8 Penyebab Alergi Bersumber Dari Rumah

Dipublish tanggal: Jun 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
8 Penyebab Alergi Bersumber Dari Rumah

Alergi dapat menyerang siapapun dalam kondisi apa pun. Alergi dapat menyerang pada saat sistem dalam kekebalan tubuh bereaksi pada sesuatu yang tidak berbahaya. 

Ada banyak penyebab yang menjadikan tubuh Anda terserang oleh alergi. Alergi yang menyerang pada tubuh dapat berubah menjadi parah jika alergi tersebut terus dibiarkan tanpa adanya penanganan khusus.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11

Tidak hanya dari obat saja alergi dapat muncul pada diri seseorang. Akan tetapi ada banyak penyebab munculnya alergi dalam tubuh. Sedangkan kondisi rumah yang bersih pun belum tentu terbebas dari yang namanya alergi. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui 8 jenis alergi yang bersumber dari rumah, diantaranya yaitu:

Tungau yang terkumpul pada bagian sudut-sudut rumah

Bagian sudut-sudut rumah memang seringkali menjadi penyebab kemunculan alergi karena tungau. Tempat tinggal yang nyaman pun belum tentu terjaga kebersihannya. 

Selain pada bagian sudut-sudut rumah, tungau juga sangat senang bersarang di kasur. Tungau sangat suka bersembunyi dibalik spray, di bantal, di sela-sela jahitan pada pinggir kasur, maupun pada boneka mainan.

Serbuk sari yang bersumber pada tanaman

Beberapa tanaman sprit pohon, rumput dan gulma dapat menimbulkan serbuk sari. Apabila seseorang mendapatkan serbuk sari, maka hal ini bisa memicu alergi secara musiman dan memicu demam. Penderita yang terkena serbuk sari ditandai dengan hidung berair, bersin-bersin mata gatal dan berair.

Partikel kotoran arau debu

Dimana pun Anda berada, Anda tidak akan bisa terhindar dari yang namanya debu, baik di rumah, di sekolah, di kampus, di kantor atau dimana pun Anda berada. Debu yang beterbangan dan Anda hirup dapat bersumber dari sisa makanan, sampah, bangkai hewan, tanah, maupun karena faktor yang lainnya.

Hewan penyebar penyakit dan bakteri

Salah satu hewan yang memiliki bakteri dan penyakit adalah kecoa. Selain tahan banting, kecoa juga menjadi hewan yang sangatlah mudah untuk bisa beradaptasi pada lingkungan yang ada disekitarnya. Hewan kecoa akan menimbulkan alergi berupa asma dan mengalami permasalahan pada bagian pernafasan pada diri seorang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Adanya sengatan serangga

Tubuh yang disengat oleh serangga biasanya akan berdampak kemerahan dan mengalami pembengkakan, terutama jika alergi tersebut sudah berlangsung seminggu atau bahkan lebih. 

Selain mengalami gatal, penderita juga akan mengalami demam, mual dan mudah lelah. Alergi yang dapat mengancam jiwa yaitu anafilaksis, sehingga Anda tidak boleh menyepelekan alergi akibat sengatan serangga.

Lumut atau jamur yang berkembang biak

Lumut maupun jamur yang berkembang biak di gudang, kamar mandi, di kamar maupun ditempat yang lembab lainnya dapat menimbulkan alergi pada tubuh. Gejala yang ditimbulkan sprit serangan alergi serbuk sari. Selangka lumut dan jamur nantinya akan melepaskan spora mikro bik yang dapat memicu alergi.

Hewan peliharaan yang bulu

Hewan peliharaan yang berbulu cenderung memberikan dampak buruk terhadap alergi bagi pemiliknya. Reaksi alergi dapat dimunculkan karena bulu hewan peliharaan dengan bulu yang rontok.

Kondisi ruangan yang lembab

Kondisi ruangan yang lembab dapat memicu tubuhnya jamur dan berdampak serangan alergi pada tubuh. Semakin sering Anda menghirup spora jamur, maka akan memicu timbulnya alergi pada tubuh. Sehingga jaga ruangan rumah agar terhindarkan dari kelembaban.

Alergi memang tidak hanya bersumber dari obat-obatan yang Anda konsumsi. Untuk itu penting bagi Anda untuk mengatasi ke 8 penyebab di atas agar Anda terhindarkan dari berbagai alergi.

17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app