ADELIA MARISTA
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Mengenal Badai Sitokin yang Merengggut Nyawa dalam Sekejap

Dipublish tanggal: Mei 14, 2021 Update terakhir: Mei 14, 2021 Waktu baca: 3 menit
Mengenal Badai Sitokin yang Merengggut Nyawa dalam Sekejap

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Badai sitokin adalah reaksi imun yang berlebihan akibat tubuh melepaskan terlalu banyak sitokin ke aliran darah terlalu cepat.
  • Penyebab badai sitokin bisa karena infeksi, kondisi autoimun, hingga pengobatan dengan beberapa jenis imunoterapi.
  • Gejala badai sitokin meliputi demam tinggi dan menggigil, kemerahan dan bengkak pada tubuh, kelelahan, hingga sesak napas.
  • Pada kasus COVID-19, badai sitokin dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut hingga kegagalan fungsi organ jantung, ginjal, hingga otak.
  • Penanganan badai sitokin disesuaikan dengan kondisi pasien. Bisa dengan pemasangan ventilator, infus cairan, hingga cuci darah (hemodialisa).
  • Klik untuk membeli perlengkapan new normal dari rumah Anda melalui HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.
  • Dapatkan paket cek COVID-19 berupa swab PCR, swab antigen, dan rapid test dengan harga bersahabat dan tim medis berpengalaman di HDmall.

Sistem imun tubuh manusia terdiri dari sistem yang kompleks. Selama ini, imunitas selalu dianggap sebagai hal positif yang melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit. Namun, perlu diketahui juga bahwa imunitas ternyata diam-diam bisa berbalik menjadi bumerang yang merenggut nyawa pasien, termasuk pada pasien COVID-19. Hal ini disebut sebagai kasus badai sitokin.

Apa itu badai sitokin?

Badai sitokin adalah reaksi imun yang berlebihan akibat tubuh melepaskan terlalu banyak sitokin ke aliran darah terlalu cepat. Sitokin itu sendiri merupakan jenis protein kekebalan yang berperan penting terhadap respon imun tubuh. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Perlengkapan New Normal via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 1

Protein bernama sitokin ini sebetulnya tidak jahat. Akan tetapi, jika dilepaskan dalam jumlah yang besar sekaligus, tubuh malah bisa meradang dan pelan-pelan mengalami kerusakan.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Seputar Sistem Kekebalan Tubuh, Kerjanya Jarang Salah!

Tanda dan gejala badai sitokin

Penyebab badai sitokin bisa karena banyak hal: mulai dari infeksi, kondisi autoimun, hingga efek pengobatan beberapa jenis imunoterapi. Ketika mengalami badai sitokin, seseorang dapat mengalami gejala seperti:

  • Demam tinggi dan menggigil
  • Peradangan berupa kemerahan dan bengkak pada tubuh
  • Kelelahan
  • Mual dan muntah yang parah
  • Nyeri otot dan persendian
  • Sakit kepala
  • Ruam kulit
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Napas cepat
  • Kejang
  • Kesulitan mengendalikan gerakan tubuh
  • Kebingungan dan halusinasi
  • Respons yang buruk

Pada kasus yang parah, badai sitokin bisa mengancam nyawa dan menyebabkan kegagalan banyak organ. Kegagalan organ yang terjadi akibat badai sitokin disebut dengan hipersitokinemia.

Kenapa pasien corona bisa terkena badai sitokin?

Bukan cuma kasus mutasinya yang meresahkan, virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 juga perlu diwaspadai karena banyak memicu badai sitokin pada pasien. Bahkan, menurut para ahli kesehatan dunia, tingginya angka kematian pada pasien COVID-19 kemungkinan besar disebabkan oleh badai sitokin.

Seperti yang diketahui, virus corona mampu menggandakan diri dengan sangat cepat setelah menginfeksi sel tubuh. Karena banyaknya virus yang masuk, kondisi ini membuat sel-sel tubuh menjadi stres dalam waktu sekejap. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Anti Virus via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 23

Sel tubuh mulai mengirimkan tanda bahaya dan meresponnya dengan membunuh dirinya sendiri. Hal ini dilakukan sebagai bentuk mekanisme perlindungan tubuh supaya virus tidak menyebar ke sel-sel lain.

Namun, saking banyaknya sel yang stres dan mati, maka ada banyak jaringan tubuh yang ikut mati secara tak terkendali. Pada kasus COVID-19, kematian jaringan ini sebagian besar terjadi di paru-paru. 

Ketika jaringan paru-paru mengalami kerusakan, kantung udara di paru-paru menjadi bocor dan terisi cairan. Kadar oksigen dalam darah pun menurun drastis dan membuat pasien mengalami sesak napas.

Selain menyebabkan gangguan pernapasan akut, efek badai sitokin kemudian mengimbas ke organ-organ lainnya hingga menyebabkan kegagalan fungsi organ: Mulai dari pembengkakan jantung, gagal ginjal akut, hingga ensefalitis otak. Dampak fatalnya, badai sitokin ini mampu merenggut nyawa pasiennya dalam sekejap.

Baca selengkapnya: Hati-hati! Gagal Napas Dapat Sebabkan Kerusakan Organ

Cara menghadapi badai sitokin dalam tubuh

Jika pasien mengalami badai sitokin, perawatan suportif menjadi hal yang paling penting. Biasanya, pasien akan dirawat di ruang ICU untuk mendapatkan sejumlah penanganan seperti:

Iklan dari HonestDocs
Beli Anti Virus via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 23
  • Pemantauan tanda-tanda vital secara intensif
  • Pemasangan ventilator
  • Infus cairan
  • Pemberian elektrolit
  • Cuci darah (hemodialisis)
  • Pemberian obat untuk menghambat aktivitas protein sitokin

Penanganan badai sitokin juga akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, pasien akan diberikan antibiotik guna melawan bakteri tersebut.

Pada kasus badai sitokin akibat COVID-19, penanganannya bisa terdiri dari banyak terapi sekaligus. Contohnya tocilizumab (Actemra) yang umumnya digunakan untuk mengatasi gejala rheumatoid arthritis, obat ini bisa diandalkan untuk memblokir aktivitas sitokin interleukin-6 (IL-6). Berkat cara kerjanya itulah, Actemra telah digunakan untuk mengobati badai sitokin yang menimbulkan efek samping terapi leukemia.

Besar atau kecilnya peluang kesembuhan akibat badai sitokin sangat tergantung pada kondisi pasien. Penanganannya pun tak bisa sembarangan, harus cepat dan tepat sesuai kebutuhan pasien. Semakin optimal penanganan yang diberikan, maka semakin besar pula peluang bagi pasien untuk melewati badai sitokin dalam tubuh.

Baca juga: 8 Jenis Obat Corona yang Diklaim Ampuh Redakan Gejala

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Microbiology and Molecular Biology Reviews. Into the Eye of the Cytokine Storm. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3294426/). Maret 2012.
Hindawi. Cytokine Storm in COVID-19 Patients, Its Impact on Organs and Potential Treatment by QTY Code-Designed Detergent-Free Chemokine Receptors. (https://www.hindawi.com/journals/mi/2020/8198963/). 2020.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app