Melihat Gedung Tinggi Bisa Picu Migrain dan Kejang Kumat, Apa Penyebabnya?

Dipublish tanggal: Jul 3, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 7, 2019 Waktu baca: 3 menit
Melihat Gedung Tinggi Bisa Picu Migrain dan Kejang Kumat, Apa Penyebabnya?

Ketika Anda mendapat pekerjaan di gedung perkantoran yang berada di tengah kota, maka pemandangan gedung yang tinggi pencakar langit tentu menjadi hal biasa. Terkadang, Anda mungkin akan meluangkan waktu sejenak untuk menikmati pemandangan tersebut di sela-sela kerja. Namun, siapa sangka bahwa melihat gedung tinggi bisa memicu kambuhnya migrain bahkan kejang?

Melihat gedung tinggi picu migrain dan kejang

Lingkungan kerja di tengah kota dengan bangunan yang megah dan modern merupakan suatu simbol kesuksesan tersendiri bagi seseorang. Namun siapa sangka, bagi sebagian orang pemandangan tersebut justru bisa mendatangkan dampak buruk bagi kesehatan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Bukan melihat pemandangan yang megah, sebagian orang malah mengalami pandangan berbayang, buram, atau bahkan silau karena disebabkan oleh kemunculan bercak-bercak cahaya terang di mata. Efek ini terjadi karena adanya semacam aura yang melingkupi gedung-gedung perkantoran tersebut.

Dalam kasus lain, seseorang bahkan bisa merasa mengalami gangguan otot dan saraf, sehingga tubuhnya terasa lemas jika berlama-lama melihat gedung tinggi. Untuk kasus yang lebih ekstrem, seseorang bahkan bisa mengalami kejang-kejang saat berada di lingkungan tersebut.

Baca Selengkapnya: Kejang dan Epilepsi Ternyata Tidak Sama, Ini Bedanya

Efek melihat gedung tinggi bagi otak

Pada dasarnya, bukan ketinggian gedunglah yang menjadi pemicu terbesar kambuhnya migrain atau kejang. Akan tetapi, hal ini disebabkan oleh bentuk, pola, serta desain gedung yang seragam sehingga lambat laun menimbulkan efek samping berupa migrain hingga kejang.

Saat melihat gedung perkantoran, maka biasanya bagian luar gedung akan terlihat sama yakni berbentuk kotak yang cenderung kaku. Juga dipadukan dengan garis lurus serta banyaknya jendela di sekitarnya. Karena desain yang cenderung kaku inilah, warna yang tampak akan semakin terlihat kontras.

Penelitian terbaru dalam jurnal Current Biology menyatakan bahwa melihat pola yang kaku, seragam, serta kontras dapat mengganggu aktivitas gelombang otak. Apabila gelombang otak kacau, maka saraf-saraf di dalam otak Anda pun tidak dapat bekerja dengan baik.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Dampaknya, Anda justru akan merasakan sakit kepala atau mual. Lebih parahnya lagi bagi orang yang mengidap penyakit epilepsi, gelombang otak yang kacau tersebut bisa memicu kejang.

Di samping itu, gedung tinggi dengan pola yang serupa ternyata juga lebih sulit untuk diterima oleh otak. Para ahli asal Inggris membuktikan bahwa ketika melihat gedung tinggi di area perkantoran, maka otak akan menghabiskan oksigen jauh lebih banyak. 

Pola arsitektur tersebut juga menyebabkan sel-sel saraf dalam otak mengalami peningkatan aktivitas.

Baca Juga: Kenali Jenis-Jenis Migrain Agar Mudah Mengatasinya

Pemandangan yang tidak sehat

Ketika Anda berada di alam bebas seperti hutan, maka Anda akan mendapatkan kilasan gambar yang sangat beragam berupa perpaduan bentuk dan pola dari pohon-pohon yang berada di dalamnya. Ditambah lagi dengan pola pada tubuh hewan dengan warna yang monoton, seperti zebra atau harimau, pun memiliki bentuk yang beragam.

Hal itulah yang menjadi patokan otak dalam mengolah informasi yang diterima. Otak cenderung lebih mudah mencerna informasi berupa bentuk benda yang beragam, sehingga otak juga tidak mudah lelah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Fakta tersebut sangat berbeda dengan pemandangan yang Anda dapatkan ketika menginjakkan kaki di dekat jendela perkantoran. Tentu saja, Anda akan melihat gedung tinggi pencakar langit dengan desain yang hampir serupa.

Akibatnya, otak akan merasa lebih cepat lelah karena melihat kesan monoton dan pola yang sama. Menurut para ahli, otak dan mata manusia memang belum terbiasa dengan pola minimalis modern yang saat ini berkembang, karena pola tersebut sangat berbeda dengan pemandangan di alam bebas. 

Sebab selama berabad-abad, manusia sudah menyesuaikan diri dengan pemandangan di alam bebas yang tergolong yang abstrak dan tak beraturan.

Agar tidak cepat migrain atau bahkan sampai kejang, sangat disarankan untuk mengembangkan taman mini di dalam area gedung perkantoran. Hal ini bertujuan agar para pekerja di dalamnya bisa merilekskan diri sejenak dengan melihat pemandangan alam yang menyejukkan, tidak hanya sekadar melihat gedung tinggi yang monoton.

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app