Taeyeon SNSD Depresi. Apa Dampak Depresi Bagi Tubuh?

Dipublish tanggal: Jun 18, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 1, 2019 Waktu baca: 2 menit
Taeyeon SNSD Depresi. Apa Dampak Depresi Bagi Tubuh?

Penyanyi Girls Generation, Taeyeon, baru-baru ini sempat mengakui bahwa dirinya mengalami depresi melalui sesi tanya jawab dengan penggemarnya yang diunggah di Instagram stories miliknya. Ketika ditanya oleh salah seorang fans, Taeyeon mengatakan bahwa dirinya tidak sedang dalam kondisi yang baik.

Taeyeon juga bercerita mengenai perjuangannya melawan gangguan mental dan depresi di mana dengan jujur ia mengatakan bahwa dirinya tidak pandai untuk melewati dan bangkit dari keterpurukan, bahkan ia merasa sedang mengalami hal tersebut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Penyanyi berusia 30 tahun itu juga mengatakan bahwa saat ini ia sedang berjuang untuk menjadi lebih baik dengan menggunakan antidepresan sebagai bagian dari perawatan kesembuhannya. Ditambah lagi berkat dukungan dari para penggemar, ia merasa diberikan kekuatan dan semangat. 

Tetapi depresi sendiri tidak hanya menyebabkan gangguan kesehatan pada mental, tetapi juga menyebabkan timbulnya masalah kesehatan fisik. Lalu, apa saja dampak depresi bagi kesehatan tubuh?

Dampak depresi bagi kesehatan tubuh

Mempengaruhi berat badan

Orang yang mengalami depresi dapat mengalami perubahan nafsu makan sehingga dapat menyebabkan terjadinya kenaikan ataupun penurunan berat badan. Bahkan kenaikan berat badan yang berlebih juga dapat menimbulkan berbagai penyakit lain, di antaranya diabetes dan penyakit jantung, serta mempengaruhi kesuburan.

Selain itu, penderita depresi juga sering mengalami gangguan pada perut atau pencernaan, seperti diare, muntah, mual, dan sembelit. Hal ini mungkin disebabkan oleh respons otak sehingga menekan aktivitas di hipotalamus, kelenjar hipofisis, dan kelenjar adrenal.

Terjadinya inflamasi

Stres yang berlebihan atau depresi dianggap dapat menyebabkan peradangan (inflamasi) dan dapat berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat menyebabkan tubuh lebih mudah terserang penyakit maupun infeksi. Peradangan pun dapat terjadi pada otak.

Sulit tidur (insomnia)

Efek depresi menyebabkan seseorang mengalami insomnia atau sulit tidur. Kondisi ini menyebabkan mereka lebih mudah merasa lelah sehingga sulit mengelola kesehatan fisik dan mentalnya. Penelitian juga mengungkapkan bahwa kurang tidur dalam waktu yang lama dapat menimbulkan gangguan tekanan darah tinggi, diabetes, kanker, serta masalah berat badan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Timbulnya penyakit kronis

Jika mengalami depresi, seseorang juga dapat menderita nyeri sendi atau otot, nyeri pada payudara, dan sakit kepala, terutama lagi jika gejala depresi semakin memburuk. Depresi yang terjadi juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung seperti serangan jantung, penyakit jantung koroner, hingga stroke, ditambah lagi ketika penderita depresi memiliki gaya hidup dan pola makan yang buruk.

Penyakit jantung lebih mudah terjadi pada penderita depresi karena saat itu otak melepas hormon stres yakni adrenalin dan kortisol sehingga dapat meningkatkan tekanan darah.

Masalah kesehatan seksual

Penderita depresi mungkin akan mengalami penurunan libido, sulit terangsang, tidak lagi mengalami orgasme sehingga dapat berdampak pada aktivitas seksual. Hal ini disebabkan oleh rasa malas, perubahan suasana hati, hingga hilangnya minat dan nafsu seksual.


Baca juga: Penjelasan Lengkap Seputar Depresi

49 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app