Pica: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Mar 19, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 997.960 orang

Apakah Pica itu?

Pica adalah kelainan yang terjadi di mana seseorang memiliki pola makan yang tidak wajar dan mengonsumsi makanan non-makanan atau benda asing yang tidak memiliki nilai gizi. Bahkan kelainan pola makan ini, jika terus dilakukan dapat berdampak bagi kesehatan dan dapat menyebabkan penyakit pada tubuh.

Orang-orang yang mengalami Pica dapat mengonsumsi makanan non-makanan atau benda asing, mulai dari benda dengan efek samping ringan seperti es hingga benda-benda yang dapat menimbulkan efek samping yang sangat berbahaya seperti cat ataupun potongan logam yang dapat menyebabkan tubuh mengalami keracunan timbal atau zat beracun lainnya.

Mengenai Pica

Penyebab Pica

Mengapa Pica terjadi belum diketahui sampai saat ini. Namun, secara normal Pica lebih banyak terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa. Hal ini dapat terjadi karena anak-anak masih belum dapat membedakan benda-benda yang boleh dikonsumsi dan mana yang tidak sehingga diperlukan pengawasan yang ketat dari para orang tua terhadap apa yang dikonsumsi oleh anak-anak.

Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa Pica dapat terjadi pada orang dewasa, terutama mereka yang memiliki kelainan atau gangguan kesehatan mental tertentu seperti skizofrenia dan gangguan obsessive-compulsive disorder (OCD) hingga orang-orang yang memiliki cacat intelektual. Bahkan, terkadang ada pula orang dewasa yang juga suka menikmati dan merasakan adanya suatu tekstur tertentu di mulut.

Selain itu, Pica juga dapat terjadi pada proses kehamilan. Dalam beberapa kasus, ketika ibu hamil mengalami kekurangan nutrisi tertentu, seperti zat besi dan seng, ini dapat memicu rasa ngidam yang tidak biasa. Pica pun dapat terjadi pada orang yang sedang melakukan diet atau mereka yang kekurangan gizi. Dalam pandangan tertentu yang mereka yakini, mengonsumsi makanan non-makanan dapat membantu tubuh merasa kenyang.

Gejala Pica

Seseorang dinyatakan mengalami Pica adalah ketika orang tersebut mengonsumsi makanan non-makanan atau benda asing secara teratur dan berlangsung terus-menerus, setidaknya selama satu bulan.

Seseorang yang mengalami Pica biasanya mengonsumsi makanan berikut:

  • Es batu
  • Tepung terigu yang belum diolah
  • Sabun mandi
  • Tanah liat
  • Rambut
  • Kotoran
  • Pasir
  • Sisa puntung rokok maupun abu rokok
  • Cat
  • Lem
  • Kapur
  • Atau makanan non-makanan lainnya

Jika seseorang mengalami Pica, pemeriksaan medis perlu dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya anemia, penyumbatan usus, atau potensi toksisitas dari zat-zat yang dicerna dan masuk ke dalam tubuh.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain pemeriksaan fisik dan riwayat medis lengkap hingga melakukan tes tertentu, seperti x-ray dan tes darah untuk memeriksa anemia, mencari racun atau zat lain dalam darah, memeriksa penyumbatan yang terjadi pada saluran usus, serta kemungkinan adanya infeksi yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi bakteri atau organisme lain.

Pencegahan Pica

Hingga saat ini belum ada cara khusus untuk mencegah Pica. Namun, diperlukan kesadaran diri untuk dapat membantu menghindari terjadinya Pica dengan mengetahui mana makanan yang boleh dikonsumsi dan mana yang tidak.

Selain itu, bagi para orang tua patut memperhatikan kebiasaan anak-anaknya dalam memasukkan benda-benda asing ke dalam mulut sehingga dapat membantu mengatasi terjadinya Pica yang memungkinkan menimbulkan gangguan kesehatan di kemudian hari.

Pengobatan Pica

Untuk menangani Pica itu sendiri, para peneliti masih belum menemukan obatnya, tetapi para dokter dapat memberikan pengobatan tergantung penyakit apa yang ditimbulkan akibat Pica. Sehingga ketika Anda berkonsultasi ke dokter, Anda diwajibkan memberi tahu seluruh makanan non-makanan atau benda asing apa saja yang telah Anda konsumsi. Hal ini dapat membantu mengembangkan diagnosa yang tepat dan akurat, lalu menentukan cara pengobatan apa yang sebaiknya Anda jalani.

Jika Anda mengalami keracunan timbal akibat mengonsumsi cat kering atau zat logam lainnya, dokter akan melakukan terapi khelasi untuk menghilangkan timbal/logam berat dalam tubuh atau dengan memberikan resep obat yang dapat mengikat dengan timbal sehingga timbal dapat dikeluarkan melalui urin.

Jika Anda mengalami ketidakseimbangan nutrisi dalam tubuh, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi suplemen vitamin atau mineral.

Jika Anda memiliki gangguan obsessive-compulsive disorder (OCD) atau gangguan kesehatan mental lainnya, mungkin saja Anda diharuskan untuk melakukan terapi, meminum resep obat, atau bahkan menjalani keduanya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit