Bahaya Sering Merokok Dekat Bayi & Anak

Tingkat toleransi anak pada nikotin begitu rendah, sehingga membuatnya lebih rentan mengalami masalah kesehatan akibat asap rokok. Asap rokok yang terus-terusan terhirup oleh anak, dapat membuatnya mengalami berbagai masalah kesehatan
Dipublish tanggal: Jun 13, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Bahaya Sering Merokok Dekat Bayi & Anak

Masih banyak orang tua yang tak sadar bahwa merokok dekat anak, menjadikan anak mereka sebagai perokok pasif. Tingkat toleransi anak pada nikotin begitu rendah, sehingga membuatnya lebih rentan mengalami masalah kesehatan akibat asap rokok. Asap rokok yang terus-terusan terhirup oleh anak, dapat membuatnya mengalami berbagai masalah kesehatan seperti berikut.

1. Meningkatkan risiko anak terkena kanker

Membiarkan anak terpapar asap rokok Anda, sama saja dengan menganiayanya. Kebiasaan ini membuat anak menjadi perokok pasif dan menjadikannya berisiko besar mengidap kanker. Asap rokok mengandung 5 kali lipat karbon monoksida, 3 kali lipat tar dan nikotin, serta 46 kali lipat amonia.

 Jumlah racun yang lebih banyak, dibandingkan dengan racun dari rokok yang Anda hisap.

Jumlah racun yang berlipat ganda tersebut, menjadikan anak berisiko 50 kali lebih tinggi terkena kanker, dibandingkan dengan Anda sendiri. Apalagi anak yang paru-parunya masih dalam tahap pertumbuhan, intensitas bernapasnya lebih cepat dibandingkan orang dewasa. 

Ditambah dengan   sistem imunitas anak belum sesempurna yang Anda miliki, membuatnya lebih mudah jatuh sakit.

2. Anak menjadi rentan terkena radang pernapasan

Radang pernapasan seperti bronkitis dan pneumonia meningkat risiko terjadinya pada anak yang merupakan perokok pasif. Berdasarkan data yang dirilis UNICEF pada tahun 2012, pneumonia yang disebabkan asap rokok, merupakan penyebab kematian anak tertinggi di Indonesia. 

Kira-kira 21 ribu anak atau sekitar 14% kematian anak disebabkan oleh radang pernapasan ini.

3. Menyebabkan dan memperparah penyakit asma

Penyakit asma ringan yang diderita oleh anak, dapat berkembang menjadi asma akut saat dia menjadi perokok pasif. Asap yang Anda keluarkan saat merokok di sekitarnya, terus-menerus terhirup sehingga asma yang dideritanya menjadi sering kambuh dan makin parah. 

Asap rokok yang tak sengaja terhirup anak, menjadi penyebab meningkatnya kasus asma di setiap tahunnya.

4. Menyebabkan infeksi pada telinga anak

Anak yang sering terpapar asap rokok, berisiko tinggi mengalami infeksi pada telinganya. Asap rokok yang terhirup olehnya mengiritasi saluran estachius pada telinga, membuatnya bengkak, dan infeksi pun terjadi. 

Infeksi pada saluran pendengaran ini merupakan penyebab utama terjadinya kehilangan kemampuan mendengar pada anak-anak.

5. Anak berisiko terkena ADHD

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan gangguan perilaku yang sering terjadi pada anak. Anak dengan ADHD mengalami gangguan pada otaknya, sehingga ia cenderung hiperaktif dan tak bisa fokus dengan hal yang sedang dilakukannya. 

Salah satu hal yang meningkatkan risiko ADHD pada anak adalah kebiasaan merokok di sekitar anak.

Asap rokok yang terhirup anak selama 1 jam dalam sehari saja, bisa meningkatkan kecenderungannya terkena ADHD menjadi 3 kali lipat. Terdapat lebih dari 70 ribu zat kimia berbahaya yang terdapat dalam asap rokok. 

Puluhan ribu zat kimia berbahaya itu menjadi neurotoxins yang tak hanya memicu ADHD, namun juga rendahnya IQ dan gejala autisme.   

6. Kemampuan kognitif anak menjadi rendah

Anak yang sering terpapar asap rokok mengalami kesulitan dalam belajar dan butuh lama untuk memahami hal baru. Kadar racun yang begitu banyak dalam asap rokok, sangat mempengaruhi kemampuan matematika dan visuospasial jika terus-menerus terhirup. 

Diyakini ada lebih dari 21 juta anak di dunia yang mengalami kesusahan dalam membaca karena jadi perokok pasif.

Jangan anggap remeh kebiasaan merokok di sekitar anak. Kebiasaan merokok yang sangat Anda sukai, malah bisa menyebabkan anak Anda terganggu kesehatannya. Membiarkannya menghirup asap rokok Anda, sama saja dengan membunuhnya pelan-pelan. 

Oleh karena itu, jika Anda memang menyayangi anak Anda, tinggalkan kebiasaan merokok dari sekarang.


11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Tobacco: Fact sheet [Fact sheet]. (2017). (http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs339/en/)
Rosen LJ, et al. (2012). Parental smoking cessation to protect young children: A systematic review and meta-anlaysis. DOI: (https://doi.org/10.1542/peds.2010-3209)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app