Amankah Berhubungan Seks Saat Hamil Tua?

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 7, 2019 Waktu baca: 2 menit
Amankah Berhubungan Seks Saat Hamil Tua?

Apakah aman berhubungan seks saat hamil tua?

Saat usia kehamilan semakin bertambah, posisi janin sudah semakin turun dan perut semakin besar, amankah kita melakukan hubungan seks dengan pasangan?

Menurut Monica Foreman, MD, dokter kebidanam dan kandungan Montefiore Medical Center in the Bronx, N.Y, sebenarnya berhubungan seks pada saat hamil, aman-aman saja selama Anda dan kehamilan Anda sehat dan dilakukan dengan nyaman.  

Iklan dari HonestDocs
Dermal Fillers Treatment di Reface Clinic

Dermal Filler merupakan perawatan wajah yang berfungsi untuk memperbaiki area tertentu yang memang diperlukan. Misalnya, untuk membantu mengatasi kerutan, garis halus atau cekungan yang disebabkan penuaan, meratakan tekstur dan menghaluskan kulit, hingga menghilangkan bekas luka. Perawatan wajah ini dilakukan dengan menyuntikan cairan seperti asam hialuronat atau kolagen, maupun zat sintesis kebagian wajah yang bermasalah, Contohnya pipi,hidung,bibir,rahang,dagu,area sekitar muka, dan lainnya. Perawatan dermal filler akan menjadikan wajah menjadi lebih berisi sehingga keriput atau garis-garis halus jadi tersamarkan.

Namun tidak semua pasangan nyaman melakukannya. Perut yang semakin berat dan besar, membuat beberapa wanita merasa cepat lelah. Di kondisi demikian, seks adalah hal terakhir yang mereka inginkan. Para calon ayah pun ada yang merasa tidak percaya diri. Mereka takut menyakiti bayinya.

"Jika seorang calon ayah merasa takut, biasanya saya katakan kepada mereka untuk tenang. Hubungan seks tidak akan melukai bayi. Di dalam tubuh calon ibu, ada semacam 'telur' yang melindungi 'bantal' dan ada semacam 'bantal' lagi yang melindungi janin. Tidak ada cara bagi calon ayah menyakiti bayinya," kata  Salasche. 

Namun demikian, ada hal yang perlu Anda ingat. Orgasme bisa memicu pelepasan prostaglandin yang secara teori bisa menyebabkan kontraksi. Pada usia kehamilan 40 minggu, seks mungkin jadi menyakitkan. 

Hal -hal lain yang menyebabkan seks berisiko tidak aman dilakukan adalah jika Anda memiliki kondisi: 

  1. Plasenta previa, kondisi di mana plasenta menutupi seluruh atau sebagian serviks. Ketika penis menyentuh serviks atau Anda mendapat orgasme, ini dapat membuat trauma plasenta dan pendarahan.
  2. Pendarahan vagina
  3. Ketuban pecah. Jika ini terjadi, bayi Anda tidak lagi terlindung dari infeksi.
  4. Pernah keguguran
  5. Cervical insufficiency

Posisi berhubungan seks saat hamil tua

Posisi klasik pria di atas tidak lagi nyaman saat hamil tua. Bereksplorasilah untuk menemukan posisi yang paling nyaman dan aman. Anda bisa mencoba doggy style atau spoon (menyamping, pria di belakang). 

Wanita hamil tua tidak dianjurkan berhubungan seks dengan posisi berbaring karena uterus bisa menekan pembuluh darah besar dan menyebabkan tekanan pada pelvik dan rasa sakit, jellas Salasche. 

Berbaring juga bisa menyebabkan sindrom hipotensif supine, yang memicu perubahan denyut jantung dan tekanan darah, menyebabkan pusing dan gejala ketidaknyamanan lain. 

Jika pria Anda (mungkin) menderita infeksi menular seksual atau menjalankan hubungan seks berisiko, sebaiknya Anda menggunakan kondom untuk mengurangi risiko penularan, atau tidak berhubungan seks sama sekali sebelum pria Anda dinyatakan aman oleh dokter yang berkompeten.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Mann, D. WebMD (2009). Sex During Pregnancy: Is It Safe? (https://www.webmd.com/baby/features/sex-during-pregnancy-is-it-safe)
Baby Center. Sex during pregnancy: How to stay safe and have fun. (https://www.babycenter.com/sex-during-pregnancy-overview)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app