Abrasi Gigi - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Mar 1, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Waktu baca: 3 menit

Akibat dari kerusakan mekanik yang abnormal sehingga struktur gigi menjadi hilang disebut abrasi gigi. Abrasi gigi disebabkan oleh gesekan terhadap gigi yang terlalu kuat dan terus menerus. Penyebab paling umum yaitu menyikat gigi terlalu keras, meskipun demikian ada banyak hal yang dapat menyebabkan abrasi gigi.

Terbentuknya lekuk-lekuk ‘V’ pada bagian leher gigi (daerah di dekat gusi) merupakan ciri khas abrasi gigi yang disebabkan oleh menyikat gigi yang terlalu keras. Abrasi gigi dapat mencapai permukaan yang lebih dalam yaitu dentin, mengenai permukaan email (permukaan paling luar).

Abrasi gigi akan menyebabkan gigi sensitif apabila sudah mengenai permukaan gigi yang semakin dalam (dentin gigi terbuka).

Penyebab dan Gejala Abrasi Gigi

Menyikat Gigi yang Tidak Benar
Terkadang terdengar sangat sepele menggosok gigi dengan salah dapat berakibat pada terjadinya abrasi gigi. Menggosok gigi dengan terlalu menekan keras dan gerakan yang salah serta dengan menggunakan sikat gigi berbulu kasar dapat menyebabkan jaringan gigi menjadi rusak dan mengikis lapisan email gigi. Sehingga gigi menjadi mudah rusak dan lama-lama akan menjadi abrasi.

Kebiasaan Makan Makanan Dengan Tekstur Keras
Apakah Anda sering mengonsumsi makanan keras? seperti keseringan makanan daging, buah-buahan keras atau kebiasaan menggigit kuku, pulpen, sampai kebiasaan iseng membuka botol minuman dengan gigi? Ternyata jika hal ini dilakukan secara terus menerus pada akhirnya tindakan tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada email gigi.

Menggunakan Tusuk Gigi Setelah Makan
Kebanyakan orang memiliki kebiasaan selalu menggunakan tusuk gigi setelah makan. Kebiasaan tersebut justru akan membuat gigi Anda mudah rusak. 

Apalagi jika tusuk gigi yang digunakan tidak steril yang mengandung bakteri yang menimbulkan infeksi pada mulut.

Gantilah tusuk gigi dengan benang gigi. Untuk membersihkan sela gigi setelah makan menjadi lebih sehat Anda dapat menggunakan benang gigi.

Penggunaan Kawat Gigi
Daya cengkeraman kawat yang terlalu kuat pada gigi dapat menimbulkan kerusakan pada struktur gigi dan jaringan lunak gigi Anda, karena kawat gigi cukup berpengaruh terhadap pemicu abrasi gigi. Anda yang saat ini sedang menggunakan kawat gigi untuk proses kesehatan gigi atau kecantikan, alangkah baiknya sering berkonsultasi pada dokter gigi.

Kebiasaan Mengonsumsi Kandungan Zat Asam
Bagi Anda yang menyukai makanan dan minuman dengan rasa asam setidaknya perlu diperhatikan. Karena zat asam jika dikonsumsi terlalu berlebihan akan berdampak pada kondisi gigi, gigi akan menjadi mudah rusak dan terjadinya abrasi gigi. Seperti seringnya memakan cuka pempek yang sangat enak dan asam tentu lama kelamaan gigi Anda akan rusak dan menjadi kerusakan yang permanen.

Gejala Abrasi Gigi
Pada leher gigi dekat gusi, terlihat adanya cekungan tajam berbentuk v kecil. Hipersensitif pada gigi seperti rasa nyeri dan ngilu pada mulut yang dirasakan sangat mengganggu. Rasa nyeri bisa disebabkan oleh makanan atau minuman yang terlalu panas ataupun terlalu dingin. Bahkan hembusan angin pada gigi juga dapat menimbulkan rasa ngilu dan nyeri.

Tips Mengatasi Abrasi Gigi

Menggunakan pasta gigi dengan fluor
Dengan pengolesan fluor pada gigi yang mengalami abrasi, kerusakan struktur gigi yang tidak parah dapat ditangani dengan pasta gigi berfluor. Pemberian fluor dapat mencegah pembentukan karies gigi dan menghentikan proses terjadinya gigi berlubang.

Menghilangkan kebiasaan buruk
Menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang dapat mencetuskan terjadinya abrasi itu sendiri. Seperti menghilangkan kebiasaan menggigit benda keras atau minum minuman yang terlalu panas dan dingin.

Mengganti email gigi yang rusak
Jika kerusakan struktur gigi telah mencapai dentin (tulang gigi) maka penanganannya dengan melakukan penambalan gigi dengan bahan resin komposit yang sesuai warna gigi asli yang berfungsi menggantikan email gigi yang rusak.

Memilih sikat gigi yang lembut
Anda perlu menerapkan cara menyikat gigi yang benar serta pemilihan sikat gigi yang baik dan benar. Salah satu penyebab abrasi gigi adalah menyikat gigi terlalu keras. Ini dapat dihindari dengan memilih sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut agar tidak merusak lapisan gigi.

Penanganan sederhana untuk jangka panjang
Menyikat gigi dengan benar menggunakan sikat gigi berbulu halus. Menghilangkan kebiasaan menggigit benda keras. Menggunakan pasta gigi yang mengandung sitrat. 

Menggunakan benang gigi alih-alih tusuk gigi. Menggosok gigi dengan tekanan yang lembut. Apabila cengkeraman kawat gigi terlalu mencengkeram bagi pengguna gigi tiruan, sebaiknya konsultasikan ke dokter gigi.

Demikian informasi yang kami sampaikan tentang abrasi gigi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Dengan kesabaran Anda pasti bisa mengatasi masalah gigi abrasi, karena hal yang paling efektif yaitu menghilangkan kebiasaan yang dapat menyebabkan abrasi gigi.


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Dental Crowns: Purpose, Procedure, Complications, Care (https://www.webmd.com/oral-health/guide/dental-crowns)
Brush Teeth - American Dental Association (https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/b/brushing-your-teeth)
Dental Wear: Attrition, Erosion, and Abrasion—A Palaeo-Odontological Approach (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5806976/)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app