Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA

Avoidant Personality Disorder: Penyebab,Gejala,dan Pengobatannya

Update terakhir: NOV 14, 2019 Tinjau pada NOV 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 982.572 orang

Orang-orang dengan avoidant personality disorder (APD) atau gangguan kepribadian menghindar memiliki pola rasa malu yang berlebihan di seumur hidupnya.

Orang dengan gangguan tersebut juga merasa tidak mampu dan hipersensitif terhadap sebuah penolakan. APD dapat menyebabkan gejala kejiwaan yang menciptakan masalah serius dengan sebuah hubungan dan pekerjaan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Penyebab dan faktor resiko Avoidant Personality Disorder

Penyebab APD dan gangguan kepribadian lainnya masih tidak diketahui. Para peneliti berpikir faktor genetik dan lingkungan mungkin berperan dalam munculnya gangguan tersebut.

Sampai saat ini tidak ada cara untuk mengetahui siapa saja yang dapat mengembangkan APD. Orang yang memiliki kelainan ini biasanya sangat pemalu saat masa anak-anak. Kecemasan berlebihan juga dapat memicu gangguan ini.

Namun, tidak setiap anak yang pemalu dapat mengembangkan gangguan tersebut. Demikian juga, tidak setiap orang dewasa yang pemalu memiliki kelainan tersebut.

Jika Anda memiliki APD, rasa malu Anda kemungkinan besar akan tumbuh seiring bertambahnya usia. Mungkin sampai pada titik dimana Anda mulai menghindari orang lain dan situasi tertentu.

Tanda dan gejala Avoidant Personality Disorder

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Gangguan kepribadian avoidant ditandai oleh tiga komponen utama yaitu:

  • Hambatan social
  • Perasaan canggung atau ketidakmampuan atau tidak percaya diri
  • Sensitif terhadap kritik atau penolakan

hambatan ini akan menyebabkan gangguan dalam melakukan perkerjaan, bersosialisasi dengan orang lain, gangguan saat sekolah.

Cara mencegah terjadinya Avoidant Personality Disorder

Sampai saat ini masih tidak diketahui secara pasti cara mencegah terjadinya avoidant personality disorder (APD). Namun dengan pengobatan mungkin tidak dapat mengubah kepribadian seseorang dengan gangguan kepribadian.

 Anda kemungkinan besar akan selalu merasa malu dan mengalami kesulitan dengan interaksi sosial dan kerja. Tetapi pengobatan dapat memperbaiki gejala dan membantu Anda mengembangkan kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain.

Cara mengobati Avoidant Personality Disorder

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Diagnosa

Dokter mungkin merujuk Anda ke spesialis kesehatan mental yang akan mengajukan pertanyaan kepada Anda untuk menentukan apakah Anda memiliki APD.

Untuk dapat didiagnosis dengan APD, gejala Anda harus dimulai selambat-lambatnya saat dewasa.

Anda juga harus menunjukkan setidaknya empat karakteristik berikut:

  • Anda menghindari aktivitas kerja yang melibatkan kontak dengan orang lain. Hal tersebut dilakukan karena takut akan kritik, ketidaksetujuan, atau penolakan.
  • Anda tidak mau terlibat dengan orang lain kecuali Anda yakin mereka menyukai Anda.
  • Anda menahan diri dalam sebuah hubungan karena Anda takut akan diejek atau dihina.
  • Ketakutan dikritik atau ditolak dalam situasi sosial mendominasi pikiran Anda.
  • Anda menahan diri atau sepenuhnya menghindari situasi sosial karena Anda merasa tidak mampu.
  • Anda pikir Anda lebih rendah dari orang lain, tidak menarik, dan tidak kompeten.
  • Anda tidak akan ambil bagian dalam kegiatan baru atau mengambil resiko pribadi karena Anda takut malu.

Diagnosis akan memerlukan evaluasi psikologis oleh spesialis kesehatan mental. Evaluasi tersebut juga akan mengesampingkan diagnosa potensial lainnya atau menentukan apakah seseorang memiliki lebih dari satu diagnosis.

Pengobatan

Psikoterapi adalah pengobatan paling efektif untuk avoidant personality disorder (APD). Terapis dapat menggunakan psikoterapi psikodinamik atau terapi perilaku kognitif. 

Tujuan terapi adalah untuk membantu Anda mengidentifikasi keyakinan bawah sadar Anda tentang diri Anda dan bagaimana orang lain melihat atau memandang Anda. Terapi tersebut juga bertujuan untuk membantu Anda berfungsi lebih baik secara sosial dan di tempat kerja.

Psikoterapi Psikodinamik

Terapi psikodinamik adalah suatu bentuk terapi bicara. Terapi ini dapat membantu Anda menjadi sadar akan pikiran bawah sadar Anda. Terapi psikodinamik dapat membantu Anda memahami bagaimana pengalaman masa lalu mempengaruhi perilaku Anda saat ini. 

Terapi tersebut memungkinkan Anda untuk memeriksa dan menyelesaikan rasa sakit dan konflik di masa lalu.

 Kemudian Anda dapat bergerak maju dengan pandangan yang lebih sehat tentang diri Anda dan bagaimana orang lain melihat atau memandang Anda. Psikoterapi psikodinamik menghasilkan hasil yang lama dengan manfaat yang berlanjut setelah pengobatan.

Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah bentuk lain dari terapi bicara. Di CBT, terapis membantu mengenali dan mengganti keyakinan yang tidak sehat dan proses berpikir Anda. 

Terapis akan mendorong Anda untuk memeriksa dan menguji pikiran dan keyakinan Anda untuk melihat apakah pikiran tersebut memiliki dasar yang nyata. Terapis juga akan membantu Anda mengembangkan pemikiran alternatif dan pemikiran yang lebih sehat.

Obat-obatan

Sampai saat ini masih belum ada obat yang disetujui untuk mengobati gangguan kepribadian. Namun, dokter mungkin akan meresepkan obat antidepresan jika Anda mengalami depresi atau kecemasan yang terjadi bersamaan.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit