HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Reaksi Penolakan Sesaat atau Alergi

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 1 menit
Reaksi Penolakan Sesaat atau Alergi

Reaksi yang timbul setelah mengasup makanan tertentu adalah hal yang wajar, tetapi kebanyakan disebabkan oleh intoleransi makanan daripada karena alergi. Kendati demikian gejalanya hampir sama sehingga orang sering salah mengidentifikasinya.

Alergi terhadap makanan sebetulnya lebih jarang daripada yang diduga, diperkirakan hanya 0,1-5 persen penduduk menderita alergi ini. Alergi makanan terjadi karena reaksi sistem imun yang berpengaruh pada beberapa organ di tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Jika Anda menderita alergi suatu makanan, bahkan setelah dimakan dalam jumlah kecil, reaksinya akan langsung timbul. Jika yang terpengaruh adalah sistem pencernaan, gejalanya bisa berupa rasa mual, muntah atau diare. Bisa juga berupa ruam-ruam atau gatal jika yang terpengaruh adalah kulit.

Reaksi alergi yang mengancam jiwa disebut anafilaksis, karena menyebabkan gangguan pernapasan dan membuat tekanan darah sangat rendah.

Sementara itu intoleransi makanan biasanya timbul secara bertahap dan tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh. Jika Anda hanya menderita intoleransi makanan, Anda masih bisa mengonsumsi makanan tertentu dalam jumlah kecil tanpa Anda reaksi yang timbul.

Penderita intoleransi makanan juga bisa melakukan pencegahan reaksi. Misalnya jika Anda menderita intoleransi laktosa, Anda bisa mengonsumsi susu bebas laktosa.

Secara umum ada beberapa kondisi yang memicu intolerensi makanan, yakni:

  • Ketiadaan enzim tertentu yang diperlukan untuk mencerna suatu makanan secara utuh, misalnya laktosa.
     
  • Sindrom iritasi perut. Kondisi ini akan menyebabkan kram, sembelit dan diare.
     
  • Keracunan makanan. Toksin seperti bakteri dalam makanan yang rusak bisa meneybabkan gangguan pencernaan yang parah.
     
  • Zat tambahan atau pengawet dalam makanan.
     
  • Stres berulang atau faktor psikologis.
     
  • Penyakit celiac. Orang yang menderita penyakit ini biasanya menderita gangguan pencernaan yang dipicu oleh gluten, protein yang ditemukan dalam roti dan tepung-tepungan.

  

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Allergies Overview: Symptoms, Treatments, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/allergies)
How to treat an allergic reaction: Treatment and home remedies. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/321500.php)
Allergy or Side Effect?. WebMD. (https://www.webmd.com/allergies/allergy-or-side-effect)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app