Kenali Akalasia Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 428.579 orang

Akalasia, begitu kamu mendengar kata ini apa yang terlintas di pikiran kamu ? Apakah kamu berpikir ini ialah nama bunga atau nama  suatu kota atau negara ? Ya, akalasia memang merupakan nama yang sangat cantik. Tapi tahukah kamu bahwa akalasia merupakan nama sebuah penyakit ? Tentunya belum banyak dari kamu yang tahu apa itu penyakit akalasia. Oleh sebab itu yuk simak baik baik artikel satu ini agar bisa menambah pengetahuanmu tentang penyakit akalasia ini.

Apa Itu Penyakit Akalasia ?

Seperti yang sudah diberitahukan diatas, akalasia merupakan nama suatu penyakit. Ya, akalasia ialah suatu penyakit yang berkaitan dengan kerongkongan manusia dimana ketika seseorang terkena penyakit ini maka otomatis orang tersebut akan mengalami gangguan di area kerongkongan atau esofagusnya dan menyebabkan terjadinya gangguan, hambatan atau pencegahan masuknya makanan dan minuman yang dikonsumsi dari mulut ke dalam perut menuju lambung. 

Penyakit akalasia yang diderita seseorang umumnya menyebabkan otot katup yang ada pada kerongkongan dan terhubung ke perut berada dalam keadaan tertutup sehingga akan mengganggu makanan atau minuman yang masuk dari mulut dan terhubung ke arah perut dan lambung. Adanya keadaan tak normal pada otot katup umumnya disebabkan oleh gangguan sistem saraf. 

Penyakit akalasia memang masih merupakan penyakit langka yang hanya menyerang 1 dari 1000 orang di seluruh dunia. Penyakit ini juga umumnya akan menyerang orang orang yang cenderung berusia lanjut namun tak menutup kemungkinan dimana setiap wanita dan laki laki yang berusia muda dan produktif juga dapat terserang penyakit ini.

Faktor yang Menyebabkan Penyakit Akalasia

Penyebab dari penyakit akalasia sebenarnya secara medispun belum diketahui secara pasti namun ada beberapa faktor penyakit yang diduga dapay menyebabkan seseorang terkena penyakit akalasia seperti dibawah ini :

  • Adanya gangguan sistem imun dalam tubuh seseorang. Hal ini dikaitkan dengan asumsi bahwa penyakit akalasia dapat terjadi ketika sistem imun tubuh seseorang mengalami gangguan dan menyerang bagian sel sarah esofagus atau kerongkongan sehingga saraf pada kerongkongan tidak dapat berfungsi normal sesuai fungsinya.
  • Faktor Genetik atau adanya riwayat keturunan. Seseorang yang mempunya orang tua, saudara atau kakek nenek yang pernah memiliki riwayat penyakit akalasia tentunya akan mengalami presentase yang lebih besar untuk mengidap penyakit akalasia di kemudian hari.
  • Adanya infeksi virus. Ini bisa terjadi ketika seseorang terkena infeksi dari berbagai virus seperti herpes.
  • Kanker kerongkongan. Pada seseorang yang mengidap kanker kerongkongan,  tentunya akan lebih besar presentase fungsi kerongkongan yang tidak normal terjadi bagi penderitanya. Hal ini yang menyebabkan peningkatan orang tersebut akan terkena penyakit akalasia juga.

Gejala Penyakit Akalasia

Layaknya penyakit lain pada umumnya, penyakit akalasia pun memiliki beberapa gejala yang dapat mengindikasikan seseorang terkena penyakit akalasia ini seperti :

  • Pada awalnya, seseorang akan merasa sulit atau sakit untuk menelan makanan maupun minuman, secara medis kondisi ini dinamakan disfagia.
  • Sakit dada ketika mengkonsumsi makanan maupun minuman
  • Batuk, bernafas dengan berat dan mengeluarkan suara
  • Ada rasa panas yang muncul dari dalam perut atau pada ulu hat karena asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini dinamakan heartburn
  • Sendawa yang sering terjadi
  • Mengalami regurgitasi atau keadaan dimana makanan dan minuman kembali ke tenggorokan dan menyebabkan muntah yang mengalir akibat tidak bisa masuknya makanan dan minuman.
  • Penurunan berat badan dikarenakan sulitnya makanan dan minuman masuk ke dalam mulut

Pengobatan pada Pasien Akalasia

Pengobatan pada pasien akalasia biasanya akan memfokuskan pengobatan agar pasien mampu untuk menelan makanannya dan minuman kembali ke dalam mulut dan perut mereka sehingga perut pasien tidak kosong. Umumnya dokter akan menyarankan metode pelebaran kerongkongan. Pelebaran kerongkongan biasanya akan dilakukan dengan cara memasukan sebuah balon khusus medis ke bagian kerongkongan dengan bantuan proses endoskopi lalu mengembangkan balon tersebut agar kerongkongan menjadi lebih lebar dan makanan dan minuman dapat masuk secara mudah menuju lambung. 

Selain metode tersebut, dokter juga bisa menyarankan metode operasi maupun suntik botok hingga pemberian obat obatan seperti obat nitrogliserin, atau nifedipine. Namun tentunya kamu butuh mengkonsultaskan keadaan kesehatan kerongkongan mu kepada dokter terdekat sehingga dokterpun dapat mengetahui metode mana yang paling baik dan cocok untuk dilakukan dalam mengatas permasalahan gangguan kerongkonganmu atau penyakit akalasia ini.

Ingatlah untuk selalu menjaga pola makan mu dengan baik, kunyah makananmu hingga lembut, jangan merokok, dan  perbanyak minum air sehingga kamu dapat tercegah dari penyakit akalasia. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit