Penyebab dan Cara Mengatasi Gigi Mati

Dipublish tanggal: Agu 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Penyebab dan Cara Mengatasi Gigi Mati

Tahukah Anda, apa itu gigi mati? Gigi mati yang mungkin terjadi bisa jadi tidak menyebabkan rasa sakit, hanya perubahan warna pada gigi saja yang terlihat sehingga sebagian besar orang cenderung tidak menyadarinya. Tetapi untuk mengetahui apakah Anda memiliki gigi mati atau tidak, diperlukan pemeriksaan dini ke dokter gigi agar hasilnya lebih akurat dengan menggunakan rontgen sinar X (x ray).

Gigi sendiri memiliki 3 lapisan di dalamnya, yaitu enamel gigi, dentin, dan pulpa. Gigi mati disebut juga gigi tak vital di mana kondisi tersebut terjadi apabila lapisan dalam pulpa yang terdapat saraf dan pembuluh darah mengalami gangguan sehingga tidak ada aliran darah pada gigi tersebut.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Apa saja gejala gigi mati?

Untuk mengetahui dengan pasti apakah Anda mengalami gigi mati terkadang sulit dilakukan secara mandiri, Anda hanya dapat melihat perubahan warna pada gigi saja tetapi hal tersebut juga tidaklah akurat. Karena cukup sulit untuk mendeteksinya dengan kasat mata dan biasanya kondisi gigi yang mati tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali, kecuali jika terjadi infeksi sehingga Anda harus memeriksakannya ke dokter gigi. 

Namun terdapat 2 gejala utama pada gigi mati, yaitu:

Perubahan warna gigi

Gigi yang mati tidak mendapatkan aliran darah sehingga dapat memicu perubahan warna yang terjadi pada gigi. Gigi dapat berubah warna menjadi warna kuning, abu-abu, hingga menghitam. Biasanya gigi yang berubah menjadi kuning lama-kelamaan akan menghitam apabila tidak segera ditangani.

Rasa sakit pada gigi

Mungkin sebagian orang tidak mengalami rasa sakit sebagai tanda giginya mati. Namun apabila muncul rasa sakit pada gigi bisa juga menjadi gejala gigi mati. Rasa sakit tersebut sebenarnya bukan berasal dari gigi bagian dalam tetapi timbul dari sensitivitas membran periodontal yang berada di gigi paling luar dengan ujung sarafnya yang sensitif.

Rasa sakit tersebut muncul karena ketika gigi mati terjadi, di gigi bagian rongga pulpa terdapat bakteri dan juga sisa-sisa saraf yang mati bahkan mungkin terdapat nanah yang memberikan tekanan pada membran periodontal. Untuk kasus yang lebih parah, gigi mati bisa berubah menjadi infeksi dan bisa memunculkan abses atau kantung nanah.

Gejala infeksi yang timbul pada gigi mati adalah sebagai berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5
  • Rasa tidak nyaman di gigi
  • Bau busuk dari gigi
  • Gusi membengkak
  • Gigi membusuk

Penyebab gigi mati

Penyebab utama terjadinya gigi mati adalah:

Terjadinya kerusakan gigi

Apabila gigi mengalami kerusakan entah karena berbagai penyebab, hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya proses peluruhan gigi. Proses peluruhan gigi ini mungkin hanya menyerang di bagian atau lapisan luar gigi terlebih dahulu, namun hal tersebut bisa menjalar hingga ke rongga bagian dalam gigi.

Jika tidak segera diobati, maka bisa memunculkan rongga pada gigi yang dapat membuat bakteri mudah masuk dan merusak gigi atau bahkan menyebabkan infeksi. Tetapi jika kondisi lapisan pulpa dalam gigi dalam keadaan sehat, maka pulpa akan merespon apabila terjadi peradangan atau serangan bakteri.

Pulpa bersamaan dengan sel darah putih akan berupaya untuk menahan infeksi akibat bakteri dan akan mengakibatkan tekanan pada pulpa meningkat, lalu akan memotong suplai aliran darah bahkan menghentikannya ke dalam lapisan pulpa sehingga tidak adanya lagi suplai darah pada gigi.

Baca juga: 7 Penyebab Sakit Gigi yang Sering Terjadi

Mengalami trauma gigi

Trauma gigi yang terjadi akibat cedera olahraga, terjatuh, atau terpukul di bagian sekitar gigi atau rahang dapat menyebabkan pembuluh darah pecah sehingga aliran darah ke gigi akan terputus. Jika gigi kekurangan suplai darah, maka saraf-saraf dan jaringan hidup di dalamnya juga akan mati karena tidak mendapat aliran darah.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Bagaimana cara mengobati gigi mati?

Untuk mengobati gigi yang mati, apalagi jika terjadi infeksi adalah dengan mencabut gigi tersebut atau perawatan saluran akar kanal pada gigi. Karena jika tidak diobati, bakteri dapat tumbuh dan berpindah ke akar gigi yang dapat menyerang tulang rahang serta gigi lainnya. Dalam pengobatan gigi mati akan dipilih dan disesuaikan dengan kondisi gigi.

Cabut gigi

Prosedur ini dilakukan jika dokter tidak bisa menangani dan memperbaiki gigi yang mungkin telah mengalami pembusukan. Proses cabut gigi mati ini tidak akan sakit dan untuk mengganti gigi mati yang dicabut tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan gigi palsu atau implan gigi yang dapat menggantikan jaringan tulang pada gigi mati tersebut.

Baca juga: Pantangan Setelah Cabut Gigi yang Perlu Diperhatikan

Saluran akar kanal atau endodontik

Prosedur endodontik dilakukan jika gigi masih berada dalam kondisi lumayan baik. Hal ini bertujuan untuk membersihkan infeksi dari gigi dan akar gigi. Perawatan endodontik atau saluran akar kanal memerlukan beberapa kali perawatan bertahap sehingga prosesnya akan lebih panjang. Namun Anda tetap masih bisa beraktivitas biasa karena sebagian besar gigi masih utuh namun tidak sekuat dulu dan berisiko mengalami kerapuhan.

Cara mencegah gigi mati

Untuk mencegah dan mengalami gigi mati, tentunya ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Berkumur sebelum menyikat gigi
  • Gunakan pasta gigi dengan kandungan flouride
  • Sikat gigi dengan cara yang benar
  • Menyikat gigi 2 kali sehari dan gunakan flossing (benang gigi)
  • Kurangi konsumsi makanan dan minuman manis ataupun asam
  • Jangan membuka kemasan yang cukup keras dengan menggunakan gigi
  • Rutin periksa kesehatan gigi ke dokter gigi
  • Gunakan pelindung mulut (mouth guard) ketika berolahraga ekstrim agar terhindar dari cedera

23 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Pain After Root Canal: What to Expect and When to Seek Help. Healthline. (https://www.healthline.com/health/pain-after-root-canal)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app