Waspada Limfadenitis

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 1 menit
Waspada Limfadenitis

Sistim limfatik adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang paling berperan dalam melawan dan membentengi tubuh dari infeksi dan sejumlah penyakit.

Apa Itu Limfadenitis?

Limfadenitis adalah peradangan pada salah satu atau beberapa kelenjar getah bening, yang ada disekitar leher, ketiak dan pangkal paha, sedangkan getah bening adalah cairan yang bersirkulasi didalamnya, membawa sel darah putih mengelilingi seluruh tubuh. Penyakit ini bisa terjadi pada orang dan anak-anak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Penyebab Limfadenitis

Umumnya peradangan ini disebabkan oleh bakteri, virus, protozoa, parasit jamur atau sebagai dampak dari penyakit lainnya seperti :

  • Mononukleosis.
  • Penyakit seksual, termasuk HIV.
  • Radang amandel.
  • Tuberkulosis.
  • Artritis reumatoid (radang sendi kronis).
  • Kanker, seperti leukemia.
  • Radang gusi (luka mulut)
  • Infeksi telinga

Gejala Limfadenitis

Gejala-gejala limfadenitis yang umum ditemui adalah :

  • Kelenjar getah bening membesar/membengkak (terjadi benjolan), biasanya lunak dan terasa sakit.
  • Kulit di sepanjang kelenjar yang terinfeksi tampak kemerahan dan terasa hangat.
  • Demam.
  • Kadang, terbentuk kantung atau nanah (abses) .

Kelenjar getah bening yang terus membesar namun tidak menyebabkan nyeri atau kemerahan justru bisa mengindikasikan gangguan serius lainnya, seperti limfoma (kanker sel darah putih) atau tuberkulosis.

Cara Pengobatan

Untuk pengobatan, umumnya akan dilakukan biopsi atau pengangkatan dan penelitian pada contoh jaringan.

Istirahat yang cukup, makanan sehat dan lingkungan yang bersih dapat mencegah terjadinya limfadenitis. Konsumsi bawang putih juga bisa dijadikan alternatif pencegahan.

Jika Anda merasakan ada benjolan disekitar area getah bening, hindari pemijatan untuk menghindari ‘pecah’nya benjolan tersebut dan jika tidak segera diobati, benjolan akan semakin besar dan berbahaya.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Santos, Alexandra & Dias, Andrea & Cordeiro, Ana & Cordinhã, Carolina & Lemos, Sonia & Rocha, Graça & Faria, Emília. (2010). Severe Axillary Lymphadenitis After BCG Vaccination: Alert for Primary Immunodeficiencies. Journal of microbiology, immunology, and infection = Wei mian yu gan ran za zhi. 43. 530-7. 10.1016/S1684-1182(10)60082-5. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/49719027_Severe_Axillary_Lymphadenitis_After_BCG_Vaccination_Alert_for_Primary_Immunodeficiencies)
Severe axillary lymphadenitis after BCG vaccination: alert for primary immunodeficiencies. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21195982)
Recurrent Erythema Nodosum as a Warning of Tuberculous Lymphadenitis Proceedings. Mayo Clinic Proceedings. (https://www.mayoclinicproceedings.org/article/S0025-6196(18)30929-7/abstract)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app