Sering Malas Gerak? 4 Bahaya Ini Siap Mengancam Tubuh

Dipublish tanggal: Jul 2, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 2, 2019 Waktu baca: 4 menit
Sering Malas Gerak? 4 Bahaya Ini Siap Mengancam Tubuh

Gaya hidup sedentari atau mager alias malas gerak sering kali dijadikan alasan utama untuk bisa bersantai di rumah, apalagi saat akhir pekan tiba. Memang tidak ada salahnya melakukan hal ini, sebab tubuh juga memerlukan istirahat untuk memulihkan tenaga. Tetapi, jangan sampai Anda kelamaan berdiam diri dan malah semakin malas gerak. Tak cuma memicu obesitas, bahaya malas gerak juga bisa memicu kematian. 

Apa sih gaya hidup sedentari itu?

Gaya hidup sedentari adalah salah satu pola perilaku ketika seseorang melakukan aktivitas atau gerakan fisik yang minim. Beberapa orang yang menjalani gaya hidup sedentari di antaranya orang-orang kantoran yang hampir sepanjang hari duduk dibalik meja kerja.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Ditambah lagi dengan perjalanan menuju kantor yang ditempuh dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, maka ini sama saja Anda duduk di sepanjang jalan. Begitu juga sesampainya di kantor, terkadang kita menyempatkan diri untuk istirahat di sofa atau kursi sebelum mulai kerja.

Gaya hidup sedenter juga dapat dilihat dari kebiasaan Anda saat membeli barang. Sekarang ini sudah banyak layanan pembelian barang, makanan, atau jasa kirim secara online. Jadi, Anda hanya cukup meng-klik pesanan, transfer via online, lalu menunggu barang dikirim ke rumah.

Bisa dilihat bahwa hampir semua aktivitas tadi membuat kita lebih banyak duduk. Sementara pada zaman dahulu, orang-orang harus berjalan keluar rumah untuk menyelesaikan berbagai urusan tersebut. Inilah yang menyebabkan generasi muda sering dicap sebagai orang-orang yang malas gerak alias mager.

Gaya hidup sedentari adalah salah satu penyebab kematian terbanyak

Karena telanjur merasa nyaman, kebiasaan malas gerak cenderung sulit diubah. Namun, apa pun alasannya, perlu diketahui bahwa malas gerak harus segera disudahi karena diam-diam dapat membahayakan kesehatan tubuh Anda.

Anda memang tidak akan merasakan langsung risiko dan bahaya malas gerak. Pasalnya, dampak kebiasaan ini baru akan dirasakan bertahun-tahun setelah Anda terbiasa malas gerak.

Menurut WHO, kebiasan malas gerak ternyata menjadi 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. Dipertegas oleh data dari European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) tahun 2008, kematian karena kemageran mencapai 2 kali lipat jumlahnya daripada kasus kematian akibat obesitas.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Bahaya malas gerak ini tentu akan semakin parah bila diikuti dengan pola hidup tak sehat lainnya. Mulai dari merokok hingga minum alkohol, semuanya jelas dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Berbagai bahaya malas gerak bagi kesehatan

Rebahan sejenak di kursi atau kasur sebetulnya boleh-boleh saja untuk mengistirahatkan tubuh. Akan tetapi, jika kebiasaan duduk dilakukan seharian tanpa melakukan kegiatan apa pun, maka hal ini bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Berikut ini berbagai ancaman dan bahaya malas gerak yang perlu Anda waspadai, antara lain:

1. Menurunkan konsentrasi

Akibat kebiasaan bekerja sambil duduk, tulang belakang Anda bisa menegang karena kelamaan membungkuk. Tak hanya itu, bahaya malas gerak ini juga dapat menghambat paru-paru untuk mengembang saat bernapas.

Akibatnya, kadar oksigen yang masuk ke dalam tubuh jadi berkurang dari biasanya. Hal ini tanpa disadari bisa bikin Anda kurang fokus dan tidak konsentrasi.

2. Meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung

Sebuah studi yang dilakukan oleh Aerobics Research Center di Amerika Serikat membuktikan bahwa ketika Anda sering melakukan aktivitas fisik, risiko stroke yang akan menyerang tubuh Anda pun akan berkurang hingga 60%. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Ada juga penelitian lain dari Nurses’s Health Study yang melaporkan bahwa wanita yang cukup melakukan aktivitas fisik akan terhidar dari serangan stroke dan jantung sebesar 50%. 

