8 Jenis Bayi Kembar Siam

Dipublish tanggal: Jul 4, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 5, 2019 Waktu baca: 3 menit
8 Jenis Bayi Kembar Siam

Beberapa hari lalu mungkin Anda sempat mendengar berita mengenai persiapan operasi pemisahan bayi kembar siam dari Medan, Adam dan Malik? Keduanya saat ini berusia 7 bulan dan akan segera menjalani proses operasi pemisahan di RSUP Haji Adam Malik. 

Bayi kembar siam ini mengalami dempet pada bagian perut, sedangkan organ lain seperti mata, tangan, kaki, serta alat kelamin berfungsi dengan baik dan lengkap. Tetapi tahukah Anda apa yang dimaksud dengan bayi kembar siam?

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES PREGNANCY & BREAST FEEDING GOLD 60CAP 1 BOTOL via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy breast feeding gold 60 1

Mengenal bayi kembar siam

Kembar siam (conjoined twins) merupakan kondisi di mana dua bayi kembar harus lahir dengan kondisi tubuh saling menempel dan terhubung satu sama lain secara fisik. 

Kembar siam berkembang ketika embrio awal hanya terpisah sebagian (pembelahan sel telur tidak sempurna) dan membentuk dua individu. Tetapi karena hanya terpisah sebagian, dua janin yang berkembang ini akan tetap terhubung secara fisik.

Bayi kembar siam seringkali terhubung pada bagian dada, perut atau panggul. Tidak hanya pada satu organ tertentu saja, tetapi kembar siam juga dapat terhubung dengan lebih dari satu organ tubuh lainnya. Dalam kasus tertentu, bayi kembar siam dapat bersifat asimetris siam dengan kondisi salah satu kembar berukuran lebih kecil dan kurang terbentuk sepenuhnya dibanding saudara kembarnya.

Pada saat kehamilan bayi kembar siam umumnya tidak terlihat tanda atau gejala khusus karena seperti kehamilan bayi kembar lainnya, rahim dapat tumbuh lebih cepat daripada janin tunggal, tetapi mungkin akan terasa lebih lelah, dan mual muntah yang lebih sering di awal kehamilan. Untuk mendiagnosis apakah ada kemungkinan bayi kembar siam, dapat terlihat pada saat pemeriksaan USG.

Beberapa kasus bayi kembar siam yang pernah terjadi umumnya harus menjalani operasi pemisahan, tetapi setelahnya mereka dapat menjalani hidup seperti orang normal lainnya. Tetapi tidak sedikit pula, bayi kembar siam yang harus meninggal di dalam rahim atau meninggal sesaat setelah lahir. Keberhasilan operasi juga tergantung pada bagian organ mana saja yang terhubung serta kemampuan tim dokter bedah yang menangani operasi pemisahan bayi kembar siam tersebut.

8 Jenis bayi kembar siam

Berikut ini beberapa jenis bayi kembar siam berdasarkan bagian tubuh yang saling terhubung:

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES PREGNANCY & BREAST FEEDING GOLD 60CAP 1 BOTOL via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy breast feeding gold 60 1

1. Kembar Thoracopagus - Dada (Chest)

Bayi kembar siam dapat terhubung satu sama lain pada bagian dada dan merupakan salah satu kondisi yang paling sering terjadi pada bayi kembar siam, sehingga mereka memiliki jantung yang sama, serta memiliki satu hati dan usus bagian atas yang sama.

2. Kembar Omphalopagus - Perut (Abdomen) 

Bayi kembar siam yang saling menempel pada bagian perut dekat pusar, sehingga menyebabkan mereka harus berbagi organ hati, bagian bawah usus kecil (ileum) serta usus besar. Tetapi umumnya bayi kembar siam jenis ini memiliki hati masing-masing.

3. Kembar Pygopagus - Pangkal tulang belakang (Base of spine)

Bayi kembar siam ini memiliki kaitan antar pangkal tulang punggung bagian belakang dan bokong. Beberapa bayi kembar siam jenis ini juga berbagi saluran pencernaan bagian bawah serta alat kelamin dan saluran kemih.

4. Kembar Rachipagus - Tulang belakang (Length of spine)

Bayi kembar siam jenis ini disebut juga rachipagus di mana mereka saling berhubungan satu dengan yang lain sepanjang tulang belakang, tetapi hal ini sangat jarang terjadi.

5. Kembar Ischiopagus - Panggul (Pelvis)

Bayi kembar siam jenis ini memiliki panggul yang sama, baik saling berhadapan atau saling membelakangi. Mereka umumnya saling berbagi saluran pencernaan bagian bawah, hati, serta organ genital dan saluran kemih. Tetapi masing-masing bayi kembar siam ini umumnya memiliki dua kaki.

6. Kembar Parapagus - Batang tubuh (Trunk)

Bayi kembar siam jenis ini saling bersebelahan dengan posisi menyamping pada panggul serta sebagian atau seluruh bagian perut dan dada, tetapi dengan kepala terpisah. Bayi kembar dapat memiliki dua, tiga, atau empat lengan serta dua atau tiga kaki.

7. Kembar Craniopagus - Kepala (Head)

Bayi kembar siam ini saling terhubung di bagian belakang, atas, atau samping kepala, tetapi tidak pada wajah. Umumnya bayi kembar jenis ini juga saling berbagi sebagian dari tengkorak. Walau dengan otak terpisah, tetapi mungkin ada beberapa jaringan otak yang saling terbagi satu dengan yang lain.

8. Kembar Cephalopagus - Kepala dan dada (Head and chest)

Bayi kembar siam jenis ini terhubung pada bagian wajah dan tubuh bagian atas. Masing-masing wajah berada pada sisi berlawanan tetapi dari satu kepala yang sama dan saling berbagi otak. Bayi kembar jenis ini umumnya yang paling jarang bertahan.

Bayi kembar siam sangat jarang terjadi dan belum diketahui pasti penyebabnya. Tetapi proses kelahiran bayi kembar siam harus dilakukan melalui operasi caesar. Bayi kembar siam yang lahir belum tentu dapat menjalani operasi pemisahan karena akan tergantung pada berapa banyak organ dan organ mana saja yang dimiliki secara bersamaan dan terpisah.

24 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Suri M. (2017). Indian boy born with 4 legs, 2 penises recovering after surgery. (https://www.cnn.com/2017/02/09/health/india-boy-with-four-legs-surgery/)
Spencer R. (2001). Parasitic conjoined twins: External, internal (fetuses in fetu and teratomas), and detached (acardiacs). DOI: (https://doi.org/10.1002/ca.1079)
Rattan KN, et al. (2015). Ischiopagus parasitic twin: A rare case report. DOI: (http://www.njssjournal.org/article.asp?issn=1116-5898;year=2015;volume=25;issue=1;spage=15;epage=17;aulast=Rattan)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app