ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Panduan Social Distancing Bagi Ibu Hamil Agar Aman Saat Wabah COVID-19

Dipublish tanggal: Apr 1, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit
Panduan Social Distancing Bagi Ibu Hamil Agar Aman Saat Wabah COVID-19

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Ibu hamil memiliki sistem imun yang lebih rendah, sehingga rentan terserang penyakit. Maka, social distancing pada ibu hamil perlu dilakukan.
  • Social distancing adalah memberikan jarak sosial dengan orang lain untuk menghindari penyebaran penyakit, minimal 1-2 meter.
  • Sebaiknya tunda jadwal periksa kehamilan selama wabah COVID-19. Pergilah ke dokter hanya jika memerlukan tes skirining yang penting.
  • Selama di rumah, pelajari buku KIA yang berwarna pink. Ada banyak informasi seputar kehamilan hingga persalinan yang bisa dipelajari.
  • Tunda dulu mengikuti kelas ibu hamil. Ganti dengan berolahraga di rumah seperti yoga, pilates, aerobik, atau peregangan sendiri.
  • Selalu jaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan pakai sabun selama 20 detik, konsumsi makanan bergizi, dan tutup batuk atau bersin dengan tisu.

Social distancing atau jaga jarak sosial dengan orang lain menjadi salah satu cara mencegah penularan virus corona COVID-19 yang paling utama. Hal ini wajib dilakukan semua orang, tak terkecuali ibu hamil. Terlebih, wanita yang sedang hamil cenderung lebih rentan terkena penyakit sehingga perlu lebih waspada. Simak panduan social distancing bagi ibu hamil di tengah wabah COVID-19 berikut ini.

Apa bahaya virus corona pada ibu hamil?

Sampai saat ini memang belum ditemukan adanya kasus ibu hamil yang terjangkit virus corona COVID-19. Efek maupun bahaya virus corona pada ibu hamil pun masih belum diketahui.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Meski demikian, ibu hamil tetap berisiko terkena infeksi karena sistem imunnya cenderung menurun akibat kehamilan. Artinya, bukan tidak mungkin jika ibu hamil bisa terkena virus corona COVID-19 jika tidak menjaga kebersihan dan kesehatan tubuhnya dengan baik.

Namun, infeksi jenis coronavirus pada kasus MERS dan SARS telah diketahui dapat memberikan efek bahaya yang lebih parah pada ibu hamil. Tak hanya membahayakan ibu hamil, virus tersebut juga dapat memengaruhi kesehatan janin dalam kandungan. Mulai dari meningkatkan risiko keguguran spontan, bayi lahir mati (stillbirth), hingga penyakit kritis dalam kehamilan.

Baca Selengkapnya: Terinfeksi Virus Corona Saat Hamil Tingkatkan Risiko Bayi Lahir Mati

Panduan jaga jarak (social distancing) bagi ibu hamil

Sederhananya, social distancing adalah memberikan jarak sosial antara satu orang dengan orang lain untuk menghindari penyebaran penyakit. Batas jarak aman yang dianjurkan adalah minimal 1-2 meter.

Baca Selengkapnya: Pentingnya Social Distancing Agar Virus Corona Tak Makin Genting

Anjuran social distancing iniperlu dilakukan oleh semua orang. Semakin baik Anda mampu membatasi pergerakan di tempat umum, maka akan semakin kecil pula risiko penyebaran virus corona di masyarakat. Alhasil, kasus pasien positif corona akan terus menurun.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Nah, bagi Anda yang sedang hamil, sebaiknya tetaplah berada di dalam rumah dan hindari bepergian jika tidak ada keperluan mendesak. Berikut panduan social distancing bagi ibu hamil yang bisa Anda lakukan, antara lain:

1. Tunda periksa kehamilan

Menurut Rajeev Fernando, MD, seorang ahli penyakit menular di Southampton, New York, ibu hamil dianjurkan lebih banyak di rumah dan membatasi interaksi dengan orang lain selain keluarga. Hal ini juga termasuk dengan menunda jadwal periksa kehamilan selama masa wabah COVID-19.

Terlalu sering mengunjungi klinik atau rumah sakit berpotensi meningkatkan risiko penularan dari pasien lain. Maka itu, jika biasanya Anda rutin periksa kehamilan tiap bulan, maka sebaiknya pergilah hanya jika memerlukan tes skrining yang penting.

