Propolis - Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.016.430 orang

Informasi umum

Propolis merupakan materi mirip resin yang dibuat oleh lebah dari kuncup pohon poplar dan pohon berbentuk kerucut. Propolis jarang tersedia dalam bentuk murni karena diperoleh dari sarang lebah sehingga mengandung beberapa materi lainnya yang diproduksi oleh lebah. Lebah menggunakan propolis untuk membangun sarang mereka.

Propolis digunakan untuk sariawan dan infeksi yang disebabkan oleh: bakteri (termasuk tuberkulosis dan infeksi saluran pernapasan atas), oleh virus (termasuk HIV, H1N1 "flu babi", dan flu biasa), jamur, dan organisme bersel tunggal (protozoa).

Iklan dari HonestDocs
Beli SP Troches Melon via Pengiriman Obat HonestDocs

SP Troches digunakan untuk kondisi: radang tenggorokan, faringitis, tonsilitis, dan stomatitis. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Screen shot 2019 04 10 at 17.23.43

Propolis juga bisa digunakan untuk mengobati kanker hidung dan tenggorokan; kutil; dan penyakit pada gastrointestinal (GI) termasuk infeksi Helicobacter pylori pada penyakit tukak lambung.

Orang-orang terkadang menggunakan propolis secara langsung pada kulit untuk membersihkan luka, herpes genital, herpes labialis, pembengkakan vagina (vaginitis), dan luka bakar ringan.

Propolis juga digunakan secara topikal sebagai obat kumur untuk mengobati luka dan peradangan mulut (mucositis oral) dan sariawan (kandidiasis orofaringeal) dan untuk mempercepat penyembuhan setelah operasi mulut.

Dalam industri manufaktur, propolis digunakan sebagai bahan untuk pembuatan kosmetik.

Bagaimana cara kerjanya?

Propolis tampaknya memiliki aktivitas melawan bakteri, virus, dan jamur. Selain itu, propolis juga sepertinya memiliki efek anti-inflamasi, sehingga dapat membantu proses penyembuhan kulit.

Kegunaan & efektivitas

Tidak terdapat cukup bukti untuk

  • Sariawan
    Penelitian awal menunjukkan bahwa mengkonsumsi propolis setiap hari selama 6-13 bulan mengurangi timbulnya sariawan pada mulut.
  • Herpes Labialis
    Penelitian awal menunjukkan bahwa menggunakan salep propolis 3% sebanyak lima kali sehari dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi rasa sakit akibat herpes labialis.
  • Herpes Genital
    Penelitian awal menunjukkan bahwa penggunaan salep propolis 3% sebanyak empat kali sehari selama 10 hari dapat mempercepat penyembuhan lesi pada orang dengan herpes genital.
    Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya kemungkinan penyembuhan lesi yang lebih cepat dan lebih sempurna daripada pengobatan konvensional dengan menggunakan salep asiklovir 5%.
  • Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori)
    Penelitian awal menunjukkan bahwa menggunakan 60 tetes sediaan yang mengandung propolis hijau brasil setiap hari selama 7 hari tidak mengurangi infeksi H. pylori.
  • Giardiasis (infeksi usus)
    Penelitian awal menunjukkan bahwa mengambil ekstrak propolis sebanyak 30% selama 5 hari dapat menyembuhkan giardiasis pada lebih banyak orang daripada obat tinidazole.
  • Luka bakar ringan
    Penelitian awal menunjukkan bahwa mengoleskan propolis ke kulit setiap 3 hari dapat membantu mengobati luka bakar ringan dan mencegah infeksi.
  • Operasi Mulut
    Penelitian awal menunjukkan bahwa menggunakan obat kumur propolis sebanyak lima kali sehari selama 1 minggu dapat meningkatkan penyembuhan dan mengurangi rasa sakit dan bengkak setelah operasi mulut.
  • Luka dan Peradangan Mulut (Mucositis Oral)
    Penelitian awal menunjukkan bahwa berkumur dengan obat kumur yang mengandung 30% propolis sebanyak tiga kali sehari selama 7 hari membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan penyembuhan luka pada beberapa orang dengan luka pada mulut yang disebabkan oleh kemoterapi.
  • Kandiasis Mulut
    Penelitian awal menunjukkan bahwa menggunakan ekstrak propolis hijau brasil sebanyak empat kali sehari selama 7 hari dapat mencegah kandidiasis mulut pada orang dengan gigi palsu.
  • Infeksi saluran pernapasan atas
    Ada beberapa penelitian awal yang membuktikan bahwa propolis dapat membantu mencegah atau mengurangi durasi pilek biasa dan infeksi saluran pernapasan atas lainnya.
  • Pembengkakan vagina (vaginitis)
    Penelitian awal menunjukkan bahwa menggunakan larutan propolis 5% pada vagina selama 7 hari dapat mengurangi gejala vaginitis dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien pembengkakan vagina.
  • Kutil
    Penelitian awal menunjukkan bahwa mengkonsumsi propolis setiap hari selama 3 bulan dapat menyembuhkan kutil pada beberapa orang dengan kutil datar dan kutil biasa. Namun, propolis tampaknya tidak mengobati kutil plantar.
  • Meningkatkan respon imun.
  • Infeksi.
  • Peradangan.
  • Kanker hidung dan tenggorokan.
  • Gangguan perut dan usus.
  • TBC.
  • Bisul.
  • Luka.
  • Kondisi lain.

