Penyebab Gangguan Kelenjar Ludah

Dipublish tanggal: Okt 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Nov 15, 2019 Waktu baca: 3 menit
Penyebab Gangguan Kelenjar Ludah

Air liur pada manusia dihasilkan oleh kelenjar ludah dan tentu saja memiliki peran yang sangat penting. Sebab salah satu fungsinya adalah untuk menjaga mulut agar tidak mudah kering, melindungi gigi agar terhindar dari bakteri, serta membantu mencerna makanan. Oleh karena itu, Anda perlu menjaga kesehatan kelenjar ludah agar terhindar dari beberapa gangguan penyakit ludah.

3 Jenis kelenjar ludah

Kelenjar ludah utama terbagi menjadi tiga pasang, yaitu parotitis, sublingual, dan submandibular yang letaknya berbeda satu dengan yang lain.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31
  • Kelenjar parotitis letaknya berada di telinga dan antara pangkal rahang
  • Kelenjar sublingual letaknya di bawah lidah dan dasar mulut
  • Kelenjar submandibular letaknya di lekuk rahang bagian bawah

Selain itu, terdapat beberapa kelenjar liur kecil yang letaknya berada di hidung, bibir lapisan pipi, tenggorokan, dan rongga sinus. Kelenjar ini ukurannya sangat kecil bahkan untuk melihatnya harus menggunakan mikroskop terlebih dahulu.

Namun di samping itu, terdapat beberapa gangguan ataupun ancaman yang dapat mengganggu fungsi kelenjar ludah dan kesehatan secara keseluruhan. Salah satu gangguan yang mungkin terjadi adalah terhalangnya saluran ludah sehingga tersendatnya air liur untuk masuk ke dalam rongga mulut.

Apa saja gangguan kelenjar ludah itu?

Beberapa hal yang dapat mengganggu kelenjar ludah akan menimbulkan beberapa masalah seperti demam, mulut kering, nyeri, ludah terasa tidak enak, dan kelenjar ludah yang membengkak. Beberapa gangguan kelenjar ludah yang terjadi, yaitu:

1. Infeksi bakteri dan virus

Infeksi bakteri atau virus dapat menyerang kelenjar ludah dan menyebabkan pembengkakan. Beberapa virus yang dapat menginfeksi adalah virus HIV, gondongan, flu, Epstein-Barr (EBV), dan cytomegalovirus (CMV), coxsackievirus. Jika kelenjar ludah telah terinfeksi maka akan menimbulkan beberapa gejala lain seperti sakit kepala, nyeri sendi, demam, nyeri otot, dan kedua pipi tampak membengkak. Akan tetapi, infeksi yang paling umum menyerang kelenjar parotis adalah infeksi bakteri.

2. Batu kelenjar ludah 

Batu kelenjar (sialoliths) pada ludah dapat terjadi akibat air liur yang mengalir terus-menerus dari kelenjar ludah ke dalam mulut terkristalisasi akibat zat-zat yang berada dalam air liur seperti kalsium yang dapat membentuk batu berukuran 1 mm hingga mencapai  beberapa cm.

Terbentuknya batu kelenjar ini dapat menyumbat aliran air liur yang seharusnya mengalir ke mulut dan menyebabkan kelenjar ludah terasa nyeri dan bengkak. Jika batu yang terbentuk sudah menyumbat total, maka akan menyebabkan nyeri secara mendadak terutama setelah makan. Sumbatan pada kelenjar ludah ini juga berpotensi menimbulkan infeksi.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Baca selengkapnya: Gejala dan Pengobatan Batu Kelenjar Ludah

3. Infeksi kelenjar ludah 

Infeksi kelenjar ludah (sialadenitis) disebabkan karena terhambatnya air liur yang masuk ke dalam mulut dan berisiko menimbulkan infeksi bakteri. Infeksi ini menyebabkan kelenjar ludah mengalami pembengkakan dengan benjolan di lapisan kulit atas, bahkan dapat mengeluarkan nanah berbau tidak sedap di rongga mulut.

Akibat hal tersebut, beberapa gejala seperti rasa nyeri yang amat sangat pada kelenjar ludah, demam, dan terbentuknya abses dapat terjadi. Infeksi kelenjar ludah ini biasanya dapat terjadi akibat munculnya batu kelenjar ludah dan umumnya sering terjadi pada orang dewasa.

4. Kista

Kelenjar ludah yang mengalami infeksi, tumor, luka, ataupun adanya batu yang menghalangi aliran air liur dapat menyebabkan kista. Namun beberapa orang memiliki penyakit kista di kelenjar paroritis akibat gangguan perkembangan telinga. Jika kista terjadi, maka dapat mengganggu kegiatan beraktivitas seperti sulit makan, menelan, bahkan berbicara. Selain itu, jika kista pecah juga dapat menyebabkan lendir kuning mengalir dari kelenjar ludah.

5. Gangguan autoimun

Gangguan autoimun termasuk dalam gangguan kelenjar ludah. Gangguan ini terjadi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar yang mengeluarkan cairan, seperti ludah dan air mata.

Gangguan autoimun ini dapat menimbulkan pembesaran atau pembengkakan kelenjar ludah yang berada pada kedua sisi mulut tanpa menimbulkan rasa sakit. Jika gangguan ini terjadi, maka akan menyebabkan munculnya penyakit gusi, mulut terasa kering, gigi rusak, sulitnya mengunyah dan menelan, infeksi jamur mulut, batuk kering, suara menjadi serak, dan sulit untuk berbicara.

Beberapa gangguan kelenjar ludah tersebut dapat diatasi dengan menjaga dan rutin merawat kesehatan rongga mulut dan gigi. Oleh sebab itu, rajinlah menyikat gigi minimal dua kali sehari untuk menghilangkan sisa makanan yang terdapat pada sela-sela gigi.

Baca juga: Cara Sikat Gigi dengan Benar


26 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Salivary gland swelling: Evaluation and diagnostic approach. UpToDate. (https://www.uptodate.com/contents/salivary-gland-swelling-evaluation-and-diagnostic-approach/print)
Saliva & Salivary Gland Disorders Causes, Symptoms, Diagnosis, Treatment. National Institute of Dental and Craniofacial Research. (https://www.nidcr.nih.gov/health-info/saliva)
Salivary Gland Disorders - Ear, Nose, and Throat Disorders. Merck and the Merck Manuals. (https://www.merckmanuals.com/home/ear,-nose,-and-throat-disorders/mouth-and-throat-disorders/salivary-gland-disorders)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app