ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Tropicamide: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Nov 25, 2020 Update terakhir: Nov 25, 2020 Waktu baca: 3 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Tropicamide adalah obat untuk memperbesar pupil supaya dokter lebih mudah melihat ke bagian dalam mata selama pemeriksaan mata;
  • Dosis tropicamide untuk refraksi sikloplegik pada orang dewasa adalah 1 tetes menggunakan larutan 1%, diulang sekali setelah 5 menit;
  • Untuk pemeriksaan fundus mata, dokter akan meneteskan 1 tetes larutan 0,5%, diberikan 15-20 menit sebelum pemeriksaan;
  • Efek samping tropicamide adalah mata terasa seperti tersengat, pandangan buram sementara, dan mata lebih sensitif terhadap cahaya;
  • Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan tropicamide saat hamil atau merencanakan kehamilan, maupun sedang menyusui;
  • Klik untuk mendapatkan tropicamide (tropikamida) atau obat mata lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Tropicamide adalah obat yang digunakan untuk memperbesar pupil, biasanya dibutuhkan sebelum pemeriksaan mata seperti refraksi sikloplegik maupun pemeriksaan fundus mata. Obat ini juga dapat digunakan sebelum dan sesudah operasi mata.

Tropicamide termasuk obat kelas antikolinergik yang mampu merilekskan otot-otot mata. Ketika pupil membesar, maka mata tidak dapat merespon cahaya sehingga dokter lebih mudah melihat bagian mata selama pemeriksaan.

Mengenai Tropicamide

Golongan

Resep dokter

Kemasan

Obat tetes mata

Kandungan

Tropicamide

Manfaat Tropicamide

Tropicamide digunakan untuk memperbesar pupil, biasanya dilakukan sebelum pemeriksaan mata. Ketika pupil membesar, maka mata tidak dapat merespon cahaya (menyempit), sehingga dokter akan lebih mudah melihat bagian belakang mata. Penentuan diagnosis pun jadi lebih mudah.

Efek samping Tropicamide

Sama seperti obat pada umumnya, penggunaan tropicamide dapat menimbulkan efek samping. Akan tetapi, reaksinya bisa jadi berbeda-beda, tergantung dari dosis obat, usia, dan daya tahan tubuh masing-masing orang.

Sejumlah efek samping tropicamide yang mungkin terjadi antara lain:

  • Mata seperti tersengat;
  • Pandangan buram sementara;
  • Mulut kering;
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya;
  • Sakit kepala.

Reaksi alergi yang serius cukup jarang terjadi. Namun, waspadai jika muncul gejala alergi parah (anafilaktik) seperti:

  • Ruam;
  • Gatal atau bengkak (terutama di wajah, lidah, atau tenggorokan);
  • Pusing parah;
  • Kesulitan bernapas.

Bila itu terjadi, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dosis Tropicamide

Dosis tropicamide bisa jadi berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung dari usia, jenis kelamin, tingkat keparahan penyakit, dan kebutuhan masing-masing orang.

Tropicamide biasanya diberikan menjelang pemeriksaan mata saat di ruangan dokter. Dosis tropicamide adalah sebagai berikut:

Untuk pemeriksaan mata (refraksi sikloplegik)

  • Dewasa: 1 tetes menggunakan larutan 1%, diulang sekali setelah 5 menit;
  • Anak-anak: 1 tetes menggunakan larutan 0,5-1%, diulang sekali setelah 5 menit.

Untuk pemeriksaan fundus mata

  • Dewasa dan anak-anak: 1 tetes menggunakan larutan 0,5%, diberikan 15-20 menit sebelum pemeriksaan.

Petunjuk penggunaan:

  1. Miringkan kepala ke belakang dan lihat ke atas;
  2. Tarik kelopak mata bawah ke arah bawah, lalu pegang pipet tepat di atas mata;
  3. Teteskan obat 1-2 tetes sekitar 15-20 menit sebelum pemeriksaan mata, atau sesuai instruksi dokter;
  4. Lihat ke arah bawah, lalu tutup mata selama 1-2 menit;
  5. Letakkan satu jari di sudut dalam mata dekat hidung, lalu tekan dengan lembut. Tindakan ini dapat membantu mencegah obat mengalir ke luar mata;
  6. Hindari mengucek mata setelahnya.

Interaksi Tropicamide

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, obat tidak dapat bekerja dengan maksimal atau bahkan menimbulkan racun yang membahayakan tubuh. 

Jenis obat yang dapat berinteraksi dengan tropicamide adalah:

  • Antihistamin, seperti diphenhydramine dan meclizine;
  • Antispasmodik, seperti dicylomine;
  • Obat anti-aritmia, seperti quinidine;
  • Obat penyakit Parkinson, salah satunya golongan antikolinergik berupa trihexyphenidyl;
  • Obat golongan MAO inihibitors, seperti isocarboxazid, linezolid, methylene blue, moclobemide, phenelzine, procarbazine, rasagiline, safinamide, selegiline, dan tranylcypromine;
  • Antidepresan golongan trisiklik, seperti amitriptyline;
  • Obat mata lainnya.

Kemungkinan ada obat lain yang juga dapat bereaksi dengan tropicamide, tapi belum dicantumkan dalam daftar di atas. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang sedang Anda konsumsi dan beri tahukan pada dokter.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan tropicamide adalah sebagai berikut:

  • Beri tahukan dokter jika Anda memiliki riwayat alergi obat maupun penyakit tertentu, terutama riwayat glaukoma sudut tertutup, tekanan darah tinggi, hipertiroid, diabetes, penyakit jantung (seperti irama jantung tidak teratur atau penyakit jantung koroner), sindrom Down, dan kerusakan otak atau spastic paralysis (pada anak-anak);
  • Sampaikan pada dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, maupun herbal apa pun;
  • Konsultasikan dulu dengan dokter sebelum menggunakan tropicamide saat hamil atau merencanakan kehamilan, maupun sedang menyusui;
  • Hindari mengemudi atau menjalankan mesin berat setelah menggunakan tropicamide, sebab obat ini dapat menyebabkan pandangan buram terutama saat melihat objek dekat. Tunggu dulu sampai penglihatan Anda kembali jelas dan jernih sebelum kembali beraktivitas.

Artikel terkait:


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app