Ini artinya, apabila Anda merasa sering bermalas-malasan di depan layar televisi maupun gadget, berhati-hati lah karena risiko stroke yang dapat menyerang Anda sewaktu-waktu.

Baca Juga: Awas, 5 Penyakit Ini Bisa Terjadi Akibat Kelamaan Menonton TV

3. Memicu gangguan fungsi kognitif

Aktivitas fisik mampu merangsang aliran darah yang penuh oksigen menuju otak. Tubuh yang bergerak aktif juga dapat membantu memperbaiki sel dan jaringan otak yang mulai rusak.

Bergerak dan berolahraga juga akan menumbuhkan berbagai sel saraf baru dalam otak. Hal inilah yang membuat otak semakin tajam dan daya ingat semakin kuat.

Baca Juga: 6 Cara Jitu Menjaga Kesehatan Otak di Sepanjang Usia

Lain halnya bila Anda membiarkan kebiasaan malas gerak, kurangnya aktivitas fisik lambat laun menurunkan fungsi otak. Dalam jangka panjang, Anda berisiko mengalami gangguan fungsi kognitif.

4. Menyebabkan resistensi insulin dan memicu osteoporosis

Ketika Anda biasa menghabiskan 70% dari hari Anda dengan hanyak duduk-duduk dan tiduran, Anda berisiko mengalami resistensi insulin yang terjadi karena meningkatnya kadar gula dalam darah. 

Disamping itu, ketika Anda tidak rutin bergerak secara aktif, otot dan tulang Anda secara perlahan kehilangan massa. Akibatnya, tulang semakin mudah keropos dan memicu osteoporosis.

Cara mudah 'memaksa' tubuh Anda untuk lebih sering bergerak

Setelah mengetahui berbagai bahaya malas gerak, Anda tentu tidak ingin mengalami salah satunya. Mau tidak mau, Anda harus 'memaksakan' diri Anda untuk bergerak setiap hari supaya tubuh tetap aktif.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghindari bahaya malas gerak, yaitu:

  1. Gunakan standing desk atau meja yang cukup tinggi supaya Anda bisa sesekali bekerja sambil berdiri. Hal ini dapat membantu meregangkan otot-otot tubuh agar tidak kaku karena kelamaan duduk.
  2. Sambil mencari ide atau inspirasi saat bekerja, Anda bisa berjalan kaki mengitari gedung kantor atau di sekitar meja kerja Anda selama beberapa menit.
  3. Jika Anda naik kendaraan umum seperti kereta atau bus, usahakan untuk berdiri daripada duduk sepanjang perjalanan.
  4. Parkir kendaraan atau turun dari kendaraan umum di pemberhentian yang lebih jauh dari biasanya. Setelah itu, berjalan kakilah sampai kantor agar tubuh bergerak aktif.
  5. Daripada memesan barang-barang di toko online, pergilah dan berburu barang-barang yang Anda cari di pusat perbelanjaan.
  6. Sempatkan untuk berolahraga selama satu jam setiap hari, baik di pagi hari atau sepulang kerja.
  7. Membersihkan rumah bisa menjadi aktivitas fisik yang cukup berat, misalnya menyapu, mengepel lantai, atau mencuci pakaian dengan tangan.

Memang tidak mudah untuk mengubah kebiasaan malas gerak alias mager menjadi aktif bergerak. Lakukanlah secara perlahan dan rasakan sendiri nikmatnya terbebas dari bahaya malas gerak seperti yang disebutkan di atas.

15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
7 Negative Effects Of a Sedentary Lifestyle. Men's Health. (Accessed via: https://www.menshealth.com/health/g19541989/effects-of-sedentary-lifestyle/)
How to Fix a Sedentary Lifestyle. Verywell Health. (Accessed via: https://www.verywellhealth.com/how-to-beat-a-sedentary-lifestyle-2509611)
CDC Maps America's Growing Sedentary Lifestyle. American Academy of Family Physicians (AAFP). (Accessed via: https://www.aafp.org/news/health-of-the-public/202000203inactivemaps.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app