Kesehatan Mental

Wanita Lebih Mudah Depresi? Apakah Itu Benar?

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Feb 12, 2020 Waktu baca: 1 menit
Wanita Lebih Mudah Depresi? Apakah Itu Benar?

Depresi dapat menimpa siapa saja. Meski terlihat imbang, namun pada kenyataannya, depresi justru lebih banyak diderita oleh kaum hawa.

Sebelum menginjak remaja, tingkat depresi anak lelaki memang berbanding lurus dengan anak perempuan. Namun dalam masa pubertas, resiko seorang gadis untuk menderita depresi akan semakin berkembang dan meningkat secara dramatis, bahkan hingga dua kali lipat dari anak laki-laki.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Para ahli percaya bahwa kesempatan peningkatan depresi pada wanita berhubungan dengan perubahan kadar hormon yang terjadi sepanjang kehidupan wanita. Perubahan ini terlihat selama pubertas, kehamilan, dan menopause serta setelah melahirkan atau mengalami keguguran. Selain itu, fluktuasi hormon yang terjadi dengan siklus menstruasi setiap bulan mungkin berkontribusi pada PramenstruasiSindrom (PMS) dan gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD Sindrom) parah. Hal ini ditandai terutama oleh depresi, kecemasan, dan perubahan suasana hati yang terjadi seminggu sebelum menstruasi yang mungkin mengganggu fungsi normal sehari-hari.

Pada kenyataannya, depresi wanita berbeda dengan depresi yang dialami pria. Simak beberapa perbedaan tersebut, diantaranya :

  • Depresi pada wanita biasanya terjadi sebelumnya, bertahan lebih lama, dan berpotensi untuk terulang kembali. Selain itu wanita lebih mungkin terkait dengan peristiwa kehidupan yang penuh stres, dan menjadi lebih sensitif terhadap perubahan musiman.
  • Wanita lebih mungkin mengalami perasaan bersalah dan mencoba bunuh diri, meskipun wanita lebih jarang melakukan bunuh diri dibandingkan pria.
  • Depresi pada wanita lebih mungkin untuk dihubungkan dengan gangguan kecemasan, terutama panik dan gejala fobia, dan gangguan makan.
  • Wanita yang mengalami depresi cenderung untuk melakukan penyalahgunaan alkohol dan obat-obat lainnya.

 

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Symptoms of Depression in Women: Types and Causes. Healthline. (https://www.healthline.com/health/depression/symptoms-of-depression-in-women)
Depression in women: Understanding the gender gap. Mayo Clinic. (http://www.mayoclinic.com/print/depression/MH00035/METHOD=print)
Depression Effects on Women: Causes, Symptoms, and Treatments. WebMD. (https://www.webmd.com/depression/guide/depression-women)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Artikel selanjutnya
Kekurangan Sinar Matahari Dapat Akibatkan Depresi
Kekurangan Sinar Matahari Dapat Akibatkan Depresi

Berdasarkan penelitian, mengungkapkan bahwa seseorang dengan asupan vitamin D di bawah 20ng/ml memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami depresi, daripada seseorang yang mendapatkan asupan vitamin D lebih dari 30ng/ml.

Buka di app