Diperlukan lebih banyak bukti untuk menilai penggunaan propolis pada penyakit tersebut.

Iklan dari HonestDocs
Tanya Dokter Online via HonestDocs

Punya pertanyaan seputar gejala, penyakit, dan obat? Klik di sini untuk memulai konsultasi dengan tim medis HonestDocs!

Tanya dokter

Efek samping & keamanan

Propolis mungkin aman bila dikonsumsi atau dioleskan ke kulit dengan tepat. Propolis dapat menyebabkan reaksi alergi, terutama pada orang yang alergi terhadap lebah atau produk lebah. Obat pelega tenggorokan yang mengandung propolis dapat menyebabkan iritasi dan sariawan.

Pencegahan & peringatan khusus

  • Kehamilan dan menyusui: Tidak ada informasi yang cukup tentang keamanan penggunaan propolis pada ibu hamil atau menyusui. Hindari penggunaan propolis untuk tetap aman.
  • Asma: Beberapa ahli percaya bahan kimia tertentu dalam propolis dapat memperburuk asma. Hindari menggunakan propolis jika Anda menderita asma.
  • Kondisi pendarahan: Zat kimia tertentu dalam propolis dapat memperlambat pembekuan darah. Penggunaan propolis dapat meningkatkan risiko perdarahan pada orang dengan gangguan perdarahan.
  • Alergi: Jangan menggunakan propolis jika Anda alergi terhadap produk sampingan lebah termasuk madu, konifer, poplar, balsem peru, dan salisilat.
  • Pembedahan: Bahan kimia tertentu dalam propolis mungkin dapat memperlambat pembekuan darah. Penggunaan propolis dapat meningkatkan risiko perdarahan selama dan setelah operasi. Berhenti mengkonsumsi propolis 2 minggu sebelum tindakan operasi.

Interaksi

Saat ini kami tidak memiliki informasi terkait interaksi propolis.

Dosis

Dosis propolis yang tepat bergantung pada beberapa faktor seperti usia pengguna, kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya. Pada saat ini tidak ada informasi ilmiah yang cukup untuk menentukan kisaran dosis propolis yang tepat.

Perlu diingat bahwa produk alami tidak selalu aman dan dosisnya merupakan hal yang penting. Pastikan untuk mengikuti petunjuk pada label produk dan konsultasikan dengan apoteker atau dokter Anda atau profesional kesehatan lainnya sebelum mengkonsumsinya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp