Pencegahan Demam Berdarah

Dipublish tanggal: Agu 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 24, 2020 Waktu baca: 3 menit
Pencegahan Demam Berdarah

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Demam berdarah menjadi salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus melalui nyamuk Aedes Aegypti dan umumnya terjadi ketika pergantian musim (musim pancaroba)
  • Gejala demam berdarah biasanya ditandai dengan demam mendadak, sakit kepala, lemas, nyeri otot, penurunan nafsu makan, hingga munculnya bintik merah pada kulit
  • Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti pemberian vaksin serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus dan disebarkan oleh nyamuk betina Aedes Aegypti. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang memiliki angka kematian tertinggi di Asia termasuk di Indonesia. Penyakit ini lebih banyak menyerang anak-anak, tak terkecuali orang dewasa.

Penyebaran penyakit demam berdarah tergolong cepat karena disebarkan oleh nyamuk terutama di saat pergantian musim. Oleh sebab itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan tempat tinggal. 

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Demam Berdarah Dengue (DBD) sendiri biasanya ditandai dengan gejala demam sekitar 4-10 hari secara mendadak, penurunan nafsu makan, sakit kepala, lemas, menggigil, dan nyeri otot. Beberapa gejala lain pun mungkin dapat dialami pula oleh sebagian penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) seperti mual, muntah, bintik merah pada kulit, bahkan hingga pembengkakan kelenjar.

Baca selengkapnya: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Demam Berdarah

Pencegahan Demam Berdarah

Pencegahan demam berdarah dapat dilakukan secara mandiri maupun bersama warga lain di lingkungan sekitar. Beberapa langkah pencegahan demam berdarah, antara lain:

Pemberian vaksin

Demam berdarah dapat menimbulkan dengue shock syndrome yang berakibat fatal pada penderitanya. Penyakit ini sebenarnya dapat dicegah sejak dini dengan pemberian vaksin, vaksin khusus demam berdarah mengandung 4 serotipe virus. Pemberian vaksin ini biasanya dilakukan pada anak-anak dengan usia 9-16 tahun yang diberikan secara bertahap sebanyak 3 kali dengan jarak waktu pemberian vaksin yaitu 6 bulan. 

Anak-anak yang berusia di bawah 9 tahun tidak akan diberikan vaksin jenis ini karena dapat meningkatkan resiko dengue berat terutama bagi anak-anak yang berusia 2-5 tahun. Vaksin ini juga diberikan kepada anak yang sudah pernah terkena demam berdarah dengan tujuan untuk membentuk kekebalan tubuh anak terhadap virus dengue yang berbeda.

Kegiatan PSN 

Pencegahan demam berdarah selain menggunakan vaksin juga bisa dilakukan dengan kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Kegiatan pencegahan ini biasanya dilakukan sebanyak dua kali pengasapan insektisida atau fogging. Tindakan ini diharapkan dapat membantu mengurangi penularan nyamuk demam berdarah, tetapi tidak efektif untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Jarak waktu pengasapan pertama dan kedua biasanya dilakukan dengan jarak 1 minggu. Hal ini bertujuan untuk membunuh jentik nyamuk yang tidak mati pada saat pengasapan yang pertama. Biasanya proses pengasapan nyamuk demam berdarah akan dilakukan di seluruh area lingkungan sekitar dan melibatkan petugas dari dinas terkait. 

3M-Plus 

Selain itu, salah satu cara lain yang dapat membantu pencegahan penyebaran demam berdarah adalah dengan kegiatan 3M-Plus. Kegiatan ini perlu ditingkatkan pada saat musim hujan tiba. Langkah-langkah 3M-Plus, yaitu:

  1. Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, gentong air, toren, dan lainnya yang perlu dilakukan minimal 1 kali dalam sepekan
  2. Menutup rapat tempat penutupan air agar nyamuk tidak bertelur di dalam air yang ditampung karena nyamuk demam berdarah biasanya menyukai genangan air yang bersih untuk bertelur
  3. Mendaur ulang tempat-tempat yang berpotensi sebagai tempat menampung air dan tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti

Langkah tambahan

Untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah, Anda bisa melakukan beberapa langkah tambahan yang bisa dilakukan secara mandiri di lingkungan tempat tinggal, di antaranya:

  1. Mengatur cahaya yang masuk ke dalam rumah sehingga ruangan di dalam rumah mendapat cahaya yang cukup
  2. Memasang kawat antinyamuk di ventilasi rumah agar nyamuk tidak masuk ke dalam rumah
  3. Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air yang sulit dijangkau agar nyamuk tidak bertelur di dalam air penampungan, misalkan tempat penampungan air yang berada di atas rumah
  4. Menggunakan kelambu saat tidur agar nyamuk tidak menggigit bagian tubuh yang tidak tertutup selimut saat tidur
  5. Menanam tumbuhan pengusir nyamuk agar nyamuk tidak mendekat ke area rumah
  6. Hindari menggantung pakaian agar tidak dipakai sebagai tempat bersembunyi nyamuk
  7. Menghindari tempat-tempat yang sekiranya banyak terdapat nyamuk
  8. Menggunakan lotion antinyamuk yang banyak diperjualbelikan di pasaran. Oleskan pada bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian pada saat pagi dan sore hari baik saat beraktivitas di dalam maupun di luar ruangan. Pilih lotion yang mengandung N-diethymetatoluamide (DEET). Namun hindari penggunaan lotion yang mengandung bahan DEET pada anak di bawah usia 2 tahun
  9. Anda juga bisa menggunakan pakaian yang longgar karena nyamuk dapat menembus pakaian yang ketat. Pakaian yang ketat biasanya memiliki serat kain yang tipis dan mudah ditembus oleh nyamuk

14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Dengue vaccine: WHO position paper, July 2016 – recommendations. Vaccine. 2017;35:1200. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0264410X16310192.
Dengue: Prevention. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/dengue/prevention/index.html.
Symptoms and what to do if you think you have dengue. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/dengue/symptoms/index.html.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app