Serba-serbi Prosopagnosia Alias "Buta Wajah" Setelah Stroke

Dipublish tanggal: Jun 12, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Serba-serbi Prosopagnosia Alias "Buta Wajah" Setelah Stroke

Prosopagnosia yang juga dikenal sebagai kebutaan wajah merupakan gangguan neurologis yang berarti ketidakmampuan mengenali wajah seseorang. Sekitar 2-3% populasi memiliki kelainan tersebut. 

Kebutaan wajah sering mempengaruhi orang sejak lahir dan biasanya merupakan masalah yang dimiliki seseorang seumur hidupnya. Prosopagnosia dapat memiliki dampak parah pada kehidupan sehari-hari.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Banyak orang dengan prosopagnosia tidak dapat mengenali anggota keluarga, pasangan, atau teman-temanya. 

Terkadang orang dengan prosopagnosia dapat mengatasi hal tersebut dengan menggunakan strategi alternatif untuk mengenali orang, seperti mengingat cara berjalan atau gaya rambut, suara atau pakaian yang digunakan.

Pengenalan wajah dikendalikan oleh banyak bagian otak, tetapi bagian utama yang memiliki fungsi tersebut yaitu bagian lobus temporal. Jika Anda mengalami stroke yang mempengaruhi lobus temporal, maka Anda mungkin dapat mengalami prosopagnosia.

Penyebab Prosopagnosia

Ada 2 jenis prosopagnosia:

  • Developmental prosopagnosia : di mana seseorang memiliki prosopagnosia tanpa kerusakan otak. Kebanyakan orang dengan developmental prosopagnosia hanya gagal mengembangkan kemampuan untuk mengenali wajah. Jenis prosopagnosia tersebut mungkin memiliki komponen genetik dan menurun dalam keluarga.
  • Acquired prosopagnosia: di mana seseorang mengembangkan prosopagnosia setelah terjadi kerusakan otak, seringkali setelah stroke atau cedera kepala.

Dahulu, sebagian besar kasus prosopagnosia diperkirakan terjadi setelah terjadi cedera otak (acquired prosopagnosia ). Namun saat ini penelitian telah menemukan bahwa lebih banyak orang memiliki prosopagnosia tanpa mengalami kerusakan otak (developmental prosopagnosia ) daripada yang diperkirakan pertama kali.

Prosopagnosia tidak berkaitan dengan masalah memori, kehilangan penglihatan atau ketidakmampuan belajar, tetapi kadang-kadang kondisi tersebut dapat dikaitkan dengan gangguan perkembangan lainnya, seperti gangguan autisme, sindrom Turner dan sindrom Williams.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Tingkat keparahan Prosopagnosia

Ketidakmampuan mengenali wajah dapat berkisar dari ringan hingga parah. Dalam kasus prosopagnosia ringan, Anda mungkin hanya mengalami kesulitan mengenali wajah orang terdekat Anda, seperti anggota keluarga.

Dalam kasus yang lebih parah, Anda mungkin tidak dapat membedakan antara wajah siapa pun baik orang terdekat dan orang asing. Dan dalam kasus yang sangat parah, orang dengan prosopagnosia biasanya tidak dapat membedakan antara wajah dan objek.

Mendiagnosis Prosopagnosia

Jika Anda memiliki masalah dalam mengenali wajah, dokter dapat merujuk Anda ke dokter spesialis saraf. Dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan yang dapat menilai kemampuan pengenalan wajah Anda.

Misalnya, dokter akan meminta Anda untuk melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Menghafal dan kemudian mengenali wajah yang belum pernah Anda lihat sebelumnya
  • Mengenali wajah-wajah orang terkenal
  • Temukan persamaan dan perbedaan di antara wajah-wajah yang disajikan bersebelahan
  • Menilai usia, jenis kelamin atau ekspresi emosional dari serangkaian wajah

Mengobati Prosopagnosia

Tidak ada pengobatan khusus untuk prosopagnosia, tetapi para peneliti terus menyelidiki apa yang menyebabkan kondisi tersebut, dan program pelatihan sedang dikembangkan untuk membantu meningkatkan pengenalan wajah.

Usia seseorang ketika terjadi kerusakan otak, jenis dan tingkat keparahan cedera otak, dan waktu pengobatan semua dianggap sebagai faktor penting dalam seberapa efektif program rehabilitasi nantinya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Banyak orang dengan prosopagnosia mengembangkan strategi kompensasi untuk membantu mengenali orang, seperti mengenali suara seseorang, pakaian atau cara mereka berjalan. 

Tetapi strategi kompensasi berdasarkan isyarat kontekstual tidak selalu berhasil, dan dapat rusak ketika seseorang dengan prosopagnosia bertemu dengan seseorang yang mereka kenal di lokasi yang tidak terduga atau orang yang merubah penampilannya.

Berlatih pengenalan wajah

Terapi lain yang dapat dilakukan yaitu dengan berlatih pengenalan wajah, dimana jika Anda berlatih mengenali wajah, Anda akan menjadi lebih baik dalam mengenali wajah.

Saat Anda berlatih mengenali wajah, neuron spesifik di otak Anda akan menyala. Semakin banyak neuron-neuron yang bekerja bersama, maka akan semakin kuat koneksinya.

Jika Anda bisa berlatih cukup dengan terapi jenis ini, maka pengenalan wajah Anda mungkin akan membaik. Jika Anda memutuskan untuk mencobanya, pastikan untuk mencobanya cukup lama, karena diperlukan konsistensi untuk mengembalikan fungsi otak Anda.

Meskipun belum ada bukti mengenai keberhasilan melakukan terapi dengan berlatih pengenalan wajah, namun tidak ada salahnya untuk mencoba suatu hal yang baru demi kebaikan fungsi otak Anda.

Kesimpulan

Ketidakmampuan mengenali wajah setelah stroke adalah kondisi neurologis yang dikenal sebagai prosopagnosia. Meskipun tidak ada perawatan untuk prosopagnosia, teknik kompensasi, seperti asosiasi, dapat membantu Anda mengatasinya. 

Anda juga dapat mencoba mempraktikkan pengenalan wajah untuk melihat apakah terapi tersebut dapat membantu otak Anda kembali dan memperbaiki efek samping stroke.

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app