Akromegali - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Agu 27, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Tinjau pada Okt 21, 2019 Waktu baca: 4 menit

Apakah Akromegali itu?

Akromegali adalah kondisi hormonal langka yang dihasilkan dari kelebihan jumlah hormon pertumbuhan (GH/Growth Hormone) dalam tubuh. Jumlah tambahan hormon pertumbuhan ini menyebabkan terjadinya pertumbuhan secara berlebih pada tulang dan jaringan lunak tubuh. 

Anak-anak dengan kondisi ini akan mengalami pertumbuhan abnormal dibanding anak seusianya dan memiliki struktur tulang yang berlebihan, terutama pada bagian lengan, kaki, maupun wajah. Kondisi ini disebut juga dengan gigantisme. Baca juga: Penyebab dan Pengobatan Gigantisme

Jika tidak ditangani dengan tepat, Akromegali dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius bahkan mengancam keselamatan. Beberapa komplikasi umum yang terjadi termasuk kehilangan penglihatan, kompresi sumsum tulang belakang, fibroid rahim pada wanita, hipopituitarisme, sleep apnea, polip pada lapisan usus besar, gondok, diabetes tipe 2, radang sendi, penyakit jantung (pembesaran jantung), serta tekanan darah tinggi (hipertensi).

Mengenai Akromegali

Penyebab Akromegali

Penyebab Akromegali adalah memiliki terlalu banyak hormon pertumbuhan (GH/Growth Hormone), di mana hormon GH merupakan bagian dari kelompok hormon yang berfungsi mengatur pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Sehingga terlalu banyak memiliki hormon GH dapat menyebabkan percepatan dan pertumbuhan tulang serta pembesaran organ-organ tertentu pada tubuh dibandingkan orang normal pada umumnya.

Selain itu, GH yang terbuat di kelenjar hipofisis otak juga menyebabkan kecenderungan memiliki tumor jinak yang disebut juga adenoma. Tumor ini dapat mempengaruhi fungsi hipofisis dan dapat menjadi salah satu penyebab Akromegali.

Gejala Akromegali

Gejala Akromegali cukup sulit terdeteksi karena biasanya berkembang seiring berjalannya waktu. Gejala Akromegali yang secara umum terjadi antara lain:

  • Tulang membesar pada bagian wajah, kaki, tangan
  • Pertumbuhan rambut yang berlebih pada wanita
  • Rahang atau lidah membesar
  • Alis yang menonjol
  • Percepatan pertumbuhan yang terjadi lebih awal dan berlebihan
  • Pertambahan berat badan
  • Pembengkakan sendi dan rasa nyeri yang membatasi gerakan
  • Terdapat ruang atau celah antar gigi
  • Suara serak dan berat
  • Kelelahan dan sakit kepala
  • Sulit tidur
  • Terjadi kelemahan otot
  • Mudah berkeringat dan menimbulkan bau badan
  • Pembesaran kelenjar penghasil minyak di kulit (Kelenjar Sebaceous)
  • Kulit menebal

Jika Anda merasakan tanda atau gejala Akromegali seperti di atas, segeralah berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter. Penyakit Akromegali dapat dimulai kapan saja setelah masa pubertas, tetapi lebih sering terjadi pada usia lanjut. Bahkan, gejala yang terjadi sering tidak disadari.

Diagnosis Akromegali 

Gejala Akromegali biasanya terjadi secara perlahan sehingga tidak mudah disadari. Beberapa tes untuk mendiagnosa Akromegali di antaranya:

  • Tes darah

Tes darah dapat menentukan jumlah kadar GH dalam tubuh, tetapi penilaiannya kurang akurat karena kadar GH cenderung berubah setiap hari. Untuk memastikannya kembali biasanya dilakukan tes toleransi glukosa di mana Anda diminta meminum 75-100 gram glukosa, lalu dilakukan pengujian kadar GH. Jika kadar GH Anda normal, maka kelebihan glukosa akan menekan kadar GH, tetapi jika kadar GH tinggi maka Anda didiagnosis menderita Akromegali.

  • Insulin-Like Growth Factor 1 (IGF-1)

Pemeriksaan melalui uji protein yang disebut Insulin-Like Growth Factor 1 (IGF-1) dapat membantu menentukan apakah ada pertumbuhan abnormal pada tubuh sekaligus untuk memantau perkembangan hormon lainnya dalam tubuh.

  • Studi pencitraan

Studi pencitraan melalui sinar X dan MRI mungkin bisa membantu memeriksa pertumbuhan tulang berlebih yang mungkin terjadi. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan sonogram untuk memeriksan ukuran organ tubuh bagian dalam. Setelah diagnosis Akromegali benar adanya, maka penggunaan MRI dan CT Scan akan membantu mengetahui ukuran dan posisi tumor hipofisis.

Jika tidak ditemukan tumor pada kelenjar pituitari, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjut untuk mengetahui apakah tumor mungkin berada di dada, perut, maupun panggul yang mungkin menyebabkan produksi GH berlebih.

Pengobatan Akromegali 

Cara mengobati Akromegali didasarkan pada faktor usia dan riwayat kesehatan secara keseluruhan. Tujuan pengobatan lebih kepada metode perawatan untuk mengembalikan tingkat produksi GH ke kadar normal, mengurangi tekanan di sekitar tumor pituitari yang tumbuh, mempertahankan fungsi hipofisis secara normal, mengobati berbagai kekurangan hormon, dan memperbaiki gejala Akromegali. 

Beberapa cara perawatan yang mungkin dilakukan untuk mengatasi Akromegali, di antaranya:

Operasi

Pembedahan atau operasi merupakan cara awal yang dilakukan untuk mengangkat tumor yang menyebabkan terjadinya GH secara berlebihan pad penderita Akromegali. Biasanya, perawatan ini akan mampu mengurangi kadar GH secara cepat dan efektif.

Salah satu komplikasi yang mungkin timbul adalah kerusakan pada jaringan hipofisis yang mengelilingi tumor sehingga memungkinkan Anda harus menjalani perawatan penggantian hormon hipofisis seumur hidup. Komplikasi serius lainnya yang jarang terjadi meliputi kebocoran cairan serebrospinal dan meningitis.

Obat-obatan tertentu

Jenis pengobatan lain yang bisa dipilih adalah pemberian obat tertetntu yang digunakan ketika tindakan operasi atau pembedahan tidak berhasil menurunkan kadar GH dalam tubuh, sekaligus membantu mengecilkan tumor besar sebelum operasi. 

Jenis obat yang dapat membantu mengatur atau memblokir produksi GH adalah analog somatostatin (somatostatin analog), antagonis reseptor (GH receptor antagonist (GHRA), dan agonis dopamin (dopamine agonist).

Radiasi

Radiasi biasanya digunakan untuk menghancurkan tumor besar atau bagian tumor yang tersisa setelah operasi atau ketika penggunaan obat tidak efektif mengurangi gejala Akromegali. Radiasi secara perlahan dapat membantu menurunkan kadar GH saat digunakan bersamaan dengan metode pengobatan lain.

Pengobatan Akromegali melalui radiasi membutuhkan waktu yang cukup lama hingga tahunan dan memiliki beberapa efek samping yaitu merusak kesuburan, kehilangan penglihatan, cedera otak, ataupun tumor sekunder.

Pencegahan Akromegali 

Hingga saat ini belum ada cara untuk mencegah terjadinya Akromegali, tetapi pemeriksaan dan diagnosis awal akan sangat membantu menentukan cara perawatan yang tepat dan membantu meringankan gejala Akromegali.


22 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app