Tanda dan Cara Mencegah Serangan Panas (Heat Stroke)

Dipublish tanggal: Jul 31, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Agu 4, 2019 Waktu baca: 3 menit
Tanda dan Cara Mencegah Serangan Panas (Heat Stroke)

Heatstroke merupakan istilah yang mengindikasikan bahwa suhu tubuh seseorang telah melebihi batas ambang, yaitu berada di atas 40 derajat celcius dalam waktu singkat. Kondisi darurat ini jika dibiarkan akan membahayakan kesehatan karena biasanya seseorang yang mengalami heatstroke atau hipertermia akan merasa kesulitan untuk kembali menurunkan suhu tubuhnya ke batas normal.

Kondisi serangan panas atau heat stroke ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, baik akibat kenaikan suhu lingkungan (faktor eksternal) maupun aktivitas berat yang dijalani sehingga membuat suhu tubuh meningkat (faktor internal). Bahkan dalam beberapa kasus, penderita heatstroke juga mengalami kehilangan kesadaran ataupun gejala stroke. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui tindakan pencegahan yang harus dilakukan ketika cuaca panas menyerang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Tanda seseorang terkena serangan panas (heat stroke)

Ketika seseorang mengalami heatstroke, kondisi ini tidak boleh dianggap remeh. Anda harus segera melakukan beberapa tindakan penanganan apabila mengalami beberapa gejala berikut:

  • Suhu tubuh meningkat sampai 40 derajat celsius atau lebih
  • Mual ataupun muntah parah
  • Lelah berlebihan
  • Disorientasi bahkan sampai kehilangan kesadaran
  • Kejang
  • Frekuensi napas meningkat dengan cepat
  • Detak jantung menjadi lebih cepat
  • Kulit memerah

Baca selengkapnya: Penyebab dan Tanda Terjadinya Heatstroke

Tindakan penanganan apabila terserang heatstroke

Cari tempat yang lebih sejuk

Ketika Anda mengalami serangan panas mendadak (heatstroke), Anda disarankan untuk mencari tempat yang memiliki suhu lebih rendah atau sejuk. Jika memungkinkan, carilah tempat yang memiliki AC atau pendingin agar suhu tubuh Anda dapat segera kembali ke batas normal. Hindari pula paparan sinar matahari secara langsung.

Kenakan baju yang adem dan segera berganti baju jika pakaian sudah basah akibat keringat yang mungkin terus keluar. Jika merasakan panas yang luar biasa, cobalah untuk memeriksakan diri ke dokter.

Minum air putih lebih banyak

Mengonsumsi air putih lebih banyak sangat penting untuk memastikan bahwa tubuh tidak mengalami dehidrasi terutama akibat serangan panas yang dialami. Ketika seseorang terkena heatstroke, maka tubuh secara otomatis akan memproduksi panas yang menyebabkan tubuh semakin kekurangan cairan. Apabila kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan Anda akan mengalami dehidrasi akut bahkan sampai kehilangan kesadaran.

Untuk mengatasi hal ini, segeralah minum air putih lebih banyak dengan suhu normal meskipun Anda sedang tidak haus. Hal ini dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh. Hindari minum air dingin atau es batu meskipun Anda sedang dalam kondisi kepanasan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Baca juga: Minum Air Putih 8 Gelas Sehari, Cukupkah?

Konsumsi cairan elektrolit setelah berolahraga

Jika Anda tetap berolahraga walau cuaca sedang panas, Anda disarankan untuk minum air elektrolit alami seperti air kelapa. Karena air kelapa mengandung elektrolit yang baik untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat produksi keringat, termasuk kandungan natrium dan kalium.

Kompres es di seluruh tubuh

Apabila penggunaan AC atau suhu di ruangan tidak cukup membantu mengatasi suhu panas (heatstroke) maka Anda bisa mencoba mengompres bagian tubuh seperti ketiak, selangkangan, dan leher dengan es batu. Bagian tubuh ini merupakan titik panas yang harus segera diturunkan suhunya. Selain itu, seringlah mandi dengan air dingin supaya membantu menyegarkan tubuh.

Hindari konsumsi obat penghilang rasa nyeri

Meskipun Anda merasakan nyeri pada bagian tubuh karena panas menyerang, jangan sembarangan mengonsumsi obat untuk mengatasi serangan panas mendadak (heatstroke) tersebut, termasuk penggunaan obat penghilang rasa nyeri seperti aspirin. Karena penggunaan obat aspirin justru dikhawatirkan  menimbulkan berbagai komplikasi yang membahayakan kesehatan. Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum mengonsumsi obat tertentu.

Cara mencegah serangan panas (heat stroke)

Udara panas yang ekstrim sangat memungkinkan seseorang terserang heatstroke. Oleh sebab itu, beberapa cara pencegahan ini bisa Anda lakukan untuk mengatasi heatstroke:

  • Kenakan topi ataupun payung serta kacamata hitam ketika harus keluar ruangan agar tidak terpapar sinar matahari langsung
  • Oleskan sunblock atau tabir surya untuk menghalau sinar UV dan menjaga kesehatan kulit
  • Minum air putih lebih banyak meskipun sedang tidak merasa haus
  • Hindari konsumsi minuman berkafein seperti kopi atau teh termasuk minuman beralkohol
  • Mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur yang banyak mengandung air
  • Kurangi aktivitas di luar ruangan dalam waktu yang lama
  • Kenakan pakaian dengan bahan yang nyaman

11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Ferri FF. Heat exhaustion and heat stroke. In: Ferri's Clinical Advisor 2017. Philadelphia, Pa.: Elsevier; 2017. https://www.clinicalkey.com.
Extreme heat: A prevention guide to promote your personal health and safety. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/disasters/extremeheat/heat_guide.html.
Mechem CC. Severe nonexertional hyperthermia (classic heat stroke) in adults. https://www.uptodate.com/contents/search.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app