Periksa Diri dan Waspada HIV Sejak Dini

Dipublish tanggal: Agu 15, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 6, 2020 Waktu baca: 3 menit
Periksa Diri dan Waspada HIV Sejak Dini

HIV/AIDS merupakan salah satu jenis penyakit berbahaya yang disebabkan oleh Huvman Immunodeficiency Virus dan dapat ditularkan melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik, hingga transfusi darah. Maka dari itu, memeriksakan diri dan mewaspadai HIV sejak dini adalah langkah terpenting untuk mencegah penularan virus HIV. 

Selain merasakan adanya gejala seperti demam, kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, diare, dan penurunan berat badan, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter walau tidak merasa mengalami gejala tersebut karena dengan memeriksakan diri lebih awal dapat mengurangi risiko berkembangnya penyakit ke arah yang lebih parah. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Fungiderm CR 5G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Fungiderm cr 5g 1

Tidak peduli di usia berapa, tes deteksi HIV disarankan untuk dilakukan tanpa menunggu munculnya gejala. Tes deteksi HIV harus dilaksanakan pada waktu yang tepat, karena jika sudah terinfeksi, maka tes pemeriksaan yang dilakukan akan sia-sia. Waktu yang dibutuhkan selama pemeriksaan adalah 12 minggu agar antibodi HIV terdeteksi dalam darah.

Siapa yang harus menjalani tes HIV?

HIV dapat ditularkan melalui darah, air mani, cairan pra-ejakulasi, cairan dalam vagina, rektum, dan ASI. Jika ada seseorang yang terinfeksi dan salah satu cairan tubuhnya bercampur di dalam tubuh, maka akan ada kemungkinan terjadinya infeksi HIV. 

Berikut ini golongan orang-orang yang beresiko terjangkit virus HIV:

  • Menderita penyakit menular seksual
  • Bergonta-ganti pasangan seksual
  • Berhubungan seksual tanpa pengaman (kondom) dan tidak mengetahui latar belakang seksual pasangan
  • Berhubungan seksual dengan pengguna narkoba dan prostitusi
  • Penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan digunakan berkali-kali pada orang yang berbeda
  • Memiliki ibu pengidap HIV
  • Pernah menerima transfusi darah
  • Gen pelawan HIV yang hanya sedikit dalam tubuh
  • Pria yang tidak menjalani proses sunat
  • Pria homoseksual dan sering berganti pasangan seksual dengan pria lain
  • Memiliki pasangan yang suka berganti pasangan seksual

Anda harus tahu bahwa HIV tidak akan menular meski berpelukan atau bersentuhan dengan penderita, berenang di kolam yang sama, berbagi makan, minum, dan toilet yang sama, ataupun terkena air liur, keringat dan air mata penderita HIV.

Baca juga: Transplantasi Sel Induk Dapat Menjadi Harapan Penderita HIV

Pemeriksaan tes HIV

WHO menetapkan bahwa kesadaran diri untuk melakukan pemeriksaan untuk mencegah dan pengobatan yang tepat adalah hal penting dalam menghadapi HIV. Jika memiliki resiko terkena HIV, maka harus segera memeriksakan diri dan berkonsultasi untuk mendapatkan konseling terlebih dulu dengan ahlinya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Tetapi beberapa hal mungkin akan mempengaruhi hasil pemeriksaan, di antaranya:

  • Memiliki gangguan kesehatan seperti leukimia, sifilis, maupun penyakit autoimun
  • Mengonsumsi obat kortikosteroid
  • Berada pada masa jendela (periode di mana antibodi terhadap HIV belum terbentuk)
  • Mengonsumsi minuman alkohol yang berlebihan

Berikut adalah jenis-jenis tes pemeriksaan untuk mendeteksi HIV:

Tes antibodi

Tes antibodi ini dilakukan dengan menggunakan sampel air liur atau tes mengambil sampel darah untuk mendeteksi adanya antibodi tubuh yang melawan HIV. Antiobodi HIV ini merupakan protein yang diproduksi tubuh dalam merespons infeksi HIV. Waktu yang dibutuhkan adalah 3-12 minggu setelah kemungkinan terinfeksi virus HIV. 

Beberapa jenis tes antibodi adalah:

  • ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) yang digunakan sebagai tes awal dalam mendeteksi antibodi HIV
  • IFA (immunofluorescene antibody assay) untuk mengidentifikasi keberadaan antibodi HIV
  • Western Blot yang memisahkan protein antibodi yang diekstrak dari sel darah untuk mengonfirmasi hasil tes ELISA 

Tes kombinasi

Tes kombinasi ini disebut juga dengan tes generasi keempat yang digunakan untuk mencari antibodi dan antigen HIV. Antigen adalah bagian dari virus yang masuk dan berada di dalam tubuh setelah terinfeksi HIV akut. Waktu yang diperlukan untuk pembentukan antibodi dan antigen adalah 2-6 minggu setelah tubuh terpapar virus.

Tes NAT

Tes NAT adalah salah satu jenis tes pemeriksaan HIV yang memberikan hasil paling cepat tetapi membutuhkan biaya yang sangat mahal. Tes ini tidak rutin digunakan kecuali pasien terpapar virus beresiko tinggi dan memiliki gejala awal HIV. Waktu yang dibutuhkan hanya 7-28 hari untuk mengetahui dan mendeteksi adanya virus HIV pada tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Tetapi layanan tes deteksi HIV di atas tidak selalu tersedia di semua rumah sakit dan lembaga kesehatan, sehingga Anda harus mencari tahu daftar rumah sakit atau lembaga tertentu yang menyediakan layanan pemeriksaan tes HIV tersebut. 

Jika hasilnya negatif, ada baiknya untuk menghindari penyebab meningkatnya resiko HIV. Namun jika hasilnya positif, segeralah berkonsultasi pada dokter karena semakin HIV cepat terdeteksi maka harapan hidup pasien akan lebih baik.

Pemeriksaan HIV sejak dini merupakan langkah untuk pengobatan dan pencegahan HIV sendiri. Pemerintah dan Departemen Kesehatan Republik Indonesia menghimbau untuk melakukan tes deteksi HIV sejak dini dan tidak mendiskriminasi para pengidap HIV karena HIV dapat menyerang siapa saja.

Baca juga: Langkah Awal Penanganan HIV

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
HIV Test Types & Accuracy of Results of HIV Testing Kits. MedicineNet. (Accessed via: https://www.medicinenet.com/hiv_testing/article.htm)
HIV Screening Test Lab Test Information. MedlinePlus. (Accessed via: https://medlineplus.gov/lab-tests/hiv-screening-test/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app