Terlalu Lama Duduk Bisa Berbahaya Bagi Kesehatan? Ini Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Agu 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 16, 2020 Waktu baca: 3 menit
Terlalu Lama Duduk Bisa Berbahaya Bagi Kesehatan? Ini Cara Mengatasinya

Dalam sehari mungkin ada banyak aktivitas yang dilakukan, entah dalam posisi berdiri ataupun duduk. Bahkan tanpa terasa, ada cukup banyak kegiatan yang dapat dilakukan sembari duduk, seperti berada di kendaraan umum, rapat dengan rekan kerja, makan siang, hingga bersantai di rumah ketika pulang kerja.

Bahkan saat sedang sibuk dengan berbagai pekerjaan kantor pun terkadang Anda mungkin tak merasa lelah walau duduk seharian tanpa melakukan istirahat dan hanya merasa pegal. Padahal meskipun duduk di kursi yang empuk membuat nyaman, namun bukan berarti Anda boleh duduk berlama-lama.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Sebab faktanya, duduk yang terlalu lama bisa berakibat buruk bagi kesehatan, apalagi jika Anda duduk lama hingga 8-10 jam dan dengan posisi yang sama. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami mengenai bahaya terlalu lama duduk serta cara mengatasi kondisi tersebut.

Risiko Kesehatan Akibat Duduk Terlalu Lama 

1. Sakit punggung

Kebiasaan duduk yang terlalu lama memang sering dilakukan terutama oleh pekerja kantoran. Hal tersebut menimbulkan salah satu risiko yang kerap terjadi yakni munculnya rasa sakit atau nyeri di punggung bagian bawah maupun di bagian tulang belakang. Kondisi ini disebabkan karena otot-otot menjadi kaku akibat duduk yang terlalu lama.

Baca juga: Cara Mengatasi Sakit Punggung di Rumah

2. Nyeri leher

Duduk dalam waktu yang lama dengan posisi tegak ternyata bisa menyebabkan rasa nyeri di bagian leher. Rasa sakit ini dapat dikarenakan terjadinya peradangan di bagian sendi tulang belakang sehingga menyebabkan otot-otot leher menjadi kaku atau tegang dan muncul rasa nyeri. Kondisi ini jika dibiarkan dapat membuat rasa nyeri bertahan dalam jangka waktu yang lama.

3. Gangguan metabolisme tubuh

Menurut sebuah penelitian, saat duduk terlalu lama bahkan hingga berjam-jam bisa menyebabkan gangguan pada sistem metabolisme tubuh. Efek yang ditimbulkan dapat menurunkan pelepasan lipoprotein lipase yang berfungsi mengolah lemak dan glukosa dalam tubuh. Hal ini dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang terjadi secara keseluruhan, termasuk peningkatan berat badan (obesitas) dan perut buncit.

4. Meningkatkan risiko diabetes

Risiko kesehatan lainnya yang bisa disebabkan oleh kebiasaan duduk yang terlalu lama adalah meningkatnya risiko diabetes. Fakta menyebutkan jika wanita yang sering duduk hingga 7 jam dalam sehari mempunyai risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2, apalagi jika kebiasaan seperti ini rutin dilakukan terus menerus setiap hari, maka bukan tidak mungkin terkena diabetes.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

5. Menurunkan kemampuan otak

Terlalu lama duduk ternyata juga dapat mempengaruhi kemampuan otak, meski Anda menggunakannya untuk berpikir ketika bekerja, tetapi hal tersebut juga dapat melemahkan otak sehingga fungsi kerja otak semakin lambat. Hal ini disebabkan karena peredaran darah dan oksigen menuju otak terhambat. Sementara jika Anda selingi dengan bergerak maka otot akan bekerja memompa darah dan oksigen ke otak.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Otak dan Meningkatkan Daya Ingat

6. Menyebabkan kematian

Siapa sangka jika duduk terlalu lama bisa menyebabkan meningkatnya risiko kematian di usia muda. Hal ini disebabkan karena saat duduk lama hingga berjam-jam dapat menyebabkan lemak darah mengembang dan turut meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Risiko lain yang dapat terjadi termasuk penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung.

Cara Mengatasi Efek Bahaya Kesehatan Akibat Terlalu Lama Duduk

Meskipun risiko kesehatan di atas bisa saja terjadi akibat kebiasaan Anda yang sering duduk terlalu lama. Namun Anda masih bisa meminimalisir risiko gangguan kesehatan tersebut dengan melakukan cara-cara di bawah ini:

1. Minum air putih yang banyak

Jika Anda terlalu sering duduk lama-lama, maka jangan lupa untuk minum air putih lebih banyak. Minum air putih memang sangat baik bagi kesehatan termasuk menjaga cairan dalam tubuh tetap tercukupi. Tetapi hal ini juga sekaligus menjadi cara agar memaksa tubuh untuk lebih sering beranjak dari tempat duduk untuk sekedar mengambil air dari dapur atau buang air kecil ke toilet.

Baca juga: Kebutuhan Minum Air Putih Harian

2. Berdiri dan bergerak

Cobalah untuk meluangkan waktu untuk berdiri maupun melakukan aktivitas ringan lainnya setiap 30 menit sekali. Hal ini bertujuan agar tubuh menjadi lebih rileks dan tidak kaku. Selain itu, coba untuk berjalan kaki ketika akan berangkat atau pulang kantor untuk membiarkan kaki bergerak lebih lama. Penggunaan tangga juga disarankan untuk menggantikan kebiasaan menggunakan lift agar membantu tubuh menjadi lebih kuat.

3. Gunakan meja yang fleksibel

Jika memungkinkan, Anda juga bisa coba menggunakan meja yang fleksibel dan bisa diatur ketinggiannya jadi Anda bisa mengubah posisinya untuk digunakan ketika berdiri maupun duduk. Hal ini tentu membantu tubuh lebih mudah untuk mengganti posisi dari duduk ke berdiri.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The dangers of sitting: why sitting is the new smoking. Better Health. (https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/the-dangers-of-sitting)
The dangers of sitting. Harvard Health. (https://www.health.harvard.edu/pain/the-dangers-of-sitting)
Sitting risks: How harmful is too much sitting?. Mayo Clinic. (https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/sitting/faq-20058005)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app