Ketahui Apakah Benar Ludah Bisa Menyembuhkan Luka?

Dipublish tanggal: Mei 29, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Ketahui Apakah Benar Ludah Bisa Menyembuhkan Luka?

Ketika luka, hewan akan menjilat anggota tubuhnya yang terluka tersebut, contohnya anjing. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Benjamin L. Hart dan Karen L. Powell menunjukkan bahwa air liur anjing mengandung antiseptik yang dapat membunuh bakteri E. Coli dan Streptococcus. 

Perilaku ini tidak hanya dilakukan oleh anjing, terkadang manusia secara insting juga menjilat lukanya agar cepat sembuh. Akan tetapi, apakah ludah manusia sama fungsinya seperti ludah anjing?

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Ludah manusia mengandung histatin

Ludah manusia tidak mengandung epidermal growth factor (EGF) dan nerve growth factor (NGF) yang tinggi dimana kedua cairan tersebut berfungsi untuk menjadikan luka cepat sembuh. 

Ludah manusia mengandung histatin yang berfungsi sebagai zat antijamur dan juga mempercepat penyembuhan luka.

Ada satu penelitian yang dilakukan oleh Jia J., Sun Y., Yang H., dkk yaitu dengan sengaja membuatkan luka di punggung kelinci dewasa sebesar 2,5 x 2,5 cm. Jurnal ini diterbitkan dalam PUBMED pada tahun 2012 yang menerapkan 3 kondisi berbeda untuk melihat proses dan durasi penyembuhan luka. 

Kelinci dibagi menjadi 3 grup sesuai dengan zat yang diaplikasikan pada punggungnya yaitu grup yang diberi garam, grup yang diberi bubuk yunnan baiyao, dan grup yang diberi saliva.

Mereka mendapatkan hasil bahwa grup yang diberi saliva dan bubuk yunnan baiyao lebih cepat penyembuhan lukanya daripada grup yang diberi garam. 

Proses penyembuhan pada luka yang diberi saliva lebih baik dengan tingkat kesembuhan pada hari ke-5, 8, dan 11, luka yang sembuh jauh lebih bersih, tidak ada sel yang bengkak, dan luka kembali tertutup dengan kulit baru setelah 15 hari. Itu adalah hasil yang lebih baik dibandingkan dengan grup yang lain.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Ada juga laporan yang dikemukakan oleh kumpulan peneliti dari Netherland bahwa kandungan histatin dapat menutup bersih luka pada penderita diabetes dan berbagai luka lain yang sulit untuk disembuhkan.

Ada juga penelitian lain yang dilakukan oleh tim peneliti di Belanda dan menemukan bahwa histatin atau protein kecil yang ada dalam ludah manusia dapat membunuh bakteri. 

Hasil penelitian tersebut telah dilaporkan dalam The Journal of Federation of American Societies of Experimental Biology (FASEB). 

Kepada Xinhua, penulis pertama laporan tersebut, Menno Oudhoff mengatakan bahwa mereka berharap temuan tersebut dapat bermanfaat bagi penderita luka yang tak kunjung sembuh, seperti borok di kaki dan diabetes, serta bagi perawatan luka bakar.

Pemimpin redaksi FASEB Journal, Gerald Weissmann, menjelaskan bahwa penelitian tersebut tidak hanya menjawab pertanyaan mengapa hewan menjilati luka mereka, namun juga menjelaskan mengapa luka di mulut, misalnya setelah pencabutan gigi, jauh lebih cepat sembuh dibandingkan dengan luka pada kulit atau tulang.

Ludah mampu mematikan bakteri penyebab jerawat

Ludah dapat dijadikan salah satu cara mudah untuk menghilangkan jerawat. Menurut Boston Globe, saliva mengandung antimikroba dan antijamur yang dapat menghilangkan bakteri para jerawat dan mampu mempercepat proses penghilangan jerawat.

Cara menghilangkan jerawat menggunakan saliva ini sangat mudah. Sebelum makan atau minum di pagi hari, oleskan ludah pada area jerawat. Tunggu hingga 15 menit, lalu bilas dengan air. Beauty blogger, kristin Collins Jackson, mengatakan bahwa esok harinya jerawat akan mengecil dengan sendirinya.

Jackson memberikan satu tips agar tidak merasa jijik ketika mengaplikasikan ludah pada jerawat yaitu Anda dapat menambahkan beberapa bahan yang memberikan efek yang sama namun dengan tampilan dan aroma yang berbeda. 

Anda juga bisa menambahkan madu dan pala agar terasa lebih nyaman.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The Human Salivary Proteome: A Critical Overview. Medscape. (https://www.medscape.com/viewarticle/758380_2)
Saliva may speed healing process, but 'kissing it better' probably won't. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/news/pregnancy-and-child/saliva-may-speed-healing-process-kissing-it-better-probably-wont/)
Tiwari, Manjul. (2011). Science behind human saliva. Journal of natural science, biology, and medicine. 2. 53-8. 10.4103/0976-9668.82322.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/223982829_Science_behind_human_saliva)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app