Perikarditis Bakteri: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Mar 27, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 576.750 orang

Apakah Perikarditis Bakteri itu?

Perikarditis bakteri atau bacterial pericarditis adalah iritasi atau peradangan yang terjadi pada perikardium yang merupakan selaput tipis yang mengelilingi dan melindungi jantung. Perikardium membantu mencegah infeksi dan menjaga jantung agar tidak terlalu banyak mengembang.

Mengenai Perikarditis Bakteri

Penyebab Perikarditis Bakteri

Perikarditis bakteri terjadi ketika bakteri tertentu memasuki perikardium dan menyebabkan infeksi. Bakteri yang paling umum menyebabkan perikarditis bakteri adalah Staphylococcus, Streptococcus, dan Pneumococcus. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Bakteri dapat memasuki perkardium melalui:

  • Aliran darah yang terkena infeksi lain dalam tubuh seperti pneumonia
  • Adanya infeksi pada bagian jantung yang lain
  • Melalui operasi
  • Ketika kateter dimasukkan untuk mengalirkan cairan dari perikardium
  • Akibat dari trauma atau cedera lain

Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami perikarditis bakteri karena tubuh kurang mampu melawan infeksi.

Beberapa masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya perikarditis bakteri, antara lain:

  • Kondisi defisiensi imun seperti HIV/AIDS
  • Penyakit kronis seperti diabetes
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Penyakit jantung vascular
  • Uremia atau kelebihan asam urat dalam darah
  • Infeksi paru-paru

Gejala Perikarditis Bakteri

Gejala perikarditis bakteri tergantung pada tingkat keparahan dan kondisi kesehatan yang mendasarinya. Gejala yang paling umum terjadi adalah nyeri dada yang tajam dan menusuk, yang dikenal dengan istilah pleuritis. Nyeri ini sering bergerak atau menjalar ke bagian tubuh yang lain, termasuk pada bahu dan leher kiri.

Gejala lain perikarditis bakteri yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Rasa sakit ketika bernapas
  • Napas terasa pendek ketika berbaring
  • Demam
  • Batuk kering
  • Kelelahan
  • Perasaan sakit secara umum atau malaise
  • Berkeringat
  • Edema atau pembengkakan pada perut atau kaki

Diagnosis Perikarditis Bakteri

Pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi terjadinya perikarditis bakteri adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik, salah satunya melalui stetoskop untuk mendengarkan suara di dada. Jika Anda mengalami perikarditis bakteri, maka akan terdeteksi bunyi pada lapisan perikardium yang terinfeksi bergesekan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Selain itu, pemeriksaan lanjutan diperlukan jika Anda memiliki:

  • Sepsis yang merupakan infeksi parah dan berpotensi mengancam nyawa karena dapat menyebar ke seluruh tubuh
  • Efusi perikardial atau penumpukan cairan pada perikardium
  • Efusi pleura atau penumpukan cairan di area sekitar paru-paru
  • Pneumonia

Pemeriksaan atau tes lanjutan dapat berupa:

  • CT Scan
  • MRI
  • Rontgen dada khususnya paru-paru, jantung, arteri besar, tulang rusuk, dan diafragma
  • Ekokardiogram, tes yang menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar jantung bergerak
  • Elektrokardiogram untuk mengukur impuls listrik yang dikeluarkan jantung

Pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan bakteri berbahaya juga diperlukan dapat dilakukan melalui kultur darah, perhitungan darah lengkap, kultur cairan perikardial, dan pewarnaan gram cairan perikardial.

Pencegahan Perikarditis Bakteri

Pendeteksian dan diagnosis dini penting untuk menghentikan dan mengobati perikarditis bakteri sebelum menyebar dan menimbulkan komplikasi lain. Pengobatan yang berkelanjutan dan sesuai dengan saran dokter juga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya perikarditis bakteri kronis.

Pengobatan Perikarditis Bakteri

Tujuan dilakukannya pengobatan perikarditis bakteri adalah untuk menyembuhkan infeksi. Salah satu cara penting yang mudah dilakukan adalah dengan beristirahat di tempat tidur dengan mengangkat kepala sambil berbaring untuk mengurangi ketegangan pada jantung. Selain itu, obat-obatan dan operasi juga diperlukan dalam proses pengobatan perikarditis bakteri.

Obat-obatan yang diperlukan dalam pengobatan perikarditis bakteri, antara lain:

  • Antibiotik untuk mengobati infeksi
  • Obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas
  • Kortikosteroid untuk mengurangi peradangan pada perikardium
  • Diuretik untuk mengurangi volume cairan dalam tubuh

Tindakan medis atau operasi juga diperlukan ketika kondisi semakin parah, yakni:

  • Perikardiotomi subxiphoid, yang melibatkan pembuatan lubang di pericardium untuk memungkinkan cairan mengalir keluar
  • Perikardiosentesis, yang melibatkan pemasukkan kateter untuk mengalirkan cairan dari perikardium
  • Perikardiektomi bedah, yang melibatkan pengangkatan sebagian kantung perikardial

Jika mendapatkan pengobatan yang tepat, Anda dapat pulih sepenuhnya dan beraktivitas normal kembali setelah infeksi perikarditis bakteri hilang. Tetapi jika tidak mendapatkan perawatan, perikarditis bakteri dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya dan berakibat fatal.

Baca juga: Perikarditis Konstriktif 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit