Bahaya Makan Makanan Manis

Dipublish tanggal: Agu 24, 2019 Update terakhir: Apr 8, 2021 Tinjau pada Mar 16, 2020 Waktu baca: 3 menit
Bahaya Makan Makanan Manis

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Konsumsi makanan manis memang enak untuk dikonsumsi dan dianggap ampuh meningkatkan energi serta menaikkan mood atau suasana hati
  • Namun jika asupan gula yang masuk ke dalam tubuh melebihi batas normal itu bisa saja menimbulkan masalah kesehatan bagi tubuh
  • Penyakit diabetes identik menjadi salah satu bahaya dari makanan manis yang berlebihan karena tingginya kadar gula dalam tubuh
  • Bahaya lain akibat mengonsumsi gula atau makanan manis terlalu banyak bisa saja menyebabkan gigi berlubang dan perubahan warna gigi
  • Beli obat diabetes yang dikirim langsung ke rumah Anda melalui HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD
  • Dapatkan paket tes COVID-19 dan pemeriksaan kandungan dengan promo menarik dan dokter berpengalaman melalui HDmall

Suka makan permen, cokelat, atau es krim? Makanan dan minuman yang mengandung gula dengan rasa yang manis memang enak untuk dikonsumsi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa pasti sangat menyukai makanan dan minuman yang rasanya manis.

Selain rasanya yang enak dan membuat ketagihan, makanan manis juga dianggap ampuh untuk menaikkan mood atau suasana hati yang sedang merasa sedih serta kurang bersemangat dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Tapi, tahukah Anda jika ternyata ada banyak bahaya terselubung dibalik makanan manis yang sering dikonsumsi?

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

5 Bahaya makan makanan manis

Seringkali tanpa disadari, ketika kita mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan itu bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan bagi tubuh. Oleh karena itu, ketahui apa saja risiko bahaya yang mungkin terjadi jika asupan gula yang masuk ke dalam tubuh melebihi batas normal. 

1. Memicu penyakit diabetes tipe 2

Penyakit diabetes sudah dikenal sebagai penyakit yang identik dengan tingginya kadar gula dalam tubuh dan itu menjadi salah satu bahaya dari makanan manis. Meskipun begitu diabetes juga bisa disebabkan karena berbagai faktor lain seperti faktor genetik (keturunan) serta penerapan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. 

Jika seseorang memiliki pola makan yang tidak teratur dan terlalu sering mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung banyak gula, maka Anda patut waspada agar kelak terhindar dari penyakit diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2.

Maka dari itu, ada baiknya Anda membatasi kadar gula atau memilih untuk mengonsumsi makanan yang mengandung gula alami seperti gula pada buah-buahan serta mengurangi kebiasaan buruk seperti mengonsumsi minuman bersoda dan minuman beralkohol. Hentikan juga kebiasaan merokok yang dapat meningkatkan risiko penyakit komplikasi akibat diabetes.

Baca juga: Kadar Gula Darah Normal dan Cara Mencegah Diabetes

2. Menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas

Gula yang masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi energi untuk mendukung kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas hariannya. Umumnya asupan gula yang masih dalam batas wajar akan terpakai dan habis untuk sehari. Tetapi jika asupan gula yang masuk ke dalam tubuh sudah melebihi batas, maka hal ini akan menyebabkan kenaikan berat badan secara tak terkendali atau menyebabkan terjadinya obesitas.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Kadar gula dalam tubuh pun dapat berubah sewaktu-waktu terutama sebelum dan sesudah makan karena sistem pencernaan akan memecah karbohidrat menjadi gula atau glukosa yang diubah menjadi energi bagi tubuh untuk beraktivitas. 

Namun mengonsumsi makanan maupun minuman yang manis tanpa diimbangi dengan kegiatan fisik yang cukup bisa menaikkan berat badan secara drastis dalam kurun waktu yang cepat. Oleh karenanya, untuk membantu mengimbangi asupan gula yang dikonsumsilah, lakukanlah aktivitas fisik atau olahraga yang teratur agar berat badan tetap bisa terkontrol dengan baik.

3. Memicu gigi berlubang dan perubahan warna pada gigi

Efek negatif lain yang akan dirasakan jika mengonsumsi gula atau makanan manis terlalu banyak bisa saja menimbulkan sakit gigi, termasuk gigi berlubang dan terjadinya perubahan warna pada gigi. Oleh karena itu, Anda harus mengurangi asupan makanan dan minuman yang mengandung banyak gula untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada gigi.

Tak hanya itu, Anda pun sebaiknya rajin menyikat gigi sebanyak 3 kali sehari, flossing dengan benang gigi, serta berkumur dengan mouthwash setidaknya 2 kali sehari untuk hasil yang lebih maksimal. Kerusakan gigi tersebut umumnya terjadi akibat plak yang menempel pada gigi dengan gula yang berasal dari makanan yang dikonsumsi sehingga menghasilkan asam yang dapat merusak gigi.

Baca juga: 7 Penyebab Sakit Gigi yang Sering Terjadi

4. Masalah kulit

Mengonsumsi minuman dan makanan manis juga ternyata dapat berdampak pada kerusakan kulit. Hal ini termasuk timbulnya jerawat pada wajah yang disebabkan oleh kenaikan kadar gula darah dan hormon insulin dalam tubuh yang membuat produksi hormon androgen yang berfungsi untuk memproduksi minyak di wajah mengalami peningkatan dan menyebabkan peradangan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Bahkan dengan mengonsumsi gula berlebih juga dapat meningkatkan risiko penuaan dini di mana gula yang dikonsumsi mungkin akan menempel pada protein dalam darah yang membentuk molekul berbahaya bagi kulit. Molekul ini juga dapat merusak kadar kolagen dan elastin pada kulit yang seharusnya bermanfaat untuk menjaga kulit tetap kencang dan awet muda.

5. Mengganggu fungsi kerja hati dan ginjal

Makanan manis yang mengandung gula dapat menimbulkan penumpukan lemak di organ hati yang membuat hati menjadi resisten terhadap hormon insulin di mana hormon insulin berguna untuk mengubah gula menjadi energi bagi tubuh. Selain itu, dengan mengonsumsi gula secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal.

Makanan dan minuman yang rasanya manis memang enak jika dikonsumsi sesuai ambang batas normal. Tetapi jika sudah berlebihan, gula atau glukosa yang tadinya memiliki dampak positif dapat berubah menjadi dampak negatif yang akan menggerogoti tubuh dengan berbagai penyakit yang bisa ditimbulkannya.

Baca juga: Makanan yang Berbahaya bagi Ginjal

Oleh karena itu, pastikan Anda mengimbangi asupan gula dengan rajin berolahraga secara teratur, mengurangi konsumsi gula buatan, serta lebih banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang lebih sehat.

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The Negative Impact of Sugar on the Brain. Verywell Mind. (https://www.verywellmind.com/how-sugar-affects-the-brain-4065218)
Why is sugar bad for you? 5 reasons. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/324854.php)
How does sugar in our diet affect our health?. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/how-does-sugar-in-our-diet-affect-our-health/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app