Atasi Demam Berdarah pada Anak, Apa yang Harus Dilakukan?

Dipublish tanggal: Agu 24, 2019 Update terakhir: Okt 21, 2021 Tinjau pada Mar 24, 2020 Waktu baca: 3 menit
Atasi Demam Berdarah pada Anak, Apa yang Harus Dilakukan?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Demam berdarah termasuk penyakit yang mudah menular dan bisa terjadi akibat gigitan nyamuk pembawa virus yaitu Aedes Aegypti dan Aedes albopictus;
  • Gejala demam berdarah pada anak seperti demam tinggi, flu, dan bintik merah di kulit yang umumnya muncul setelah 4-7 hari sejak digigit nyamuk;
  • Jika muncul gejala demam berdarah pada anak, orang tua wajib memantau dan segera memeriksakan anak ke dokter untuk melakukan tes pemeriksaan;
  • Untuk membantu mencegah penyakit demam berdarah bisa dibantu dengan pemberian vaksin pada anak serta penggunaan krim lotion anti nyamuk;
  • Klik untuk membeli obat anti nyamuk yang dapat membantu mencegah demam berdarah di HDMall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit menular yang dapat mengancam jiwa jika terlambat ditangani. Penyakit demam berdarah disebabkan oleh infeksi virus yang masuk ke dalam tubuh anak melalui gigitan nyamuk betina jenis Aedes Aegypti dan Aedes albopictus

Penyakit demam berdarah yang masih ringan biasanya ditandai dengan munculnya demam yang tidak disertai dengan gejala dan keluhan lainnya. Biasanya demam akan muncul setelah 4-7 hari sejak digigit nyamuk. 

Gejala demam berdarah pada anak

Selain demam, jika penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin parah, maka akan muncul gejala dbd lain seperti:

  • Demam tinggi hingga 40 derajat Celcius
  • Nyeri di bagian belakang mata
  • Bintik merah di beberapa area tubuh
  • Gejala flu
  • Nyeri pada bagian tulang, otot, dan sendi
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan kelenjar
  • Penurunan nafsu makan

Salah satu gejala demam berdarah pada anak adalah munculnya bintik-bintik merah di beberapa bagian tubuh yang mulai terlihat selama 7 hari. Pada kondisi tertentu, penderita demam berdarah (dengue fever) dapat memburuk keadaannya karena muncul sindrom syok. 

Sindrom itu dapat mengancam nyawa penderita karena menyebabkan kebocoran pembuluh darah dan menurunkan jumlah trombosit secara drastis. Jika sudah sampai tahap ini, penderita harus segera ditangani secara medis. 

Jika dibiarkan, penderita mungkin mengalami pendarahan di gusi dan hidung, pendarahan di bawah kulit, kesulitan bernafas, lemah, mual dan muntah, keringat dingin, serta sakit parah pada bagian perut.

Baca juga: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Demam Berdarah

Penanganan untuk mengatasi gejala demam berdarah pada anak 

Anak-anak yang mengalami gejala demam berdarah seperti yang tertera di atas hendaknya segera dibawa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Dokter biasanya akan mengambil sampel darah pada anak untuk dilakukan tes di laboratorium. 

Penyakit demam berdarah sebenarnya tidak memerlukan penanganan khusus jika masih kategori ringan sehingga dokter mungkin hanya akan melakukan upaya untuk mengurangi tingkat keparahan gejala dengan meningkatkan imunitas anak agar dapat melawan virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. 

Beberapa langkah penanganan untuk mengatasi gejala demam berdarah pada anak, antara lain:

  • Penggunaan obat penurun panas atau paracetamol untuk menurunkan gejala demam atau panas pada anak
  • Pastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan tidak melakukan aktivitas fisik yang berat
  • Untuk mencegah dehidrasi dengan banyak minum air putih dan penuhi asupan cairan yang cukup pada anak
  • Berikan asupan makanan sehat yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh termasuk sayur dan buah

Selain langkah penanganan di atas, orangtua hendaknya juga tidak memberikan obat di luar obat yang diresepkan oleh dokter. Hindari pemberian obat pereda rasa sakit seperti ibuprofen dan aspirin karena obat-obatan tersebut dapat mempengaruhi kadar trombosit dan meningkatkan risiko pendarahan.

Anak-anak yang mengalami gejala dbd biasanya akan dirujuk untuk dirawat di rumah sakit. Hal ini dimaksudkan agar anak bisa mendapatkan asupan cairan yang cukup dari cairan infus untuk menggantikan cairan yang hilang akibat muntah, diare, atau akibat kehilangan nafsu makan. 

Selain itu, bagi penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mengalami pendarahan berat, maka diperlukan transfusi darah untuk menggantikan suplai darah yang hilang. 

Pemberian vaksin DBD sebagai bentuk pencegahan

Berdasakan beberapa penelitian, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat dicegah melalui vaksin. Namun sejauh ini masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan termasuk rekomendasi jadwal imunisasi anak untuk vaksin DBD sebagai upaya pencegahan penyakit DBD. Vaksin ini biasanya diberikan 3 kali dengan rentang waktu 6 bulan antar vaksin pada anak usia 9-16 tahun.

Selain pemberian vaksin, ada beberapa cara yang perlu dilakukan untuk mencegah tertular penyakit demam berdarah. Salah satunya dengan menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar, yakni dengan mengoleskan lotion anti nyamuk yang aman bagi kulit anak-anak yang cenderung masih sensitif. 

Anda dapat mengoleskan lotion anti nyamuk pada pagi dan sore di seluruh bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian. Hal tersebut menjadi salah satu langkah yang dapat melindungi anak dari gigitan nyamuk saat beraktivitas di dalam maupun luar ruangan.

Baca juga: Cara Pencegahan Demam Berdarah

Selain itu Anda juga bisa menggunakan semprotan nyamuk yang mengandung cairan pembunuh serangga, membersihkan dan menutup tempat penampungan air, memasang kawat antinyamuk di ventilasi atau lubang angin, dan mengenakan pakaian tertutup sehingga terhindar dari gigitan nyamuk.


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Dengue vaccine: WHO position paper, July 2016 – recommendations. Vaccine. 2017;35:1200. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0264410X16310192.
Dengue: Prevention. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/dengue/prevention/index.html.
Symptoms and what to do if you think you have dengue. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/dengue/symptoms/index.html.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app