Anatomi dan Fungsi Ureter Pada Tubuh

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 2 menit
Anatomi dan Fungsi Ureter Pada Tubuh

Ureter merupakan bagian dari sistem urinarius yaitu sistem tubuh yang berperan dalam proses pembentukan dan pembuangan sisa metabolisme dan kelebihan cairan dalam bentuk urin disebut juga sistem perkemihan. Sebelum mengetahui fungsi ureter, sebaiknya kita mengetahui embriologi serta anatomi ureter.

Secara embriologi sistem urinarius berasal dari metanefros yang terdiri dari bagian dorsal mesonefros dan tonjol ureter. Metanefros ini kemudian membentuk kaliks ginjal, jaringan parenkim ginjal, pielum, dan ureter. Struktur ini kemudian naik ke arah dorsokranial selama perkembangannya pada saat minggu ke delapan dan menyatu dengan blastema dan mengalami rotasi sehinga akhirnya pielum dan hilus ginjal akan terletak di sebelah medial.

Ureter adalah suatu saluran muskuler berbentuk silinder atau pipa yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Ureter merupakan lanjutan dari pelvis renalis yang berjalan dari hillus ginjal menuju distal dan kemudian bermuara pada kandung kemih. Ureter terdiri dari 2 saluran pipa di sebelah kanan dan kiri yang menghubungkan ginjal kanan dan kiri dengan kandung kemih. Ureter memiliki panjang sekitar 20 - 30 cm dengan diameter rata - rata sekitar 0,5 cm dan diameter maksimal sekitar 1,7 cm yang berada di dekat kandung kemih.

Berdasarakan letak anatomisnya ureter ini dibagi menjadi ureter pars abdominalis yang berada di dalam rongga abdomen dan ureter pars pelvis yang berada di dalam rongga pelvis. Ureter memiliki tiga lapisan dinding yang terdiri dari Jaringan ikat (jaringan fibrosa) pada lapisan luar,  otot polos sirkuler dan longitudinal pada lapisan tengah, sel - sel  transisional pada lapisan mukosa sebelah dalam

Pada pria ureter terdapat di dalam visura seminalis atas yang disilangi oleh duktus deferens dan dikelilingi oleh pleksus vesikalis. kemudian ureter berjalan oblique sepanjang 2 cm di dalam dinding kandung kemih pada sudut lateral dari trigonum vesika. Pada wanita ureter terdapat di belakang fossa ovarika yang berjalan ke bagian medial dan ke depan ke bagian lateral serviks uteri di bagian atas vagina untuk mencapai fundus vesika urinaria. Dalam perjalanannya, ureter ini didampingi oleh arteri uterina sepanjang 2,5 cm dan selanjutnya arteri ini menyilang ureter dan menuju ke atas di antara lapisan ligamentum.

Sistem perdarahan ureter bersifat segmental dan berasal dari pembuluh darah arteri renalis, arteri spermatika interna, arteri hipogastrika, arteri vesikalis inferior dengan hubungan kolateral yang kaya perdarahan, sehingga umumnya perdarahan pada tindak bedah ureter tidak begitu mengancam. Persyarafan ureter bersifat otonom yaitu oleh plexus hypogastricus inferior T11 - L2 melalui neuron simpatis.

Apa Fungsi Ureter?

Ureter memiliki fungsi yang penting yaitu menghantarkan urin dari ginjal menuju kandung kemih. Lapisan dinding ureter yang terdiri dari otot - otot polos sirkuler dan longitudinal menimbulkan gerakan - gerakan peristaltik (berkontraksi) setiap 5 menit sekali guna mendorong air kemih kemudian disemprotkan dalam bentuk pancaran, melalui osteum uretralis masuk ke dalam kandung kemih. Sewaktu masuk kandung kemih dinding atas dan dinding bawah ureter akan tertutup dan pada saat kandung kemih penuh akan terbentuk katup (valvula) yang mencegah kembalinya urin dari kandung kemih.

Selain fungsi ureter tersebut selama perjalanannya ureter memiliki beberapa tempat yang ukuran diameternya relatif lebih sempit daripada di banding tempat lainnya Tempat-tempat penyempitan itu antara lain adalah :

  1. Pada perbatasan antara pelvis renalis dan ureter atau pelvico-uretero junction
  2. Pada persilangan ureter dan arteri iliaka di rongga pelvis atau flexura marginalis
  3. Pada saat ureter masuk ke dalam kandung kemih atau uretero-vesico junction

Pada ketiga tempat sempit inilah batu (batu ginjal) atau benda-benda lain yang berasal dari ginjal seringkali tersangkut di dalam ureter.


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Goldman L, et al., eds. Obstructive uropathy. In: Goldman-Cecil Medicine. 25th ed. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2016. http://www.clinicalkey.com.
Skorecki K, et al, eds. Kidneys & urinary system. In: Brenner & Rector's The Kidney. 10th ed. Philadelphia, Pa.: Elsevier; 2016. http://www.clinicalkey.com.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app