi kuning dapat teratasi. Untungnya, saat ini banyak pilihan pengobatan yang tersedia untuk mengobati perubahan warna gigi, khususnya gigi kuning. Akan tetapi alangkah lebih baik kita memahami dulu apa saja yang bisa menyebabkan perubahan warna pada gigi.

Beberapa penyebab gigi kuning yang paling umum diantaranya: kebersihan gigi yang kurang baik, makanan dan minuman tertentu, genetika, merokok, obat-obatan tertentu, dan usia.

  • Tidak rajin gosok gigi merupakan penyebab paling sering perubahan warna gigi menjadi kuning. Pasta gigi mengandung fluor yang berfungsi menjaga putihnya gigi.
  • Makanan dan minuman tertentu, seperti apel, kentang, kopi, anggur merah, dan teh juga dapat menyebabkan perubahan warna gigi. Mengurangi atau menghilangkan makanan dan minuman tersebut dapat membantu memulihkan gigi seseorang menjadi gigi yang putih alami.
  • Defisiensi fluor. Fluor merupakan senyawa yang dapat memutihkan gigi dan dapat ditemukan pada air putih dan makanan seperti susu, keju, sayuran (wortel, brokoli, ubi, labu), daging, telur, buah-buahan.
  • Defisiensi air liur (saliva). Air liur merupakan senyawa yang berfungsi untuk menetralkan tingkat keasaman pada mulut ( buffer). Pada seseorang dengan kadar saliva rendah  contohnya pada pasien Xerostomia maka mulut bersifat lebih asam . tingkat keasaman yang tinggi ini dapat mengikis warna putih dari gigi.
  • Jumlah bakteri mulut yang berlebihan. Jumlah bakteri mulut yang berlebihan dapat mengakibatkan proses pengasaman oleh bakteri tersebut.
  • Genetika atau keturunan juga mungkin memainkan peran dalam perubahan warna gigi, jika orang tua seseorang, paman, bibi, atau saudara kandung, memiliki perubahan warna gigi, ia akan lebih cenderung untuk memiliki masalah ini. Sayangnya, ini adalah sesuatu yang tidak dapat dikendalikan/diobati.
  • Merokok adalah penyebab utama perubahan warna gigi karena mengandung bahan kimia tar dan lainnya yang mengubah warna gigi menjadi kuning kecoklatan. Jika merokok merupakan penyebab dari perubahan warna gigi seseorang, maka ia harus segera berhenti merokok.
  • Obat-obat tertentu, seperti antibiotik tetrasiklin, juga dapat menyebabkan perubahan warna gigi. Jika itu terjadi, seseorang harus berkonsultasi dengan dokter.
  • Proses penuaan alami juga dapat mengubah warna gigi seseorang. Ini juga sesuatu yang tidak dapat dikendalikan/diobati.

Gigi Kuning juga dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup sederhana. Menyikat gigi, flossing, menghindari makanan dan minuman yang menyebabkan gigi kuning, dan tidak merokok dapat secara drastis meningkatkan manisnya senyum seseorang.

Jika ternyata perubahan gaya hidup tidak berhasil, maka anda harus berkonsultasi dengan dokter gigi  karena ada berbagai pilihan pengobatan yang tersedia.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Artikel selanjutnya
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini