Batuk Berdahak dan Kering Beserta Penyebabnya

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Mei 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Batuk Berdahak dan Kering Beserta Penyebabnya

Batuk merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan benda asing atau lendir dari saluran nafas bagian atas dan juga paru-paru. Batuk juga sebagai reaksi atau respon terhadap iritasi pada saluran nafas tersebut.

Jadi bisa kita simpulkan batuk merupakan salah satu sistem pertahanan tubuh kita untuk melindungi saluran pernafasan dari benda asing yang berbahaya dan juga sebagai petunjuk adanya penyakit pada saluran pernafasan.

Ingat, batuk itu sendiri bukanlah penyakit melainkan hanya gejala. Artinya batuk tersebut apabila bersifat abnormal pasti ada penyakit yang mendasarinya. Untuk mengetahui penyebab batuk  kita juga harus tahu mengenai jenis-jenis batuk. Secara garis besar batuk terbagi menjadi 2 jenis, yaitu : batuk berdahak dan batuk tidak berdahak (batuk kering). Mari kita bahas satu persatu.

Mengenai Batuk Berdahak

Batuk berdahak dalam bahasa inggris disebut productive cough artinya batuk tersebut menghasilkan dahak atau lendir baik yang mudah atau bisa dikeluarkan atau dahak yang sulit dikeluarkan. Lendir atau dahak tersebut sampai ditenggorokan karena berasal dari hidung/sinus, dan paru-paru. 

Sebaiknya batuk berdahak ini jangan ditekan atau dihentikan (dengan obat-obatan misalnya) karena seperti sudah disebut diatas batuk ini adalah proses untuk membersihkan paru-paru.

Penyebab Batuk Berdahak

Ada banyak sekali penyakit-penyakit yang menyebabkan batuk berdahak ini, antara lain :

Infeksi virus

Merupakan kondisi normal jika terdapat batuk berdahak ketika seseorang mengalami flu biasa atau pilek yang disebabkan oleh virus. Karena batuk sering kali dipicu oleh lendir yang mengalir dari hidung ke bagian belakang tenggorokan.

Infeksi bakteri

Infeksi paru-paru atau saluran napas bagian atas dapat menyebabkan batuk. Batuk berdahak mungkin merupakan gejala pneumonia, bronkitis, sinusitis, atau TBC.

Penyakit paru-paru kronis

Batuk berdahak bisa menjadi tanda bahwa penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) semakin buruk atau bahwa sedang terjadi infeksi.

Asam lambung naik

Jenis batuk mungkin merupakan gejala dari penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) atau naiknya asam lambung sampai ke tenggorokan sehingga merangsang batuk dan kondisi seperti ini sering kali dapat membangunkan Anda dari tidur.

Nasal discharge (postnasal drip)

Biasanya terjadi pada pasien sinusitis dimana cairan kental dari sinus mengalir ke tenggorokan paling sering terasa pada pagi hari ketika bangun tidur. Hal ini dapat menyebabkan batuk berdahak atau perasaan bahwa Anda terus-menerus perlu untuk membersihkan tenggorokan.

Merokok atau penggunaan tembakau lainnya

Batuk berdahak pada orang yang merokok atau menggunakan bentuk lain dari tembakau sering merupakan tanda kerusakan paru-paru atau iritasi pada tenggorokan dan juga kerongkongan.

Batuk Kering

Dalam bahasa inggris disebut noproductive cough merupakan batuk yang tidak menghasilkan dahak atau lendir (kering).

Penyebab Batuk Kering

Ada banyak penyebab batuk kering, antara lain:

Penyakit virus

Setelah pilek, batuk kering dapat berlangsung beberapa minggu lebih lama dari gejala lain dan sering memburuk di malam hari.

Bronkospasme

Batuk kering yang terjadi terutama pada malam hari, mungkin merupaan akibat kejang pada saluran bronkial (bronkospasme) yang disebabkan oleh iritasi.

Alergi

Sering bersin juga merupakan gejala umum dari rinitis alergi. Bersin pada rinitis alergi biasanya juga disertai dengan batuk kering.

Obat Darah Tinggi

Ada obat darah tinggi yang dapat menimbulkan batuk yaitu obat golongan ACE inhibitor. Contohnya yang paling populer yaitu kaptopril (Capoten, ottoril, farmoten), enalapril maleat (Vasotec), dan lisinopril (Prinivil, Zestril, atau Zestoretic).

Asma

Batuk kering kronis dapat menjadi tanda asma ringan. Gejala lain mungkin menyertai termasuk mengi, sesak napas, atau perasaan sesak di dada.

Penyebab lain batuk kering

Paparan debu, asap, dan bahan kimia di lingkungan kerja. Penyumbatan jalan napas oleh suatu benda yang dihirup, seperti makanan atau pil. 

Kebanyakan batuk disebabkan oleh penyakit virus. Antibiotik tidak digunakan untuk mengobati penyakit virus dan tidak mengubah perjalanan infeksi virus. Penggunaan antibiotik yang tidak perlu malah akan menimbulkan berbagai resiko diantaranya: risiko reaksi alergi dan efek samping antibiotik, seperti mual, muntah, diare, ruam, dan infeksi jamur.

Antibiotik juga dapat membunuh bakteri yang menguntungkan bagi tubuh (flora normal) dan mendorong perkembangan bakteri yang resisten terhadap antibiotik dan ini sangat berbahaya.

Jika Anda mengalami batuk berdahak atau batuk kering jangan asal minum antibiotik, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Batuk pada dasarnya merupakan suatu gejala yang dapat sembuh dengan sendirinya bila faktor pemicu diobati atau dihindari. Pengobatan batuk perlu penanganan bila terdapat penyulit seperti batuk kronis, batuk disertai dahak berwarna kehijauan atau berdarah, demam tinggi, sesak, dan mengganggu aktivitas sehari-hari.


33 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Worrall G. (2011). Acute cough in children. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3056681/)
Polverino M, et al. (2012). Anatomy and neuro-pathophysiology of the cough reflex arc. DOI: (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3415124/)
Niimi A. (2011). Cough and asthma [Abstract]. DOI: (https://www.eurekaselect.com/87290/article/cough-and-asthma)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app