Namun, lain halnya jika Anda ingin memeriksakan kehamilan untuk yang pertama kalinya, segera buat janji temu dengan dokter agar tidak menunggu terlalu lama. Jangan lupa gunakan masker dan sering-sering cuci tangan pakai sabun.

Baca Juga: Seberapa Penting Pemeriksaan Skrining Dilakukan Pada Wanita Hamil?

2. Pelajari buku KIA

Wajar saja jika Anda merasa bosan saat harus berada di dalam rumah. Solusinya, manfaatkan waktu senggang ini dengan mempelajari buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) yang berwarna pink.

Iklan dari HonestDocs
Booking Klinik Pemeriksaan COVID-19 via HonestDocs

Dapatkan diskon hingga 70% paket covid-19 hanya dari HonestDocs. Klik dan booking sekarang!

Ia h18 covid 19

Di dalam buku KIA terdapat berbagai informasi penting seputar kehamilan, mulai dari catan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir, hingga cara cuci tangan pakai sabun. 

Pastikan gerak janin diawali dari usia kehamilan 20 minggu. Setelah usia kehamilan 28 minggu, hitunglah gerakan janin yakni minimal 10 gerakan per 2 jam.

Jika terdapat risiko atau tanda bahaya dalam kehamilan, maka segera periksakan diri ke dokter.kandungan. Namun, bila semua dirasa aman dan tidak ada tanda bahaya, maka pemeriksaan kehamilan dapat ditunda. 

3. Tunda kelas ibu hamil

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan mengikuti kelas ibu hamil. Dengan kelas khusus ini, Anda akan mendapatkan banyak informasi penting untuk mempersiapkan kehamilan hingga persalinan, KB pasca persalinan, dan perawatan bayi baru lahir.

Namun, karena di luar banyak virus corona yang siap menjangkiti tubuh kapan saja, sebaiknya tunda dulu kelas hamil yang biasa Anda ikuti. Lakukan olahraga saat hamil di rumah saja, misalnya melakukan yoga, pilates, aerobik, atau peregangan sendiri mengikuti video yang tersedia secara online.

4. Hindari kontak fisik dengan orang sakit

Sebisa mungkin, tetaplah berada di dalam rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Apabila terdapat anggota keluarga yang sedang sakit, mintalah ia menggunakan masker dan jaga jarak untuk mencegah penularan.

5. Selalu jaga kebersihan diri

Yang tak kalah penting, selalu jaga kebersihan diri guna mencegah penularan virus corona COVID-19. Salah satu kuncinya adalah dengan rajin mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 20 detik, agar virus yang menempel pada tangan segera hilang.

Selain itu, pastikan juga untuk terus mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Pasalnya, apa pun yang Anda makan akan dialirkan ke bayi dalam kandungan sehingga semakin sehat makanannya, maka dampaknya pun akan semakin baik bagi janin.

Jika Anda ingin bersin atau batuk, segera tutup mulut dan hidung dengan tisu atau sapu tangan. Bila tidak ada, arahkan ke lengan bagian dalam (arah ketiak) agar tidak menularkan pada orang lain. Jangan sesekali menyentuh mata, hidung, mulut, dan wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Baca Juga: Tips Mencegah Paparan Virus Corona Saat Pergi dan Pulang Rumah

Penting dicatat bahwa ibu hamil memiliki sistem imun yang lebih rendah dibandingkan orang umum lainnya. Maka itu, lakukanlah social distancing saat hamil dengan tetap di rumah.

Jaga kebersihan diri sendiri dan orang terdekat dari virus Corona (Covid-19) dengan rajin cuci tangan dengan sabun, kenakan masker pelindung, gunakan tisue ketika bersin atau batuk, dan hindari tempat keramaian. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, istirahat cukup, dan minum air putih serta multivitamin.     

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, bersin, atau kondisi lainnya, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan. Untuk informasi atau laporan mengenai kasus Covid-19, bisa melihat di website resmi www.covid19.go.id atau menghubungi hotline Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) khusus COVID-19 di nomor 119 ext. 9. Pencegahan dan penanganan awal akan membantu mengurangi risiko bahaya atau komplikasi yang lebih parah.

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The Journal of Infectious Disease. Stillbirth During Infection With Middle East Respiratory Syndrom Coronavirus. (https://academic.oup.com/jid/article/209/12/1870/800551). 28 Januari 2014.
WHO. Q&A on COVID-19, pregnancy, childbirth and breastfeeding. (https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-on-covid-19-pregnancy-childbirth-and-breastfeeding). 18 Maret 2020.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app