Doctor men
Ditulis oleh
MELIANTY IPARDJO
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kehamilan

Penyebab Perdarahan Pasca Melahirkan dan Cara Mengatasinya

Update terakhir: NOV 17, 2019 Tinjau pada NOV 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.405.714 orang

Penyebab Perdarahan Pasca Melahirkan dan Cara Mengatasinya

Perdarahan paska melahirkan merupakan hal yang normal terjadi. Kondisi ini juga biasa disebut dengan lochea. Perdarahan adalah cara tubuh untuk membuang sisa darah dan jaringan ekstra pada rahim yang membantu pertumbuhan janin bayi.

Perdarahan paling berat umumnya terjadi selama beberapa hari pertama hingga beberapa minggu setelah bayi Anda lahir. Namun, jika masih terjadi perdarahan hebat yang terus berlanjut maka Anda disarankan memeriksakan ke dokter.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Tanda-tanda perdarahan normal usai melahirkan

  • Perdarahan disertai gumpalan   Biasanya darah yang keluar awalnya berwarna merah cerah. Anda mungkin akan melihat sejumlah gumpalan darah selama beberapa hari pertama setelah melahirkan. Namun jumlah gumpalan yang wajar mestinya tidak melebihi seperempat dari seluruh darah yang keluar.  Biasanya Anda dipakaikan pembalut khusus dari rumah sakit di masa awal setelah melahirkan. Namun nantinya sudah boleh kembali menggunakan pembalut biasa.  Dalam beberapa kasus perdarahan akan sedikit lebih banyak ketika Anda pulang kerumah.  Hal ini dapat disebabkan beban fisik Anda yang bergerak dan berpindah-pindah. Ketika hal itu terjadi maka cobalah untuk mengurangi aktifitas fisik seperti jalan dan beristirahatlah sebentar.  Saat Anda berdiri pun kadang-kadang Anda merasakan perdarahan mengalir pelan. Itu disebabkan oleh bentuk vagina yang terdapat area menyerupai cangkir tempat darah mengumpul. Biasanya darah mengumpul pada area tersebut ketika Anda sedang duduk atau berbaring.  Ketika Anda berdiri maka darah tersebut keluar. Namun setelah sekitar 10 hari perdarahan pasca melahirkan akan semakin berkurang.   Anda mungkin masih mengalami perdarahan atau keluar bercak ringan hingga 6-12 minggu setelah melahirkan. Pada waktu-waktu ini Anda sudah bisa menggunakan pembalut seperti biasa. Layaknya mengatasi perdarahan ketika menstruasi.
  • Proses Terjadinya Perdarahan Usai Melahirkan  Biasanya setelah bayi dilahirkan maka rahim akan mengencang karena proses melepaskan plasenta keluar. Hal tersebut menyebabkan kontraksi yang membantu untuk menekan pembuluh darah tempat plasenta menempel.  Apabila kontraksi rahim tidak kuat maka pembuluh darah melepaskan darah dalam jumlah banyak. Sehingga hal ini menyebabkan terjadinya perdarahan usai melahirkan. Perdarahan setelah melahirkan juga disebabkan oleh sejumlah faktor.

Faktor yang menyebabkan perdarahan usai melahirkan

  • Melahirkan bayi yang besar fisiknya
  • Telah melahirkan bayi beberapa kali melalui proses yang lama
  • Mengalami infeksi
  • Mengidap obesitas
  • Akibat obat-obatan penginduksi persalinan
  • Menggunakan forsep
  • Pada jalan lahir atau jaringan vagina atau pembuluh darah uterus terjadi robek
  • Adanya kelainan penggumpalan darah
  • Melahirkan dengan operasi sesar

Gejala perdarahan usai melahirkan yang perlu diwaspadai

Perdarahan pasca melahirkan yang berat disebut dengan postpartum hemorrhage. Biasanya dialami oleh sekitar 5% wanita yang melahirkan. Kemungkinan besar perdarahan terjadi 24 jam pertama setelah melahirkan. Namun bisa juga berlangsung hingga 12 minggu pertama setelah bayi lahir.

Akan tetapi perdarahan setelah melahirkan ini bisa juga menjadi kondisi serius. Dapat menyebabkan penurunan tekanan darah. Jika tekanan darah terlalu rendah maka organ Anda tidak akan mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi

Risiko paling akhir yang bisa terjadi adalah kematian. Karena itu sangat penting memeriksakan kondisi Anda ke dokter. Anda bisa mengunjungi dokter bila mengalami gejala perdarahan pasca melahirkan seperti berikut ini:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Darah masih berwarna cerah setelah tiga hari usai melahirkan
  • Gumpalan darah ukurannya melebihi buah anggur
  • Perdarahan menghabiskan lebih dari satu pembalut dalam satu jam dan tidak berkurang atau berhenti
  • Penglihatan menjadi kabur
  • keringat dingin
  • Detak jantung cepat
  • Pusing, lemas dan mual
  • Serasa akan pingsan
  • Kulit pucat

Cara mengobati perdarahan yang biasa dilakukan secara medis

Terdapat banyak perawatan berbeda untuk menangani perdarahan pasca melahirkan. Mengetahui penyebab perdarahan akan membantu dokter memutuskan pengobatan yang terbaik untuk Anda. Pengobatan tersebut di antaranya:

  • Memberikan obat untuk membantu kontraksi rahim
  • Memijat rahim dan memasang gurita
  • Membuang sisa-sisa plasenta yang masih ada di dalam rahim
  • Pemasangan infus dengan beberapa manuver untuk mengurangi perdarahan seperti manuver Zangemeister, manuver Fritsch, Kompresi bimanual, kompresi aorta, tamponade uterovaginal, jepitan arteri uterina dengan cara Henkel
  • Melakukan laparotomi atau operasi untuk membuka perut untuk mengetahui penyebab perdarahan dan menghentikannya
  • Memberikan transfusi darah
  • Melakukan histerektomi yakni operasi pengangkatan rahim
  • Memberi suntikan obat khusus untuk menghentikan perdarahan
  • Meminta ahli radiologiuntuk melakukan embolisasi arteri uterina atau membatasi aliran darah ke rahim
  • Menggunakan alat yang disebut Bakri balloon yang dapat mengembang di dalam rahim sehingga digunakan untuk tampon guna membantu memperlambat perdarahan

Demikian informasi seputar perdarahan pasca melahirkan. Guna mencegah perdarahan paska melahirkan Anda disarankan untuk melakukan kontrol perawatan kehamilan (antenatal care) minimal 4x selama kehamilan. Semoga bermanfaat.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit