3 Kebiasaan yang Dapat Membuat Kulit Wajah Rusak

Dipublish tanggal: Jun 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit
3 Kebiasaan yang Dapat Membuat Kulit Wajah Rusak

Mencuci muka merupakan salah satu kegiatan sederhana yang wajib dilakukan di kehidupan sehari-hari. Tetapi ternyata tetap saja ada sebagian orang yang hanya asal ketika cuci muka. Mungkin Anda tidak tahu, tetapi mencuci muka secara sembarangan justru dapat berpotensi merusak kulit atau menimbulkan jerawat pada wajah.

Selain faktor kebersihan, pemakaian produk tertentu juga dapat membantu atau justru memperburuk kondisi kulit. Hal ini juga berlaku dari faktor luar seperti paparan sinar matahari tanpa perlindungan pada kulit dapat menimbulkan risiko kerusakan di kulit wajah. Beberapa hal perlu yang menjadi kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan karena dapat berdampak pada kesehatan kulit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Baca juga: Dari 5 Jenis Kulit, Jenis Kulit yang Manakah Anda?

3 Kebiasaan yang Dapat Membuat Kulit Wajah Rusak

Oleh karena itu, untuk menjaga kesehatan dan kebersihan kulit wajah serta mencegah munculnya masalah kulit pada wajah, perhatikan penyebab atau kebiasaan salah yang harus dihindari demi mendapatkan kulit wajah yang bersih dan cerah. Berikut ini 3 kebiasaan yang dapat menyebabkan kulit wajah tampak kusam dan rusak:

1. Produk Pembersih Muka yang Tidak Cocok

Beberapa cara mencuci muka yang kurang tepat dapat merusak kulit wajah, hal ini dimulai dari kesalahan saat memilih produk pembersih wajah. Ketika Anda ingin mencari pembersih muka sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan tidak sembarangan, bukan hanya karena rekomendasi dari teman maupun iklan saja. 

Entah jerawat yang membandel, flek hitam, ataupun minyak berlebihan pada kulit wajah, setiap orang mungkin pasti mempunyai keluhan masing-masing. Oleh karena itu, sebelum membeli produk pembersih wajah ada baiknya untuk mengenali terlebih dahulu jenis kulit dan masalah utama pada kulit agar Anda dapat mengetahui dan memilih produk pembersih yang cocok untuk wajah.

Pembersih muka yang tepat sebaiknya benar-benar mampu menghilangkan segala jenis kotoran, debu, maupun menghilangkan bekas makeup, tetapi tidak menghilangkan minyak alami dan sel kulit sehat pada wajah. Pilihlah produk pembersih muka yang tak terlalu ringan di kulit tetapi tidak terlalu keras juga sehingga kulit wajah tidak mudah rusak.

Baca juga: Cara Gunakan Pelembap Agar Kulit Cerah dan Bebas Jerawat

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

2. Terlalu Sering Membersihkan Wajah

Kesalahan lain yang dapat membuat kulit wajah rusak adalah terlalu sering membersihkan muka. Mungkin ada anggapan bahwa jika sering cuci muka maka bisa membersihkan wajah dan membuat wajah lebih sehat, padahal hal tersebut tidak selalu benar. Cuci muka terlalu sering  dapat membuat kulit iritasi dan merangsang minyak berlebihan. 

Batasi kebiasaan cuci muka yang terlalu sering, cukup dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari. Kalau Anda sering beraktivitas di dalam ruangan dan tidak mengenakan makeup dalam keseharian serta tidak berkeringat, cukup bilas wajah dengan menggunakan air hangat pada malam hari. 

Tak hanya pada malam hari, tetapi rutinitas cuci muka juga penting dilakukan di pagi hari. Karena sewaktu Anda bangun tidur, kulit wajah akan melakukan pembersihan diri secara alami dan berdampak pada keluarnya sisa limbah dan kotoran lewat kelenjar keringat serta pori-pori kulit. Selain itu, masih ada pula residu sampah yang tersisa di kulit pada pagi hari sehingga sebaiknya pastikan untuk mencuci muka sesudah bangun tidur dan sebelum tidur di malam hari.

Beberapa saran untuk membersihkan wajah yang biasa diterapkan adalah dengan membasuh wajah menggunakan air panas agar pori-pori terbuka dan membilasnya dengan air dingin. Padahal anggapan tersebut sebenarnya tidak tepat karena pori-pori kulit tidak mempunyai otot untuk membuka ataupun menutup.

Selain itu, penggunaan air panas untuk membilas wajah justru akan membuat kulit kering dan mudah iritasi sehingga ada baiknya untuk menggunakan air hangat untuk membersihkan wajah, tetapi jangan terlalu sering karena hal tersebut juga bisa mengurangi minyak alami di wajah.

Membersihkan wajah memang penting dilakukan, meski tidak boleh terlalu sering tetapi sesekali diperlukan penerapan metode double cleansing yaitu mencuci muka dengan pembersih wajah berbahan minyak serta sabun pembersih wajah. Hal ini akan membuat kulit jauh lebih bersih dan cerah serta mengangkat kotoranyang mungkin menempel di kulit wajah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Baca juga: Double Cleansing Membuat Wajah Lebih Bersih dan Sehat

3. Menggosok Wajah Terlalu Keras

Kesalahan selanjutnya yang sering dilakukan adalah menggosok wajah terlalu keras. Apapun jenis kulit yang dimiliki, penting untuk berhati-hati sewaktu membersihkan wajah. Jangan sampai menggosokkan wajah terlalu kencang sehingga kulit ikut tertarik, jangan pula menggosokan handuk ke wajah ketika akan mengeringkannya.

Kedua kebiasaan yang umumnya tidak disadari tersebut bisa berisiko terhadap elastisitas kulit wajah, sehingga ada baiknya untuk membiarkan wajah mengering dengan sendirinya atau cukup dengan menepuk muka menggunakan handuk lembut. Penggunaan handuk untuk wajah dan handuk mandi sebaiknya berbeda agar kuman atau kotoran yang menempel di handuk tidak berpindah ke wajah.

Menggunakan produk berbahan kimia yang berbahaya juga mungkin menjadi penyebab yang seringkali dialami oleh banyak orang. Perlu diingat jika tidak semua produk pembersih wajah mempunyai kandungan zat kimia yang aman. Jika terbiasa menggunakan makeup sebaiknya hindari penggunaan kosmetik dengan bahan berbahaya, seperti kandungan pewarna, pengharum, dan paraben. Hindari juga kandungan sodium laurel sulfat atau SLS pada produk perawatan wajah.

Baca juga: Benarkah Suntik Vitamin C Dapat Mencerahkan Kulit?

Selain kebiasaan salah di atas, untuk menjaga kesehatan kulit wajah, Anda juga perlu menggunakan sunscreen (tabir surya) ketika berpergian ke luar rumah, menghentikan kebiasaan merokok dan minuman beralkohol, serta mengonsumsi makanan sehat yang dapat membantu menutrisi kulit. Jangan lupa juga untuk minum air putih dengan jumlah yang cukup agar tubuh dan kulit tetap terhidrasi sehingga dapat menghindari kulit kering. 

Memiliki waktu tidur yang cukup juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan kulit. Seseorang yang kurang tidur cenderung memiliki wajah yang lebih kusam dan meningkatkan kemungkinan munculnya kerutan sera kantung mata. Kontrol pula tingkat stress agar tidak memperparah kondisi kulit karena stres yang berlebih dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif dan meningkatkan risiko munculnya jerawat pada kulit.

Baca juga: Efek Bahaya Kurang Tidur Bagi Kulit Wajah

27 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Taylor, S. L. (2008, June). Alternative treatment for scars. The Dermatologist, 16(6) (http://www.the-dermatologist.com/article/8866)
Swearingen, K., Winget, J. (n.d.). Identifying markers of healthy skin development (https://www.systemsbiology.org/research/identifying-markers-of-healthy-skin-development/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app