Cara Meningkatkan Laju Metabolisme Tubuh

Dipublish tanggal: Jul 4, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 10, 2019 Waktu baca: 3 menit
Cara Meningkatkan Laju Metabolisme Tubuh

Metabolisme adalah proses kecepatan tubuh dalam mencerna, menyerap, dan mengasimilasi makanan yang Anda konsumsi untuk diubah menjadi energi. Semakin cepat laju metabolisme tubuh, maka proses pembakaran kalori juga akan semakin cepat. Dengan begitu, berat badan ideal yang sehat dapat tetap terjaga dan membantu mencegah obesitas.

Bagaimana proses metabolisme dalam tubuh?

Proses metabolisme dalam tubuh manusia dapat terjadi karena tiga faktor, yaitu:

Iklan dari HonestDocs
Beli Fungiderm CR 5G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Fungiderm cr 5g 1
  • Pertama, metabolisme basal. Metabolisme ini berkaitan dengan jumlah kalori yang dibakar tubuh agar Anda dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Metabolisme ini dapat terjadi ketika tubuh mampu menjaga organ penting agar tetap berfungsi dengan benar. Ini juga terjadi ketika tubuh mampu mengubah makanan menjadi energi yang dapat digunakan untuk beraktivitas. Metabolisme basal menyumbang sekitar 70 persen dari proses metabolisme tubuh secara keseluruhan
  • Kedua, thermogenesis aktivitas non-latihan (NEAT) di mana metabolisme ini berkaitan dengan semua kalori yang dibakar ketika Anda gelisah atau menggigil. Ini menyumbang sekitar 20 persen dari metabolisme tubuh. NEAT bisa bervariasi dari hari ke hari tergantung pada aktivitas dan makanan yang Anda konsumsi
  • Ketiga, metabolisme yang dipengaruhi oleh aktivitas olahraga. Metabolisme ini hanya menyumbang sekitar 10 persen dari keseluruhan proses metabolisme manusia

Cara meningkatkan laju metabolisme tubuh

Seiring dengan bertambahnya usia, biasanya laju metabolisme Anda akan melambat. Namun, ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan proses metabolisme tubuh, di antaranya:

Minum air putih

Tingkat metabolisme tubuh dapat menurun ketika sel-sel tubuh mengalami dehidrasi. Hal ini terjadi karena cairan yang dibutuhkan sel untuk menyerap makanan akan berkurang. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk minum air putih lebih banyak agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik dan tidak kekurangan cairan.

Baca juga: Kebutuhan Minum Air Putih Harian

Memperbanyak asupan protein

Tubuh perlu membakar lebih banyak kalori untuk menghasilkan energi dalam mencerna protein. Konsumsi makanan tinggi protein seperti telur, ikan, kacang almond, dan daging bisa membantu meningkatkan tingkat metabolisme tubuh Anda. Kandungan protein juga dapat mencegah hilangnya massa otot. Selain itu, mengonsumsi sumber protein saat sedang diet juga bisa membantu Anda kenyang lebih lama.

Memperbanyak asupan kalsium dan vitamin B

Kalsium berfungsi untuk melepas hormon yang dapat meningkatkan laju metabolisme. Oleh karena itu, Anda perlu memperbanyak asupan kalsium untuk tubuh. Selain itu, vitamin B juga berperan penting dalam laju metabolisme tubuh. Beberapa vitamin B utama termasuk B1 (tiamin), B2 (riboflavin), dan B6 (piridoksin) bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi pisang, telur, jus jeruk, selai kacang, ataupun bayam.

Minum teh hijau

Teh hijau (green tea) dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh hingga 5 persen. Ini karena teh hijau memiliki kandungan antioksidan, polifenol, dan cathecin di dalamnya. Pembakaran energi tubuh dapat meningkat hingga 90 kalori per hari karena mengonsumsi teh hijau. Selain itu, teh hijau (green tea) dapat mengubah lemak yang tersimpan dalam tubuh menjadi asam lemak bebas. Hal ini dapat meningkatkan pembakaran lemak sebesar 10 persen dan menjadi tambahan yang sehat untuk diet seimbang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Fungiderm CR 5G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Fungiderm cr 5g 1

Minum kopi berkafein

Kafein dalam kopi dapat meningkatkan metabolisme hingga 11 persen, terutama bagi Anda yang memiliki badan kurus. Selain itu, kopi dapat meningkatkan pembakaran lemak sebesar 10-29 persen dan berkontribusi pada penurunan berat badan. Tetapi konsumsi kafein harus Anda batasi maksimal 400 mg atau empat cangkir kopi per hari.

Makan makanan pedas

Capsaicin yang ditemukan dalam makanan pedas bisa mempercepat metabolisme tubuh Anda. Selain itu, mengonsumsi cabai atau lada bisa mempertahankan berat badan yang sehat karena makanan pedas bisa membakar 10 kalori lebih banyak.

Baca juga: Manfaat Mengonsumsi Makanan Pedas

Mengonsumsi jeruk

Buah jeruk dan buah-buahan citrus lainnya mengandung vitamin C yang berperan penting dalam proses metabolisme. Buah-buahan ini berfungsi untuk mengeluarkan cairan pencernaan yang akan mempercepat proses metabolisme tubuh Anda. Pepaya, jambu biji, apel, strawberry, mangga, nanas, kiwi, maupun tomat juga mengandung banyak vitamin C yang baik untuk meningkatkan laju metabolisme tubuh.

Baca juga: Buah yang Mengandung Vitamin C Terbanyak

Tidur yang cukup

Sistem metabolisme Anda akan berjalan dengan optimal dan cepat jika Anda memenuhi kebutuhan tidur. Memiliki waktu tidur selama 7-9 jam per hari dapat memberi waktu pada proses metabolisme tubuh Anda ketika beristirahat dan mencegah risiko terjadinya obesitas. 

Hal ini disebabkan karena ketika seseorang tidak memiliki waktu tidur yang cukup, tubuh akan melepaskan hormon ghrelin yang dapat membuat seseorang merasa lapar dan hanya melepaskan sedikit hormon leptin yang berfungsi untuk membuat seseorang merasa kenyang. Untuk itu, ketika Anda tidur cukup maka hal tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan hormon.

Olahraga rutin

Semakin bertambah usia, tubuh seseorang mungkin akan mengalami kehilangan massa otot sehingga dibutuhkan latihan atau olahraga ringan terutama latihan kekuatan dan angkat beban yang dapat membantu menjaga metabolisme tubuh.

Baca juga: Manfaat Olahraga Rutin Bagi Tubuh

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app