3 Jenis, Gejala, dan Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan

Dipublish tanggal: Agu 8, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 3 menit
3 Jenis, Gejala, dan Cara Mengatasi Gangguan Kecemasan

Pernah merasa cemas? Tentunya hal itu wajar adanya dan normal dialami oleh banyak orang. Apalagi jika kecemasan itu muncul ketika sedang menghadapi masalah atau sesuatu yang menakutkan. Namun bila kecemasan itu dirasakan secara berlebih terhadap hal yang sepele, bisa jadi Anda sedang mengalami gangguan kecemasan.

Rasa cemas merupakan perasaan gugup, khawatir atau gelisah akan suatu hal. Umumnya seseorang bisa mengalami gangguan kecemasan pada saat menghadapi keadaan tertentu. Perasaan cemas adalah reaksi normal dari tubuh ketika mengalami stres. Sebenarnya hal tersebut justru bermanfaat agar kita bisa lebih hati-hati serta waspada. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Namun kecemasan bisa berubah menjadi tidak baik jika muncul dengan berlebihan sehingga mungkin menjadi sulit dikendalikan. Kondisi ini terkadang dapat menyebabkan tergganggunya kegiatan sehari-hari, jika seringkali terjadi kondisi ini umumnya dikenal sebagai gangguan kecemasan.

Baca juga: 8 Cara Jitu Meredakan Kecemasan

Penyebab munculnya gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan adalah salah satu jenis gangguan mental yang cukup serius. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai masalah pada fungsi otak terutama pada saraf otak untuk mengatur perasaan dan emosi. Terdapat sejumlah faktor yang bisa membuat seseorang berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan, yaitu:

  • Pengalaman buruk yang mengakibatkan stres ataupun memiliki trauma secara psikologis
  • Faktor genetik atau keturunan
  • Gangguan mental atau masalah kepribadian
  • Dampak buruk dari obat atau zat tertentu, seperti kafein dan obat terlarang (NAPZA)
  • Mengidap penyakit khusus, contohnya gangguan irama jantung dan penyakit tiroid

Gejala dan cara mengatasi gangguan kecemasan

Beberapa macam gangguan kecemasan yang umum terjadi, antara lain gangguan kepanikan, gangguan kecemasan sosial, dan gangguan kecemasan umum atau menyeluruh (GAD). 3 Jenis gangguan kecemasan ini memiliki gejala yang berbeda sehingga cara pengobatan yang diperlukan untuk mengatasi gangguan kecemasan tersebut juga berbeda. Berikut jenis, gejala, dan cara mengatasi gangguan kecemasan:

1. Gangguan kepanikan

Penderita gangguan kepanikan biasanya merasakan serangan panik yang muncul secara tiba-tiba serta berulang kali. Kondisi ini dialami dengan frekuensi dan tingkat keparahan bervariasi. Berikut ini sejumlah gejala yang bisa muncul ketika terjadi gangguan kepanikan:

  • Banyak berkeringat
  • Perasaan berdebar-debar
  • Tersedak dan merasa sesak di dada
  • Nyeri dada
  • Merasa seperti terkena serangan jantung
  • Ketakutan yang berlebihan 
  • Gemetaran
  • Merasa lemas dan lesu

Jika mengalami gejala panik seperti jantung berdetak kencang atau sakit di dada saat merasa cemas, ada baiknya untuk segera duduk dan memejamkan mata sejenak. Setelah itu tarik napas yang dalam lewat hidung lalu hembuskan melalui mulut. Lakukan beberapa kali hingga merasa tenang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Jika setelah melakukan itu masih cemas, segera berkonsultasi dengan dokter atau psikolog untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Untuk mengobati gangguan kepanikan, dokter mungkin akan memberikan obat berupa pemberian obat-obatan yang berfungsi untuk meredakan kecemasan atau psikoterapi seperti terapi perilaku kognitif.

2. Gangguan kecemasan sosial

Gangguan kecemasan sosial atau biasa disebut sebagai fobia sosial adalah rasa cemas atau takut yang hebat pada situasi sosial atau interaksi dengan orang lain. Obat untuk mengatasi gangguan kecemasan sosial adalah dengan mengonsumsi obat antidepresan disertai dengan psikoterapi.

Sejumlah gejala pada gangguan kecemasan sosial, antara lain:

  • Takut untuk berinteraksi dengan orang asing
  • Tidak percaya diri
  • Enggan bertatapan mata dengan orang lain
  • Takut dinilai jelek oleh orang lain
  • Perasaan malu untuk pergi ke tempat umum

3. Gangguan kecemasan umum

Penderita gangguan kecemasan umum (generalized anxiety disorder/GAD) akan merasa cemas selama lebih dari 6 bulan. Selain itu, penderita juga mengkhawatirkan banyak hal, termasuk masalah keuangan, masalah kesehatan, maupun soal pekerjaan. Berikut ini beberapa gejala dari penderita gangguan kecemasan umum adalah:

  • Jantung berdebar
  • Kehilangan nafsu makan
  • Otota menjadi tegang
  • Mudah marah
  • Insomnia atau sulit tidur
  • Merasa ingin kencing terus
  • Cepat lelah
  • Sesak napas
  • Pusing 
  • Gemetaran disertai keringat dingin

Umumnya terdapat 2 cara pengobatan untuk mengatasi gangguan kecemasan umum, yaitu dengan psikoterapi atau dengan pemberian obat-obatan psikotropika atau obat penenang.

Dalam menangani gangguan kecemasan yang terjadi, dibutuhkan penanganan yang tepat sehingga penderita tetap dapat menjalani hidup dengan baik dan tidak mengganggu aktivitas harian yang dijalankan. Hal ini dapat dibantu melalui proses terapi dan konsultasi dengan dokter serta psikiater.

Baca juga: Kiat-Kiat Memilih Psikiater dan Bedanya dengan Psikolog

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Weeks BS. (2009). Formulations of dietary supplements and herbal extracts for relaxation and anxiolytic action: Relarian. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19865069)
Pratte MA, et al. (2014). An alternative treatment for anxiety: A systematic review of human trial results reported for the Ayurvedic herb ashwagandha. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25405876)
Mirza B, et al. (2013). Neurochemical and behavioral effects of green tea (Camellia sinensis): A model study. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23625424)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app