Saat Anak Terkena Demam Berdarah Dengue (DBD)

Dipublish tanggal: Agu 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 24, 2020 Waktu baca: 3 menit
Saat Anak Terkena Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang dapat mengancam jiwa. Penyakit DBD sendiri disebabkan oleh virus yang masuk ke tubuh anak melalui perantara nyamuk betina jenis Aedes Aegypti. Penyakit DBD yang masih ringan biasanya ditandai dengan munculnya demam yang tidak disertai dengan gejala dan keluhan lainnya. Biasanya demam akan muncul setelah 4-7 hari sejak digigit nyamuk. 

Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak

Selain demam, jika penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin parah, maka akan muncul gejala lain seperti:

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4
  1. Demam tinggi hingga 40 derajat Celcius
  2. Nyeri di bagian belakang mata
  3. Nyeri pada bagian tulang, otot, dan sendi
  4. Sakit kepala
  5. Mual dan muntah
  6. Pembengkakan kelenjar
  7. Penurunan nafsu makan

Salah satu ciri utama yang paling mencolok ketika anak-anak mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah munculnya bintik-bintik merah di beberapa bagian tubuh yang mulai terlihat selama 7 hari. Pada kondisi tertentu, penderita DBD dapat memburuk keadaannya karena muncul sindrom shock dengue. Sindrom ini dapat mengancam nyawa penderita karena menyebabkan kebocoran pembuluh darah dan menurunkan jumlah trombosit secara drastis. 

Jika sudah sampai tahap ini, penderita harus segera ditangani secara medis karena jika tidak, penderita mungkin mengalami pendarahan di gusi dan hidung, pendarahan di bawah kulit, kesulitan bernafas, lemah, muntah terus menerus, keringat dingin, serta sakit parah pada bagian perut.

Baca juga: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Demam Berdarah

Penanganan yang tepat untuk anak penderita DBD

Anak-anak yang mengalami gejala DBD seperti yang tertera di atas hendaknya segera dibawa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Dokter biasanya akan mengambil sampel darah pada anak untuk dilakukan tes di laboratorium. 

Penyakit DBD sebenarnya tidak memerlukan penanganan khusus jika masih ringan, sehingga dokter mungkin hanya akan melakukan upaya untuk  mengurangi tingkat keparahan gejala serta meningkatkan imunitas anak agar dapat melawan virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. 

Beberapa langkah penanganan untuk penderita DBD, antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8
  1. Penggunaan obat penurun panas atau paracetamol untuk menurunkan panas anak
  2. Pastikan anak mendapat istirahat yang cukup dan tidak melakukan aktivitas fisik yang berat
  3. Untuk menghindari dehidrasi berikan asupan cairan yang cukup pada anak
  4. Berikan anak makanan yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh

Selain langkah penanganan di atas, orangtua hendaknya juga tidak memberikan obat di luar obat yang diresepkan oleh dokter. Hindari pemberian obat pereda rasa sakit seperti ibuprofen dan aspirin karena obat-obatan tersebut dapat mempengaruhi kadar trombosit dan meningkatkan resiko pendarahan.

Anak-anak yang menderita DBD biasanya akan dirujuk untuk dirawat di rumah sakit. Hal ini dimaksudkan agar anak bisa mendapatkan asupan cairan yang cukup dari cairan infus untuk menggantikan cairan yang hilang akibat muntah, diare, atau akibat kehilangan nafsu makan. Selain itu, bagi penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mengalami pendarahan, maka diperlukan transfusi darah untuk menggantikan suplai darah yang keluar. 

Pemberian vaksin DBD sebagai pencegahan

Berdasakan beberapa penelitian, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat dicegah melalui vaksin. Namun sejauh ini masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan termasuk rekomendasi jadwal imunisasi anak untuk vaksin DBD sebagai upaya pencegahan penyakit DBD.

Selain pemberian vaksin, ada beberapa cara yang perlu dilakukan untuk mencegah tertular penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satunya dengan menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar, yakni dengan mengoleskan lotion antinyamuk yang aman bagi kulit anak-anak yang cenderung masih sensitif. Anda dapat mengoleskannya pada pagi dan sore di seluruh bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian. Hal tersebut menjadi salah satu langkah yang dapat melindungi anak dari gigitan nyamuk saat beraktivitas di dalam maupun luar ruangan.

Selain itu Anda juga bisa menggunakan semprotan nyamuk yang mengandung cairan pembunuh serangga, membersihkan dan menutup tempat penampungan air, memasang kawat antinyamuk di ventilasi atau lubang angin, dan mengenakan pakaian tertutup sehingga terhindar dari gigitan nyamuk.

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Dengue vaccine: WHO position paper, July 2016 – recommendations. Vaccine. 2017;35:1200. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0264410X16310192.
Dengue: Prevention. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/dengue/prevention/index.html.
Symptoms and what to do if you think you have dengue. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/dengue/symptoms/index.html.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app