Benarkah Perokok Harus Menjalani Perawatan Kesehatan yang Lebih Ribet?

Dipublish tanggal: Mei 17, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Benarkah Perokok Harus Menjalani Perawatan Kesehatan yang Lebih Ribet?

Perokok aktif harus lebih menjaga kesehatan agar kesehatan mulut terjaga dengan baik. Karena mengingat bahwa rokok sering kali meninggalkan bau yang tidak sedap dan menjadikan mulut terasa lebih kering. 

Selain itu, merokok juga sering kali menjadi penyebab timbulnya penyakit pada gusi dan beberapa penyakit yang lainnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Oleh karena itu, para perokok aktif diharuskan untuk menjalani beberapa program perawatan kesehatan secara rutin. Sedangkan program perawatan bagi perokok aktif dianggap lebih ribet dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. 

Untuk mengetahui program perawatan kesehatan apa saja yang harus dijalani, maka Anda dapat mengetahui melalui ulasan berikut ini:

Melakukan perawatan kesehatan pada bagian gigi, gusi, rongga mulut dan lidah

Perawatan untuk menjaga kesehatan ini dapat dilakukan di dokter gigi atau bisa juga ke dokter umum. Tanpa melakukan perawatan secara rutin, maka lambat laun akan menimbulkan penyakit mulut seperti kanker mulut.

Selain rutin memeriksakan mulut dan gigi

Anda sebagai perokok aktif pun juga diharuskan untuk rajin berkumur dan sikat gigi. Hal ini memiliki tujuan untuk menjaga aroma mulut agar tetap segar dan tidak meninggalkan bau yang kurang sedap. 

Pemeriksaan ini harus dilakukan secara rutin dan ekstra, sehingga hal ini mengharuskan Anda untuk lebih rutin mengunjungi ke dokter gigi agar bisa mendapatkan perawatan secara rutin.

Menyikat gigi lebih rutin

Jika pada umumnya menyikat gigi bisa dilakukan 2 kali dalam sehari. Namun berbeda lagi dengan Anda yang memiliki kebiasaan merokok. Karena perawatan kesehatan yang harus Anda lakukan yaitu dengan menyikat gigi lebih rutin, paling tidak sehabis merokok Anda menyikat gigi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Hal ini memiliki tujuan agar gigi tetap putih dan tidak meninggalkan warna kuning.

Berkumur sesering mungkin

Berkumur juga menjadi rincian perawatan yang harus dilakukan bagi perokok aktif. Berkumur tidak hanya menggunakan air biasa. Akan tetapi Anda bisa menggunakan cairan khusus berkumur untuk perokok. Melalui perawatan inilah yang akan menjadikan nafas Anda lebih segar.

Kebiasaan merokok memang dapat berpengaruh terhadap kesehatan mulut dan gusi, hal ini dikarenakan di dalam rokok terdapat tartar, bahan-bahan kimia yang beracun dan juga nikotin. 

Tidak hanya itu saja, asap rokok pun juga bisa menjadikan kondisi mulut menjadi kering. Melalui pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara rutin, maka dokter akan melakukan pemeriksaan pada bagian asam basanya.

Jika mulut terlalu asam, hal ini menjadikan microbiome atau keseimbangan bakteri baik atau jahat yang ada di dalam tubuh dapat terganggu. Mulut yang kering akibat asap rokok bisa menyebabkan penyakit gusi. 

Meskipun Anda mengkonsumsi banyak air putih, namun cara ini tidak bisa dijadikan sebagai langkah untuk melakukan pencegahan.

Merokok juga bisa menimbulkan penyakit baru berupa infeksi gusi yang disebabkan karena sistem imun melemah. Imun yang tidak kuat dapat menimbulkan penyakit infeksi pada gusi karena tidak dapat melawan bakteri jahat yang ada di dalam mulut. 

Sedangkan kondisi mulut yang terlalu asam pun juga akan menjadikan mineral-mineral berupa fluoride dan kalsium terlepas, sehingga menjadikan gigi lebih mudah keropos.

Seperti yang sudah Anda baca di atas, perawatan untuk orang yang merokok jauh lebih ribet dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Melalui perawatan yang secara rutin inilah yang akan membantu Anda untuk memantau kondisi kesehatan. Sehingga pencegahan berbagai jenis penyakit juga dapat dilakukan.

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Alomari, Qasem & Barrieshi-Nusair, Kefah & Said, Khalid. (2006). Smoking Prevalence and Its Effect on Dental Health Attitudes and Behavior among Dental Students. Medical principles and practice : international journal of the Kuwait University, Health Science Centre. 15. 195-9. 10.1159/000092181. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/7129369_Smoking_Prevalence_and_Its_Effect_on_Dental_Health_Attitudes_and_Behavior_among_Dental_Students)
Sultan AS, et al. (2018). Electronic nicotine delivery systems: Oral health implications and oral cancer risk. DOI: (https://doi.org/10.1111/jop.12810)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app